Sdr. White Crow, Anda salah paham, saya setuju dengan posting anda. Biar jelas, saya sebetulnya mengritik posting saudara Anton. Saya mengritik saudara Anton yang agak tersinggung ketika anda menyebutkan peristiwa pemenggalan leher sebagai perbuatan barbar. kelihatan dari posting saudara Anton yang selanjutnya , yang karena tinggal di Kalimantan, lebih mengerti tentang kompleksitas masalah sebenarnya. Menurut pandangan saya , walaupun kita punya banyak penjelasan sosiologis atau apapun , jangan ragu sedikitpun untuk berkata bahwa perbuatan penyembelihan manusia adalah perbuatan barbar. Siapapun yang melakukannya . apapun alasannya. Setelah sikap tegas seperti itu barulah kita melihat kompleksitasnya , atau bagaimana pemecahannya. Tidak perlu malu mengakui bila ada warga bangsa ini yang masih barbar. Ya memang itu bangsaku sendiri. Apa mau dikata ? Salam. -----Original Message----- From: White Crow <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: Friday, March 26, 1999 1:27 PM Subject: Re: [Kuli Tinta] Inilah bangsaku == Abdullah Hasan >Saudara Abdullah, > >Saudara semestinya melihat akar masalah...sayang walaupun anda ada di >indonesia tapi nalar dengan posting saya kurang jalan..., intinya bukan >"pemenggal kepala = sikap barbar" karena dalam islam sendiri ada hukuman >pancung untuk-hukuman-hukan tertentu. Tetapi disini sikap memancung kepala >orang dan menguliti kepala untuk dibagi-bagikan dengan orang yang >memancung..itu lah yang saya maksud dengan perbuatan "barbar".... > >mohon saudara memikirkan sejenak, posting yang ingin bahas isinya di >mailling list ini.. > > > >White Crow > >----- Original Message ----- >From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> >To: <[EMAIL PROTECTED]> >Sent: Thursday, March 25, 1999 8:39 PM >Subject: Re: [Kuli Tinta] Inilah bangsaku > > >Aduh ! >Saya terkejut sekali ada pengguna komputer di dunia ini yang keberatan dan >tersinggung karena perbuatan pemenggalan kepala disebut sebagai perbuatan >barbar. Mudah2an tidak ada pengakuan lanjutan yang mengatakan bahwa beliau >itu ikut juga dalam peristiwa menjijikkan tersebut karena alasan2 tertentu >yang begini -begitu. Bisa banyak orang muntah dan pingsan. >Meskipun demikian..........Inilah bangsaku , kok terlalu picek ( buta) >hukum! >Ya Allah, Ya Tuhan .... Ampuni dan berilah petunjuk pada bangsa ini. Pada >bangsaku......... >Wassalam. > >>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan! >> >> >> >> > > >______________________________________________________________________ >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > >Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan! > > > > > >______________________________________________________________________ >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > >Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan! > > > > ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
