Malu atas Penyerangan terhadap Golkar PURBALINGGA -- Insiden penyerangan pada pendukung Golkar di Purbalingga Jumat lalu berbuntut panjang bagi fungsionaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga. Gumono, Wakil Ketua DPC PDI setempat mundur dari jabatannya. Sedangkan pihak DPC sendiri secara resmi, kemarin, juga menyatakan menyesali insiden itu sekaligus mengakui ada massa PDI Perjuangan yang berbuat tidak simpatik. ''Di tengah-tengah massa itu, memang ada massa PDI Perjuangan dilihat dari pakaiannya, yaitu merah-merah dan hitam-hitam,'' kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga Jateng, Soepyan Rahardjo. Penyesalan itu tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani Soepyan dan Sutjipto (Sekretaris) dan dibaca di hadapan Kapolda Jateng Mayjen Pol Nurfaizi saat berlangsung forum dialog parpol di pendopo Purbalingga kemarin. Hadir dalam dialog itu parpol Golkar, PPP, PDI, PDI Perjuangan, PUDI, PKB, PAN, dan lain-lain. Sedangkan pejabat yang tampak adalah Bupati Soelarno, Danrem 071/Wijayakusuma Kol Inf Muhammad Noer Muis, Pembantu Gubernur Jateng Wilayah Banyumas Sri Soebagyo, serta pejabat terkait lainnya. Soepyan menegaskan tak pernah memerintahkan satgasnya ataupun jajaran partainya melakukan penyerangan sehingga acara silaturahmi antara Ketua Umum DPP Partai Golkar dan kadernya batal. Namun kehadiran mereka, lanjut Soepyan, atas undangan DPD II Golkar. Untuk itulah partai berlambang kepala banteng ini menyesali tindakan oknum berpakaian satgas PDI Perjuangan dan massa yang bersama-sama melakukan perbuatan tidak simpatik. Soepyan mengakui persatuan di antara partai-partai di Purbalingga telah terjalin baik lewat forum komunikasi antarpartai politik (Forkap). Tentang pengunduran diri Gumono, menurut Soepyan, itu baru dinyatakan secara lisan. ''Dia (Gumono) memang orangnya halus, sehingga begitu mendengar kejadian ini langsung mengajukan pengunduran diri,'' ujar Soepyan. Gumono sampai sore kemarin belum bisa dihubungi. Soepyan membenarkan salah satu alasan mundurnya Gumono adalah karena malu. Soepyan menyayangkan langkah ini karena terkesan emosional dan tak tahu permasalahan sebenarnya. ''Barangkali kalau beliau tahu apa latar belakangnya tidak terburu mundur,'' tambahnya. Permohonan mundur Gumono, masih kata Soepyan, baru secara lisan. Tetapi dalam waktu dekat yang bersangkutan akan membuat pernyataan tertulis. ---------------------------------------------------------------- Get your free email from AltaVista at http://altavista.iname.com ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
