http://kompas.com/kompas-cetak/berita-terbaru/pa03.htm

Rabu, 3 Maret 1999, 13:05 WIB 

Pangab Kirim Satu Brigade Pasukan ke Ambon 

Jakarta, Kompas

Satu brigade pasukan ABRI ditambah satu batalyon zeni tempur yang
seluruhnya berasal dari Pulau Jawa dikirim ke Ambon guna mendamaikan
perselisihan yang telah menjurus ke arah perselisihan antaragama, kata
Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto. 

"Saya telah memutuskan untuk memberangkatkan satu brigade untuk memperkuat
pasukan yang melaksanakan tugas di sana," katanya menjawab pertanyaan
wartawan sebelum Sidang Kabinet Terbatas bidang Polkam di Bina Graha,
Jakarta, Rabu. 

Pengiriman pasukan itu, katanya, dengan pertimbangan agar aparat keamanan
di daerah itu bisa "menongkrongi" setiap sudut wilayah di sana yang
pulaunya kecil-kecil, tersebar dan terpencil. 

"Ambon aman, pulau lain ada persengketaan, di sana didatangi, yang lain ada
perkelahian. Oleh karena itu lebih baik semua tempat ditongkrongi pasukan,
dan satu brigade selain satu batalyon zeni tempur saya kira sudah cukup,"
katanya. 

Batalyon yang tergabung dalam satu brigade tersebut adalah satu batalyon
Korps Marinir dari Surabaya, Batalyon 413 dari Purworejo (Jawa Tengah) dan
Batalyon 503 dari Situbondo (Jawa Timur). Batalyon Marinir sudah tiba di
Ambon sedang dua batalyon lainnya sedang dalam perjalanan. 

Brigade yang didatangkan ke Ambon seluruhnya dari Jawa, menurut Wiranto,
untuk menghindarkan kesan adanya keberpihakan secara etnis. 

"Saya tidak datangkan batalyon dari Ujungpandang," katanya sambil
menambahkan, satu batalyon dari Ujungpandang yang ada di Ambon segera
ditarik karena sudah lama bertugas di sana. 

Pangab mengatakan, tugas brigade dari Jawa itu adalah aksi damai. "Tugasnya
adalah mendamaikan, bukan untuk --katakanlah-- menyerang atau mengebiri
hak-hak dari masyarakat," kata Pangab. 

Kepada brigade tersebut Pangab meminta mereka bertindak "sangat tegas dan
keras" kepada siapa pun yang nyata-nyata melakukan tindak kriminal,
menyerang, merusak dan membakar. 

"Tembak di tempat itu adalah untuk melumpuhkan bukan untuk mematikan,"
katanya menegaskan. 

Tidak ditutup-tutupi

Pangab lebih lanjut mengatakan, pihaknya akan mengusut tuntas kejadian di
Ambon tersebut. "Saya minta diusut tuntas. Kalau memang ada aparat yang
terlibat atau memihak salah satu golongan saya minta diusut dan ditindak
secara tegas, termasuk pimpinannya," kata Pangab. 

"Saya tidak ingin upaya damai yang telah ditempuh di Ambon dinodai oleh
oknum-oknum yang nyata-nyata tidak melaksanakan tugasnya dengan baik," ujar
Jenderal berbintang empat tersebut yang juga mengakui bahwa upaya persuasif
yang sedang dilaksanakan saat ini kalah cepat dengan para provokator yang
secara sporadis tersebar di beberapa daerah. 

Menurut Pangab, provokator yang ada di Ambon itu terbagi dalam tiga
konspirasi, yaitu provokator lokal, nasional dan internasional. "Kalau
konspirasi provokator lokal, sudah ketangkap semuanya," ujar Pangab. 

Saat ini, tambahnya yang sedang diupayakan pengungkapannya adalah apakah
konspirasi lokal itu ada atau tidak keterkaitannya dengan konspirasi
provokator nasional dan internasional. "Tapi indikasi ke arah itu sudah
ada," tambahnya. 

Indikasi itu, ujar Pangab, terlihat dari hasil penangkapan orang yang
pengumpulan senjata tradisional untuk dikirim ke suatu tempat. (Ant) 





FATAL ERROR! SYSTEM HALTED! - Press any key to do nothing... 
[kj] ICQ - 23276722 
http://hey.to/kj





______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke