Semua kita senang menyaksikan hiburan dan pesta rakyat dalam menyambut
kampanye PEMILU, kributan yang ditakuti semua orang alhamdulillah tidak
terjadi dan semoga tidak akan terjadi. Apalagi beberapa pemimpin PDI
Perjuangan, PKB, PAN sudah sepakat untuk damai, ditambah lagi PPP, PK dan
PAN juga sepakat untuk itu. Biasanya kalau pemimpin ditingkat atas sudah
kompak dampak kebawahnya tentu ada.
> ----------
> From: Martin Manurung[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, May 24, 1999 12:25 PM
> To: Perspektif Mailing List
> Cc: Kuli Tinta List
> Subject: [Kuli Tinta] Saya Gembira Lihat Rakyat Bergembira
>
> Hari Minggu kemarin, saya menyempatkan diri untuk berkeliling melihat
> putaran Kampanye PDI Perjuangan... Tampak rakyat bergerombol menyambut
> iring-iringan massa PDI Perjuangan yang lewat. Mereka menari-nari,
> bernyanyi-nyanyi, tertawa dan meneriakkan yel-yel yang mereka karang
> sendiri... Bahagia sekali saya melihat senyum rakyat Indonesia; dari mulai
> di emperan toko sampai mobil-mobil (ada juga yang cukup mewah; BMW, Land
> Cruiser, dll), dari anak muda sampai orang tua.., ada juga supir Bajaj
> yang
> membongkar Bajaj-nya lalu dipakai berkeliling kota..
>
> Rakyat bergembira..!!! Suatu hal yang sangat saya idam-idamkan melalui
> proses reformasi ini.. Setelah ditindas puluhan tahun, dan khususnya untuk
> warga PDI yang dibantai dalam peristiwa 27 Juli.., mereka pantas untuk
> bergembira.., mereka bergembira merayakan eksistensinya; bahwa ternyata
> rakyat lah yang menentukan pilihannya, bukan penguasa. Melalui tahun-tahun
> yang penuh kesulitan, diterror dan dianiaya, kini rakyat menentukan
> manakah
> sesungguhnya PDI yang diakuinya... Pengakuan pemerintah itu menjadi
> kosong-melompong tak punya arti apa-apa.., rakyatlah yang menentukan.
>
> Tak ada insiden yang berarti..., tak saya cium bau "mulut mabok" seperti
> yang pernah "diprihatinkan" beberapa netters di Kuli Tinta.., tak ada yang
> meneriaki perempuan berjilbab seperti yang pernah diceritakan beberapa
> orang.., dan tak ada "kerusuhan massal" seperti yang dikhawatirkan
> "pakar-pakar". Rakyat bisa tertib, bila mereka percaya pada pemimpinnya
> dan
> pemimpinnya tidak mengadudomba rakyatnya. Rakyat bisa patuh, bila mereka
> mencintai pemimpinnya dan pemimpinnya tidak malah membantai rakyatnya
> dengan
> kekerasan militer. Seperti kata Mochtar Pabottingi, pembusukan itu ada
> pada
> negara/pemerintah, bukan rakyat.
>
> Mungkin satu-dua lampu merah dilanggar.., dan itu memang tidak dibenarkan.
> Tetapi, tentu sangat amat jauh tidak benar lagi, Golkar yang melakukan
> money
> politics melalui program JPS yang seharusnya untuk menyelamatkan rakyat
> miskin. Bila ada "pakar" yang berbicara sangat keras dalam kasus "lampu
> merah"..., seharusnya ia ratusan --bahkan ribuan-- kali lebih keras
> berbicara dalam kasus penyalahgunaan JPS oleh Golkar. Bila tidak demikian,
> maka pakar itu tak lebih daripada "ilmuwan tukang".
>
> Kebahagiaan saya yang amat sangat hari Minggu kemarin, melihat rakyat
> Indonesia bisa bergembira!!
>
>
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> ____________________________________________
> Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!