-----Original Message-----
From: Dhani Hartanto

Assalamu'alaikum..


del.

Tapi saya dengar juga DOT ini sudah merupakan permainan.

        Wah..... salah satu artifak peninggalan budaya Orba

--------------------


Dengan dibuatnya DOT, pembuat DOT ini akan menghampiri orang yang
namanya terlampir dalam DOT, kemudian memeras (meminta uang) dgn
imbalan orang tsb terhapus dari DOT. Maka dari itu DOT tidak
di-blow-up.


        Wah..... premanisme

--------------------

Yang saya kecewa, pemeras (oknum) tsb terdiri dari berbagai kalangan.
Baik
dari mahasiswa, aparat kejaksaan dan lain-lain.


        Wah.... rusak dhong Indonesia. Apakah masyarakat Indonesia
yang
        baik-baik mampu melawan premanisme total semacam itu?

--------------------

Sungguh kecewa saya mendengar berita ini. Mudah-2an bisa segera
diklarifikasi. Karena saya takutkan bila ternyata DOT jadi di-blow-up,
maka saya akan meragukan DOT tersebut.


        Meskipun mengandung cacat namun blow up kasus tersebut
        mungkin akan memunculkan protes atau klaim dari yang di
        blow up ketika mereka mengetahui bahwa ada orang lain yang
        mestinya masuk dalam kategori DOT namun tidak diumumkan.
        Namun seandainya blow up kasus tersebut tidak dilakukan maka
        sebenarnya kita memelihara perkembangbiakan KKN oleh
        premanisme total tersebut.

-------------------------

Wassalam,
DEZIG!

��





______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke