Bung Yap,
Harapan kita memang tinggal pada hasil pemilu nanti. Oleh karena itu,
marilah kita hand in hand dengan seluruh kekuatan pro reformasi yang
ada untuk memenangkan Pemilu bagi kelompok pro reformasi agar derita
tidak berkepanjangan.
Gerakan teman-teman pro reformasi, pers, dan mahasiswa di daerah
tampaknya cukup memberi harapan untuk menghambat gerakan kelompok pro
status quo dan memenangkan kelompok pro reformasi.
Tunda sementara kasus Galib dan Soeharto, dan masalah-masalah Orba
yang lain. Kita menunggu hingga simpul-simpul kekuasaan yang pro
status quo itu diganti oleh pemerintah hasil pemilu nanti.
Marilah kita tumbangkan rezim pro status quo untuk mewujudkan
cita-cita Reformasi Total.
-----Original Message-----
From: Yap C.Young <[EMAIL PROTECTED]>
Tetapi kayaknya kita memang tidak akan mendapat apa-apa, karena :
1. Disini bermain sindikat penguasa (sepertyi pengakuan Galib) yang
diback up
oleh corrupt professional, yang menghilangkan essensi dan menonjolkan
teknik
hukum.
2. Layanan phone banking memungkinkan Soeharto menghilangkan jejak
dalam waktu
singkat.
3. Tim yang independenpun masih doyan duit, apalagi 9 milyar dollar.
Dapat
sepuluh persennya saja sudah mabok menghabiskannya.
4. Yang paling lantangpun (Amin Rais) hanya menuntut dana itu
dibekukan.
Mengapa dibekukan, kan sudah ada surat kuasa pengambilan? Ya transfer
saja toh
ke BI. Ini serius apa main-main.
Ya sudahlah, begini memang nasibnya reformasi.
Dulu nggak cepet-cepet ganti anggota DPR sehingga triliunan rupiah
dimainkan
gengnya Habibie, sekarang nggak cepet ditarik dari Austria, maka
hilanglah
segalanya.
Berpikir kedepan sajalah, semoga trio FAM (Faisal Basri, Alex Litay
dan
Muhaimin Iskandar) segera merumuskan langkah strategis aliansi
PDIP-PAN-PKB
sehingga masih ada harapan, walaupun harus kerja keras untuk waktu
yang lama.
Regards,
Yap C. Young
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!