Toto wrote:
> Bicara masalah ambon dan agama, kayaknya koq nggak habis-habis ya. Maap,
> saya tidak mencari siapa yang benar dan salah. Karna saya pikir kalo kita
> mencari siapa yg benar & salah, nggak akan pernah habis.
Betul.. kalau kita bisa selalu berpikir "praduga tak bersalah", maka
kita tidak
akanburu-buru menyimpulkan sesuatu yang belum tentu menyelesaikan
masalah..
Kesimpulan apapun itu bisa salah dan bisa benar, tapi yang benarpun
belum
tentu menyelesaikan masalah.. katakanlah pelaku kejahatan itu ternyata
beragama
A..
itu adalah kesimpulan yang benar tapi belum tentu kejahatan itu
dilakukan dengan
latar belakang agama A, kalaupun kemudian benar (kalau) bahwa kejahatan
atau
kekerasan (atau bahkan kelembutan tapi "menikam") itu dilakukan pelaku
kejahatan
dengan
alasan agama, belum tentu penganut agama itu sendiri tidak mengecam
tindakannya...
Saya sendiri merasa sulit untuk tidak terpancing emosi melihat dan
mendengar
kekerasan
yang terjadi.. tapi jika saya marah.. maka marah saya adalah untuk si
pelaku,
jika saya mencaci, maka cacian saya adalah untuk si pelaku.. jika saya
sampai
memukul,
maka pukulan itu adalah untuk si pelaku.. bukan untuk temannya yang
kebetulan di
sebelahnya, bukan pula untuk adik atau ayahnya yang kebetulan membela
keluarganya
(biarkan mereka dalam kebutaannya sendiri untuk tidak melihat bahwa yang
dilakukan si
pelaku adalah tindak kejahatan), bukan pula untuk tetangga kampungnya,
bukan
pula
untuk teman-teman sekolahnya, bukan pula untuk orang-orang yang
kebetulan di KTP
nya satu agama dengannya... kalau anda sampai memutuskan untuk marah,
mencaci,
atau bahkan memukul, maka pukulan anda, cacian anda, pukulan anda
tujukanlah
untuk
individu yang melakukan kejahatan... dan kita harus mulai percaya pada
sistem
hukum..
untuk mewakili kita dalam menghukum si pelaku..
semoga saja yang memiliki kuasa hukum juga menjaga kepercayaan kita
padanya..
Si pelaku pun.. adalah "pelaku" menurut versi media massa.. menurut
informasi
yang
di dapat dari sumber-sumber.. yang kita sendiri tidak tahu apakah
informasi itu
benar,
ataukah bersih dari "bumbu-bumbu" kepentingan.. pernahkan kita
berpikir.. bahwa
si Pelaku adalah korban kambing hitam dari pelaku yang sebenarnya??
Sementara
kita sudah memarahi, mencaci, dan memukulinya ternyata bukan dia yang
bertindak
dan
setelah kita tahu.. kita tenang-tenang saja ngeloyor pergi...
Tapi, janganlah kita jadi orang-orang apatis.. Stand for the right and
for a
better future..
Setiap tindakan memiliki akibat.. sekecil apapun akibatnya.. usahakan
itu adalah
akibat
yang baik.. untuk masa depan kita bersama.. ajaklah semua teman kita
atau yang
memusuhi kita (bukan musuh kita karena saya tidak berharap mempunyai
musuh)
untuk
bersabar.. dan melakukan yang benar..
(belum tentu yang dianggap benar adalah yang benar), gunakan hati nurani
kita
untuk
merasakan kebenarannya.. itu adalah alat kita yang dapat dipercaya saat
ini..
jauhkan kepentingan sepihak dan sesaat.. hanya untuk menaikkan tiras di
masa
krisis yang
mungkin begitu kuat menghimpit dan membuat jeritan perut terdengar lebih
keras
daripada jeritan hati nurani..
Semoga kita semua diberi kepekaan untuk mengetahui kebenaran..
dan mampu membersihkan cermin hati nurani kita dari debu-debu
kepentingan
yang menutupinya..
-Day-
---------------------------------------------------------------
Today's notes :
+ Punyakah engkau karib?
- Ya! Dia-lah karibku
---------------------------------------------------------------
> Masalah ambon,
> masalah kita semua. Dan hanya masyarakat ambon sendiri yang bisa jadi kunci
> utama pemecahannya. Bukannya saya tidak perduli, hanya kita bisa belajar
> dari masa lalu. Membicarakan yg lalu bukan jalan keluarnya. Yang ada hanya
> saling menyalahkan dan mengumpat.
>
> Seorang kawan saya pernah bilang,"MASA LALU adalah SEJARAH, MASA DEPAN
> merupakan Misteri dan SAAT INI adalah KARUNIA". Karunia inilah yang harus
> kita jaga bersama .....
>
> p.s
> Saya berbicara sebagai individu, tidak mewakili agama manapun dan tidak
> mewakili suku/ras manapun.
>
> Toto
>
> "ANYONE IS AN ENEMY FOR A PRICE"
> [EMAIL PROTECTED],
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!