Mas Iwan Yth,
Terima kasih atas 'reaksi'-nya.
Saya sependapat bahwa kita tidak usah marah dengan
arogansinya Akbar tsb, malahan kita harus bersyukur
atas ini semua. Apalagi dengan pernyataannya :

 " Golkar juga mempunyai kader-kader pengalaman 
   didalam kehidupan politik dan pengalaman dalam 
   pemerintahan yang telah berhasil memimpin 
   pemerintahan RI "...... 

Apalagi dikaitkan dan dimantapkan oleh beliau dengan :

    ''Tidak benar. Anggapan itu tidak betul. Banyak yang 
      mendiskriditkan Golkar, namun kita harus tetap yakin 
      dan mempertahankan Golkar. Karenanya, kita harus 
      yakin terhadap cita-cita dan perjuangan Golkar ''....

Saya percaya bahwa masyarakat kita saat ini sudah dapat
melihat akan apa yang tejadi disekelilingnya selama ini. 
Saya juga meyakini bahwa mereka juga dapat meng-analisa 
dan memutuskan mana yang terbaik buat dirinya, keluarganya
dan Negaranya.

Dibalik ini semua, sebenarnya saya pribadi kagum dengan
bung Akbar ini. Paling tidak beliau mencoba untuk konsisten
dengan perjuangan dan idealismenya selama ini, dibanding
dengan ex rekan-rekannya yang saat ini entah berada dimana.

Berita ini juga baik dijadikan masukkan buat Pemimpin dan 
Tokoh Partai yang baru, dan dapat dijadikan motivasi buat 
seluruh jajaran Pengurus dan anggotanya.

Salam,
bRidWaN
-------------------------------------
At 09:29 21/02/99 +0700, iwans wrote: 
Saudara bRidWaN, 
Sebetulnya kita ndak usah marah dengan arogansi Akbar Tandjung itu. 
Justru bagi kita kaum reformis, pernyataan tersebut hendaknya harus 
kita anggap cambuk bagi kita untuk melakukan konsolidasi ke dalam 
dan ke luar. 

Kalau kita ingin melakukan perubahan yang cukup signifikan maka 
Partai-partai baru hendaknya segera melakukan koalisi dan kerjasama. 
Dan mestinya sekarang, sebelum Pemilu. Dan jangan nanti ketika Pemilu 
sudah ada hasil-hasilnya. Nggak usah bersombong ria lagi dengan 
menepuk dada atau mengandalkan faktor ideologis yang semuanya semu ! 
Saya katakan semu. Masalahnya apa yang dikatakan Akbar Tandjung itu 
harus kita akui memang fakta yang sulit kita bantah. Golkar adalah 
sebuah partai yang paling terorganisir, administrasinya bagus, 
kaderisasinya berjalan dengan baik dan punya sumber dana yang nyaris 
tak terbatas. Kalau Akbar mengatakan punya kader 30 juta orang maka 
saya percaya bahwa hal itu fakta, dan bukan sekedar klaim, seperti 
kerap dilakukan partai baru seperti PKB. 

Karena itu, untuk mengantisipasi kemenangan Golkar dalam Pemilu 1999 
mendatang, saya mohon agar segenap kaum pro-reformasi segera 
menyatukan langkah dan visi. Ada ikatan yang bisa menyatukan yaitu 
mengalahkan Golkar dalam Pemilu 1999 mendatang !!! 

Tiga kekuatan partai massa yang cukup solid harus segera bersatu. 
PDIP pimpinan Megawati, PAN Amien Rais dan PKB harus bersatu. 
Setidaknya melakukan aliansi longgar. Waktunya sangat sempit 
sekarang ini dan jangan lagi melakukan langkah sia-sia dengan 
cara ber-apologi di media massa. Nggak usah onani dengan menepuk 
dada bahwa anda pasti menang nanti melawan raksasa G olkar. 

Sadarilah bahwa masa depan bangsa dan negara kita benar-benar 
dipertaruhkan pada Pemilu 1999 mendatang ini. Sekali saja 
kesempatan ini luput dari kita maka kita harus menunggu lima 
tahun lagi, dan tidak gampang melakukan konsolidasi selama 
lima tahun tersebut. Jangan sampai kita kehilangan momentum. 

Hai kaum reformis. Bersatulah ! 

Salam, 
Iwans 
--------------------------------------------------------------- 

bRidWaN wrote:  

rEKAN-rEKAN yang berbahagia, Saya posting-kan tulisan dibawah 
ini. Karena pernyataan tersebut datang dari Pejabat Negara 
dan Ketua Partai 'terbesar' di-Indonesia yang dipilih oleh 
rakyatnya, dan juga merupakan salah satu putera terbaik dari 
negeri ini, maka sudah selayaknya kita mendengarkan atau 
membacanya dengan hidmat.........=) 

Salam, 
bRidWaN (Ketua Kelompok GAOL)


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ 

Akbar Ragukan Amin dan Mega 
Pernyataan Ketua Umum PAN Amien Rais dan Ketua Umum DPP PDI 
Perjuangan yang siap untuk menjadi Presiden RI mendatang,  
sangat diragukan dapat memimpin negeri ini. ''Dengan tidak  
mengecilkan pimpinan dari parpol itu, apakah kita mempunyai  
keyakinan seseorang seperti Megawati dan Amien Rais apakah  
dia mampu memimpin pemerintahan ini,''ungkap Ketua Umum DPP  
Golkar Akbar Tanjung kepada wartawan di Semarang, kemarin. 
Menurut Akbar, masyarakat dalam memilih pemimpin-pemimpin  
hendaknya mengetahui sejauhmana kepemimpinan itu yang  
didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang dapat 
dihandalkan. ''Karena itu, dengan tidak mengurangi  
penghormatan kepada yang lain, maka kita lihat Golkar  
memiliki SDM yang dapat dihandalkan yang telah memiliki  
pengalaman. Dan sekaligus dapat perjalannnya Golkar  
bertekad untuk memperbaiki kesalahan pada masa lalu,'' 
katanya. Maka lanjutnya, kita jangan melakukan eksperimen-
eksperimen  dalam politik, terlalu berbahaya. Karena bilamana 
melakukan  eksperimen yang tidak yakin terhadap eksperimen 
itu, justru  yang dipertaruhkan rakyat Indonesia yang 
berjumlah 210 juta  orang. ''Jadi tidak mengurangi asprisiasi 
hormat saya kepada pimimpin-pemimpin mereka adalah pemimpin. 
Tetapi, pada rakyat mereka memilih kepada tokoh-tokoh yang 
mempunyai SDM yang mampu dihandalkan dalam rangka mendukung 
kepemimpinan itu,'' ungkap Akbar.  Dijelaskan oleh Akbar, 
Golkar dapat dibanggakan. Karena memiliki kader-kader handal 
dan SDM yang sudah berpengalaman. Tidak banyak partai politik 
yang mempunyai infrastruktur organisasi dari pusat sampai ke 
tingkat kecamatan seperti Golkar. ''Tidak banyak partai politik 
yang mempunyai infrastruktur yang demikian kuat dan kokoh selain 
Golkar. Apalagi parpol-parpol baru, jika dibandingkan dengan PKB,  
Golkar sangat jauh. Kita mempunyai SDM yang bisa diandalkan  
kader-kader kita yang mempunyai kader teritorial dan fungsional, 
yang sekarang berjumlah 12 juta orang. Memiliki anggota sekitar 
30 juta,''kata Akbar. Menurut Akbar, Golkar juga mempunyai kader-
kader pengalaman didalam kehidupan politik dan pengalaman dalam 
pemerintahan yang telah berhasil memimpin pemerintahan RI. 
''Dapat  bayangkan dengan partai baru, parpol baru yang belum  
memiliki pengalaman didalam kehidupan politik, yang kita tidak 
tahu siapa kekuatan-kekuatan yang pendukung mereka.  
Siapa orang-orang yang nanti bisa memperkuat partai-partai itu 
bilamana mereka mendapatkan kesempatan memimpin pemerintahan,''
tegas Akbar. Selanjutnya untuk membuktikan Golkar masih merupakan  
kekuatan yang dapat dihandalkan, akan menggelar apel akbar di 
Stadion Utama Senayan pada 7 Maret yang akan datang. 
Kader Golkar yang akan dikerahkan sebanyak 150 ribu orang. 
''Dan pada 7 Meret mendatang itu, akan dijadikan hari jadinya 
Golkar. Dengan demikian, apel akbar ini tidak akan dilakukan di 
Jakarta, tetapi diseluruh wilayah tanah air ini,''katanya. 

Pada bagian lain Ketua Umum DPP Golkar yang juga Mensegneg itu 
mengajak kader Golkar untuk menepis anggapan bahwa Golkar membuat 
kehancuran. ''Tidak benar. Anggapan itu tidak betul. Banyak yang 
mendiskriditkan Golkar, namun kita harus tetap yakin dan 
mempertahankan Golkar. Karenanya, kita harus yakin terhadap 
cita-cita dan perjuangan Golkar,''ungkap Akbar. 

Dalam era reformasi ini, lanjutnya, kita ingin membangun politik 
yang demokratis. Ikut berjuang dalam proses pemulihan ekonomi, 
hukum. Hukum harus ditegakkan di atas kebenaran dan keadilan. 
Itulah inti dari reformasi Golkar dalam merupakan pembaharuan 
dan pelopor reformasi. Akbar juga menepis anggapan bahwa Golkar 
merupakan partai politik yang mempertahankan status quo. 
''Itu tidak benar. Karena Golkar juga pembaharu. Karenanya, 
hal-hal yang baik harus dipertahankan, sedang hal-hal yang 
kurang baik harus dihilangkan,''tandasnya. 
--------------------------------------------------------- 
sumber : Jawa Pos  

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke