Lucu sekali. Di sebuah koran pagi terbitan Surabaya ada iklan lumayan besar, hampir seperempat halaman. Kalau iklan itu mbayar, pasti lumayan duit yang harus dikeluarkan. Lain lagi kalau itu iklan sumbangan gratis, atau diskon besar. Tetapi, ngapain koran tersebut kasih gratis untuk iklan seperti itu, yang sama sekali tak menguntungkan dirinya? Iklan itu 'cuma' ucapan selamat. yang memberi selamat adalah PEMERINTAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SURABAYA. Yang diberinya selamat adalah KOLONEL SOENARTO SUMOPRAWIRO, WALIKOTA KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SURABAYA. Jika mau dianggap gampang, itu adalah iklan yang memuji diri sendiri. Ucapan selamat bukannya tak boleh atau tak pantas. lebih-lebih ucapan selamat yang diumbar bebas melalui iklan yang lumayan gede ukurannya. mestinya, untuk ucapan selamt dengan iklan sebegitu besar, hendaknya ditujukan untuk sebuah prestasi yang extraordinary. Ucapan selamat itu adalah karena Soenarto BERHASIL TERPILIH MENJADI KETUA PORDASI, itu lho, persatuan olahraga berkuda, selain juga sebagai KETUA KONI, masing-masing untuk lingkup yang non-nasional. Aku benar-benar tak mengerti, mengapa di suasana serba sulit, prihatin, dan mesti melotot sepanjang waktu untuk mencari cara guna memperbaiki negeri ini, kok yang begituan diucapin selamat. Lha katimbang duitnya untuk masang iklan seperti itu, akan lebih baik kiranya kalau ditabung, dihemat, atau dibelikan nasi bungkus lalu ajak pasukan kuningnya bancakan. Jauh lebih ada grengsengnya untuk masyarakat kecil. Tahu sendiri, kan, yang namanya olahraga kuda-lumping itu. Itu kan olahraganya bangsanya orang sugih-sugih saja. Lebih daripada itu, aku melihat cara pemberian selamat tersebut lebih dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah buat cak narto dalam upayanya untuk menduduki jabatan kedua walikotanya. Nilai lebiyh ini ingin ditonjolkannya sedemikian rupa, sebagai sesuatu yang tidak dimiliki oleh balon lainnya. Untuk urusan tim-sukses ini, kalau di kota tersebut, ada agennya yang bisa mengatur. Cukup sediakan duit saja. Program akan diatur oleh agen tersebut. Mau dukungan dari tukang becak, sopir mikrolet, atau anak-anak kampung. Dulu agen ini juga pernah jadi tim sukses untuk gubernur di daerah yang sama. Agen itu adalah Priyo Sigit yang pernah beken sebagai duplikat Demis Rousos. Tetapi dasar yang disponsorinya itu bad-stock semua, maka ya tak pernah sampai ke ujung sukses. tapi toh Priyo Sigit sudah banyak dapat order. Sebenarnya, penyaringan balon walikota, tak cuma di kota ini, tetapi juga di hampir seluruh negeri, sudah ada perintah dari mendagri, yang dipertegas oleh gubernur. Bahwa pemilihan kepala daerah tingkat II akan dilakukan oleh DPRD hasil pemilu. Anggota DPRD yang ada sekarang sudah dianggap cacat-mental semua. Maklum, godogan dari tiga partai yang super amburadul. Tetapi, wong sudah dianggarkan cukup lumayan untuk proses penyaringan balon ini, maka ya nekad saja. Padahal sejumlah partai besar, seperti PDI-Perjuangan, sudah mewanti-wanti, bahwa proses penyaringan itu akan mubasir. Sebaik DPRD baru dilantik, kalau PDI-Perjuangan yang menang, apa ya rela kalau cak Narto yang jadi walikota. Jelas tidak. Juga kalau PAN atau PKB. Pasti mereka-mereka ini punya jago yang benar-benar jago. Dan itu pasti bukan Soenarto. GIGIH _____________________________________________________________ Do You Yahoo!? Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
