Ketimbang ke HWK, pergi saja ke Lenteng Agung, Sekret PDI Perjuangan. Langsung tanya sama Megawati, bagaimana sikapnya. Itu akan lebih terbuka. ------------------------Martin Manurung----------------------------- [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin ____________________________________________ "Love your enemies, do good to those who hate you" -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: 08 April 1999 6:51 Subject: [Kuli Tinta] Kisah Wanita Korban Kasus Purbalingga Republika today : Kisah Wanita Korban Kasus Purbalingga Wanita berusia 48 tahun itu tak kuasa menahan tangisnya. Ruang kerja Himpunan Wanita Karya (HWK) di Kantor DPD II Golkar Purbalingga, Jateng, hening. Sejumlah wanita yang hadir menundukkan kepala. Mereka tenggelam dalam kesedihan saat wanita beranak tiga itu terbata-bata memaparkan pelecehan yang dialaminya ketika mengikuti silaturahmi Golkar, 2 April lalu di Stadion Wasesa. ''Saya ingat betul pelakunya. Ada tiga orang lelaki yang mencopoti kaos yang saya kenakan. Mereka jelas dari orang PDI Perjuangan, karena yang warna merah bergambar Ibu Megawati,'' kisah Ny S, wanita berusia 48 tahun itu sambil sesekali menyeka air matanya. Ny S penduduk Kelurahan Purbalingga Kidul, salah satu wanita yang busananya dicopot oleh massa yang menggunakan atribut PDI Perjuangan dalam kasus Purbalingga. Ketika itu, kader-kader Golkar yang akan menghadiri apel akbar di Stadion Wisesa, diserang. Sebuah mobil dibakar. Mobil yang ditumpangi Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tanjung dirusak. Ibu setengah baya itu mengaku trauma. Ketika melewati stadion Wasesa, ia merasa sedang menonton aib yang dialaminya. Hal ini juga dialami Ny. W yang juga menjadi korban pelecehan. ''Sungguh mereka tak bermoral. Saya ingin tahu apa komentar Ibu Mega. Apa dia tak punya perasaan kewanitaan. Mengapa hanya diam saja,'' ujar wanita berusia 40 itu. Menurutnya, ia dan sejumlah wanita lain setelah kejadian itu berlindung ke Mapolres dan Gedung Pramuka. Ketika massa beratribut PDI Perjuangan menyerbu stadion Wasesa, lanjut Ny S, ia dan beberapa ibu-ibu HWK sedang bersiap-siap lari lewat pintu selatan. Tapi malang, massa lebih dahulu menguasai pintu keluar. Ibu-ibu tadi sambil menangis sempat mengiba agar tidak memperlakukan mereka semena-mena. Tapi tak digubris. Massa yang tak terkendali jika melihat kaos bewarna kuning itu meminta beberapa ibu tadi termasuk Ny S dan Ny W menanggalkan kaosnya. Semula para ibu tadi keberatan karena itu menyangkut kehormatan mereka. Tapi massa tak mau peduli, bahkan sambil mengacung-acungkan tongkat mereka tetap memaksanya. Karena dipaksa, Ny S dan Ny W akhirnya melepas kaos yang dikenakannya. ''Dalam keadaan setengah telanjang, massa masih mengejar saya,'' tutur Ny S. Untung kemudia, polisi meminjamkan jaketnya. Lain lagi yang dialami Ny H 37. Ia dengan terpaksa meloloskan kaos warna kuningnya karena diancam akan dibunuh bila tak menuruti perintah massa. Perlakukan tragis dialami D, seorang gadis berusia 18 tahun. Gadis ini pingsan karena diperlakukan tak senonoh. Dia dilarikan ke rumah sakit. Kemarin, dia lebih banyak diam dan menundukkan kepala. Keempat korban pelecehan itu kemarin mengaku telah diintimadasi oleh sejumlah pelaku untuk tidak melaporkan persoalan ini kepada polisi. Para korban pelecehan itu kemarin, tidak saja bermaksud mengetuk perasaan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati sebagai seorang wanita. Mereka meminta Megawati lebih baik dalam membina para kadernya di daerah agar kasus seperti ini tidak terjadi di daerah lain. Menurut hasil investigasi HWK, FKWG dan Al Hidayah terdapat 38 wanita yang menjadi korban pelecehan. Jumlah ini kemungkinan bisa bertambah, karena laporannya baru dari satu kecamatan yaitu Purbalingga Kota. Dari jumlah itu, 19 orang berasal dari Kelurahan Purbalingga Kidul, 13 orang dari Purbalingga Wetan dan sisanya dari beberapa kelurahan lainnya. Usia para korban bervariasi antara 18 tahun hingga 50 tahun. Ketua DPD II Golkar, Soetarto Rachmat menyebutkan, hasil laporan investigasi sementara ini akan dilaporkan ke Polres untuk ditindaklanjuti. Secara terpisah, Kapolres Letkol Pol Ipong Supomo membenarkan pihaknya sedang mengusut kasus pelecehan terhadap sejumlah wanita yang dilakukan massa beratribut PDI Perjuangan. Ia membenarkan, di antara korban ada tidak berani melapor karena khawatir akan keamanan dirinya. ---------------------------------------------------------------- Get your free email from AltaVista at http://altavista.iname.com ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan! ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
