MAKER menulis:
|>Karena itu, kita harus tetap memakai akal sehat dan kejernihan berpikir
|>untuk memilah-milah persoalan dan isu yang berkembang. Jangan lagi kita
mau
|>diadu domba dan terpancing dalam tindak-tindak kekerasan dan kerusuhan
atas
|>alasan apapun, apalagi alasan agama.
|>Pemilu nanti, jangan lagi kita berpikiran sempit untuk mau dibujuk rayu
|>memilih suatu partai yang mengeksploitasi agama untuk politik kekuasaan.
|>Ingatlah; agama bukan alat politik!
HP menulis:
|Eh, mulai kapan mahasiswa [MAKER] jadi bersikap a-demokratis?
|Kalau saudara berpendapat bahwa penggunaan simbol agama bisa
|negatif, ya boleh-boleh saja. Atau kalau saudara menghimbau
|agar tidak terjadi eksploitasi agama dalam pemilu, itu sih
|boleh-boleh saja. Tapi kalau saudara tiba-tiba mengambil
|kesimpulan AGAMA BUKAN ALAT POLITIK, wah ...nanti dulu.
|Itu menurut agama apa? Ada agama yang mengajarkan untuk
|tidak memisahkan antara kehidupan politik dengan kehidupan
|beragama. Itulah sebabnya, banyak bermunculan partai dengan
|asas agama.
|Saya yakin semua orang tak setuju dengan bentrokan antar partai.
|Dan bentrokan itu bukan hanya krn faktor agama. Saya faham
|tujuan MAKER baik, tapi dengan press release spt itu, MAKER
|mengingkari lahirnya partai-partai berasas agama. Dan itu
|tindakan anti-demokrasi. Atau MAKER punya agenda tersembunyi
|agar orang Islam tidak memilih partai Islam dan orang Kristen
|tidak memilih partai Kristen? Kalau saya, biarlah orang
|menggunakan segala cara untuk meraih dukungan sepanjang
|cara yang digunakan tidak melanggar hukum.
Komentar saya:
Saya tidak melihat MAKER mengingkari ataupun menolak partai-partai
berasaskan agama.
Penangkapan saya MAKER menolak eksploitasi ayat-ayat suci agama apapun untuk
kepentingan politik suatu partai ataupun golongan tertentu dan
mendeskreditkan partai ataupun golongan lainnya menggunakan ayat-ayat suci
secara salah ataupun sepotong-sepotong saja.
Contoh dibawah ini mungkin gambarannya:
(maaf untuk yang telah membacanya)
PEMIMPIN WANITA BOLEH JADI PRESIDEN
JAKARTA (SiaR, 4/5/99) Hasil konggres umat Islam yang menyatakan
bahwa pemimpin tidak boleh wanita dibantah oleh Guru Besar Ilmu Hadist,
Universitas Al Azhar, Kairo Prof Dr Mahmoud Shafi'e Al-Hekam. Menurutnya,
jika akhlak dan kredibilitas seorang wanita di suatu negara diakui oleh
segala lapisan
masyarakat untuk duduk sebagai presiden maka tak ada alasan untuk
engharamkannya.
Alasan strategis yang dikemukakan Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung bahwa
alasan akan berkoalisinya Partai Persatuan Pemangunan (PPP), Partai
Kebangkitan Umat(PKU) dan Partai Nahdlatul Umat (PNU) karena sama-sama
menolak jika presiden Indonesia adalah seorang wanita. Menurut Akbar,
koalisi mereka memang untuk menghadang Megawati Soekarnoputri ke kursi
Presiden.
Lewat KB Antara Kairo, Mahmoud Shafi'e Al-Hekam Senin (3/5) kemarin
memberikan bantahan pada argumentasi soal pemimpin wanita itu. Ia katakan,
"Kenapa tidak? Kalau memang dia mampu."
Pendapat senada juga dikemukakan Prof Dr Ny Nadia Abdel Hamid,
seorang guru besar sejarah Islam di Universitas Kairo. "Selama ini kita
memang
terjebak pada masalah beda pendapat soal boleh atau tidaknya wanita menjadi
pemimpin negara," ujarnya. "Tapi kenyataannya, kebanyakan pemimpin laki-laki
juga
tidak becus memimpin negara," tandasnya.
Menurut Prof Nadia, masalahnya tidak ada nash sharih atau Qath'I
(dalil definitif) baik di Al Qur'an atau pun Al Hadist yang tegas
membolehkan atau
pun mengharamkan wanita jadi pemimpin negara.
Ada pun ayat Al Qur'an yang berbunyi: Al-Rijalu Qawwamuna 'Alan Nisa (kaum
lelaki jadi pemimpin bagi kaum wanita), para ulama tersebut sependapat ayat
ini berbicara masalah rumah tangga bukan soal kepemimpinan politik. "Jadi
kurang tepat bila ayat ini dikaitkan dengan masalah kekepemimpinan negara.
Kita kerap terjebak pada pemahaman nash-nash Al Qur'an dan Hadist secara
sepotong-potong," kata Prof Al-Hekam.
Tampaknya alasan PPP, PKU dan PNU berkoalisi dengan Golkar lebih
tepat karena kursi kabinet atau kekuasaan. Hal ini senada dengan pengamatan
Dr AS Hikam yang menuduh bahwa Ketua Umum PPP Hamzah Haz dan Ketua PKU
adalah
orang Habibie.
***************************
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!