From: Rafly-Hatari's Students <[EMAIL PROTECTED]>
aku juga belum lupa waktu Buya mewajibkan para caleg nyetor sejumlah
uang ke kas partai sebelum mereka dipilih jadi caleg. Partai lain
mungkin
mempraktekkan hal serupa. Akibatnya, mereka yang mendasarkan
investasinya
dengan NPV dari cashflow gaji selama 5 tahun jadi kebakaran jenggot
kerna
mesti terkena PHK setelah 2 (hanya) tahun jadi anggota parlemen.
========================
Nah Bung, sudah jelas bukan bagaimana kefrustasian para anggota dewan
itu.
Di sisi ekonomi, mereka menghadapi situasi terminated project yang
menyebabkan rencana cash flow 5 tahun berantakan; di sisi politik
mereka menghadapi tekanan hebat bahkan tidak dipercaya lagi; dan di
sisi sosial mereka akan di cap sebagai artifak Orba. Dalam situasi
seperti itu, mereka masih diharapkan untuk berfungsi dengan baik dan
benar. He.... he... seandainya saya menempatkan diri saya sebagai
mereka rasanya koq ya frustasi berat ya Bung....
Masalahnya kemudian adalah apakah praktek semacam itu harus terulang
lagi?
salam
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!