Seorang pengusaha menemui Akbar Tanjung, Ketua Umum Golkar. Dia ingin
memberi hadiah kepada Golkar sebuah mobil untuk kampanye Golkar. Akbar
sebenarnya ingin menerima, tetapi dia teringat jargon-jargon yang sudah
sering dia lontarkan sendiri, bahwa Partai Golkar adalah Golkbar Baru,
Golkar yang reformis, sehingga tidak etis menerima hadiah-hadiah seperti
itu. Apalagi isu money politics sekarang lagi ngetrend.
Akbar: "Maaf, Pak. Golkar adalah Golkar Baru yang reformis, kami tidak
biasa lagi menerima sumbangan-sumbangan seperti ini."
Pengusaha: "Saya rela memberi cuma-cuma mobil ini, Pak!"
Akbar: "Terima kasih, tetapi Golkar yang reformis tidak sudi menerima
hadiah-hadiah lagi!"
Pengusaha: "Kalau begitu saya jual dengan harga seratus ribu rupiah!"
Akbar: "Kalau begitu Golkar beli 100 unit!"

Daniel H.T.



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke