Bung Martin dan Bung Poirot, Mungkin perlu dipertegas lagi soal ketidaksetujuan anda terhadap agama jangan dijadikan alat politik itu dalam praktek. Sedikit banyak tampaknya saya punya kesamaan pendapat dengan saudara, hanya saja masih samar-samar. Bagi saya, melarang sebuah partai mengambil agama (agama apapun) sebagai sumber nilai, dasar untuk berperilaku sebuah partai politik adalah sebuah kekeliruan maha dahsyat. Artinya kita akan segera menuju pada sebuah bentuk negara sekuler, padahal pada saat ini di negeri-negeri yang sekuler sekalipun soal ini mulai dipermasalahkan kembali. Menjadikan sebuah partai politik sepenuhnya bebas nilai adalah sebuah kekeliruan umat manusia abad modern. Tetapi, menjadikan agama sekedar sebagai simbol semata tentu saja akan saya tentang habis-habisan. Berkampanye memakai ayat-ayat lantas menghujat partai politik lain dengan mengutip ayat tertentu tentu harus kita tentang. Menggunakan agama sekedar alat untuk berkuasa dan setelah berkuasa yang bersangkutan lupa pada basis agamanya harus kita lawan ! Itulah yang membuat saya tidak respek pada cara-cara kampanye PPP, dan mengagumi perilaku kampanye Partai Keadilan ! Padahal mereka sama-sama Partai Islam, tetapi ternyata cara kampanyenya berbeda sekali satu sama lain. Itu saja poin yang penting yang mungkin masih perlu kita diskusikan kembali. Salam, Iwan Martin Manurung wrote: > Bung Hercule.... ternyata kita tidak bertentangan, I'm happy with the "happy > ending" of our discussion.... > > Agama sebagai pesan moral yang menunjukkan "arah yang benar" dalam perilaku > dan teknik politik, tentu saja kita setuju... Tapi, bila agama dijadikan > simbol semata, alat dan jargon-jargon untuk kepentingan politik, itu tidak > benar dan tidak baik. > > Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin> > ____________________________________________ > Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN! > Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB) > Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED] > > -----Original Message----- > From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> > Date: 22 Mei 1999 0:43 > Subject: Re: [Kuli Tinta] Agama bukan alat politik??? > > Saudara Manurung, > Saya kira yang jadi pangkal persoalan adalah pada kata > "Alat". Bila yang saudara maksud alat disini adalah > memanipulasi agama untuk menjatuhkan pihak lain, > saya juga tidak setuju, saya pernah sampaikan hal > ini di milist lain. Tetapi kalau partai-partai itu > menggunakan agama sebagai landasan gerak juangnya, > memeng seharusnya begitu. > > Saya berterima kasih dan menghargai usaha saudara > Manurung dalam mem-fwd dan memberitahu informasi > di bawah ini. > > Salam, > Hercule Poirot: > "...If we know what we are searching for, > it is no longer mysteri..." > > ______________________________________________________________________ > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
