Para Internaut yang budiman,

Betul, sungguh tak adil. Dan biarkan saja seperti itu. Nggak usah diperbandingkan.
Kita maklum-maklum saja. Kalau memang prosesnya jujur, adil dan demokratis maka
silahkan Megawati ke Istana Negara. Tercapai juga ambisinya untuk kembali ke
Istana Negara, tempat yang pernah menjadi taman bermainnya waktu kecil. Mungkin
dia ingin bernostalgia dan balik ke istana. Maklumlah, istana tentu punya banyak
kenangan untuknya. Wow, keren !

Yang jelas kita harus segera ucapkan selamat untuk Megawati yang berhasil menyodok
Amien Rais dan semua calon Presiden lainnya sehingga di MPR berhasil gol menjadi
Presiden. Yang jelas kalau Megawati jadi Presiden maka Amien akan jadi pemimpin
oposisi. Sesuai dengan janjinya toh? Asyik, akhirnya kita punya pemimpin oposisi
yang jauh lebih berkelas dibandingkan presidennya. Tentu akan gayeng sekali
melihat Presiden Megawati dikritik habis-habisan lewat koran, majalah, TV dan
sebagainya itu termasuk media yang meneropong kehidupan pribadinya. Juga melihat
Presiden Megawati yang menolak diwawancarai langsung oleh media massa atau diajak
berdebat di depan umum oleh para pemimpin oposisi.

Coba, saya mau lihat apakah Presiden Megawati akan tahan dihujat terus-menerus dan
tidak membreidel media massa yang menghujat dia ? Saya mau lihat apakah
Menteri-menteri yang diangkat olehnya mampu dalam enam bulan menyelesaikan krisis
ekonomi sebagaimana yang dijanjikan semua juru kampanye PDI Perjuangan dalam
setiap kampanyenya ? Saya mau lihat apakah MPR yang kini bersidang sedikitnya satu
tahun sekali itu bisa bertahan untuk tidak melakukan impeachment terhadap Kepala
Negara ?

Kalau Amien Rais kalah dan benar-benar batal jadi Presiden RI serta menjadi
pemimpin oposisi maka pada saat itulah kita bisa punya pengalaman bagaimana
menjadi oposisi yang baik. Dan karena Megawati yang menjadi Presiden maka sederet
besar partai Islam yang sejak pagi-pagi tidak mendukung Presiden dari kalangan
wanita pasti juga akan ikut menjadi oposisi.

Kabinet Megawati saya ramalkan akan didukung oleh PKB, PDI Perjuangan sendiri,
ABRI, PKP dan kelompok nasionalis lainnya. Perilaku mereka harus kita awasi terus
agar tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme. Kalau Megawati kemudian
menempuh cara-cara otoriter seperti bapaknya karena gerah menghadapi kritik dari
rakyatnya maka ayo kita kerahkan sejuta massa lagi untuk menumbangkan dirinya.
Nggak perlu lagi menunggu Pemilu 2004.

Gimana, dengan bayangan seperti itu ? Siap nggak kita. Kalau siap, ya ayo. Monggoh
saja Presiden Megawati melenggang ke Istana negara. Hanya saja hitung-hitungannya
sekarang berapa lama dia tahan mendengar kritikan, hujatan dan cercaan lewat media
massa atas tindak tanduknya sebagai Presiden dan kepala negara. Apalagi kalau
ternyata orang-orang PDI Perjuangan lantas
melakukan balas dendam politik, wah lebih ngeri lagi. Mudah-mudahan nggak terjadi,
karena itu sulit saya bayangkan.

(Mendadak daku terbangun ..... oh cuma mimpi toh. Alhamdulillah !)

[EMAIL PROTECTED] wrote:

> Membandingkan Amien Rais dan Megawati, sungguh tak adil. Dibandingkan dengan
> Ratna Sarumpaet, Nusrsyahbani Katjasungkana, Budiman Sudjatmiko atau Rama
> Pratama, Karlina Leksono, Mari E. Pangestu saja, Megawati sudah pasti
> kedodoran.
>
> Tetapi ada yang mereka semua tak miliki, tetapi ada pada Mega.
> 1. Bapaknya seorang Proklamator Tercinta.
> 2. Tahu diri.
>
> Saya sendiri-- terlepas dari kedunguan dan ketololan Mega sebagai pemimpin --
> akan menghormati PDI-P yang akan memenangkan Pemilu 1999. Kita harus
> menghormati pilihan rakyat, suka atau tidak atas hasil pemilu ini. Mega jadi
> Presiden Ke-4 RI, karenanya, juga tak bakal tertahankan.
>
> Mayoritas rakyat Indonesia adalah berpendidikan non universitas, setingkat
> SMP lah. Rakyat Indonesia pasti akan memilih partai atau pemimpin partainya
> yang level pendidikan dan intelektualitasnya sama dengan mayoritas rakyat itu.
>
> Tetapi bung!, sekali lagi, kita harus hormati apa pun hasil pemilu. Biarkan
> PDI-P menang dan mengurus negara bersama Presiden (Feodalisme) Megawati
> Soekarno. Betapa pun demokrasi melahirkan kelucuan, ketololan, kedunguan dan
> kenaifan-- barangkali itu cuma proses sementara saja. Lebih baik negara ini
> diurus sama orang bodoh atau preman dibandingkan sama tentara.
>
> salam,
> ramadhan
>
> In a message dated 5/26/99 2:11:32 PM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED]
> writes:
>
> <<
>  >SIAPA PRESIDEN RI KE-4 YANG ANDA PILIH
>  >>
>  >> ( PERBANDINGAN ) AMIEN RAIS - MEGAWATI
>  >>
>  >> 1.Pendidikan Formal
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * S-1 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM
>  >> * Sarjana Muda Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
>  >> * S-2 Ilmu Politik University of Notre Dame USA
>  >> * S-3 (Doktor) Ilmu Politik University of Chicago dengan desertasi
>  >tentang
>  >> "Gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir"
>  >> * Pernah setahun kuliah di Al-Azhar , Kairo (di Departemen Bahasa)
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * SMA
>  >>
>  >> 2. Karya Tulis
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Cakrawala Islam (1987), Politik dan Pemerintahan di Timur Tengah, Tugas
>  >> Cendekiawan Muslim, Keajaiban Kekuasaan(1994), Moralitas Politik
>  >> Muhammadiyah (1995), Puasa dan Keunggulan Kehidupan Rohani (1996)
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * Tidak ada
>  >>
>  >> 3. Pekerjaan
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Dosen Universitas Gajah Mada (UGM) jurusan Politik (sekaligus sebagai
>  >> ketua jurusan Hubungan Internasional FISIP UGM)
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >>
>  >> *Ibu rumah tangga
>  >>
>  >> 4. Organisasi yang membesarkan
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> *Muhammadiyah
>  >> *ICMI
>  >>
>  >> MEGAWATI
>  >> * PDI
>  >>
>  >> 5. Penghargaan yang pernah didapat
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * "Tokoh Reformasi" dari mahasiswa
>  >> * "Tokoh Tahun Ini" dari majalah Ummat
>  >> * "Bapak Reformasi Indonesia" dari seniman Yogyakarta
>  >> * "UII Award" dari Universitas Islam Indonesia
>  >> * Bintang Mahaputra RI ( namun ditolak )
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * Tidak ada
>  >>
>  >> 6. Golongan yang mendukung
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Semua lapisan masyarakat
>  >> * Kaum intelektual
>  >> * Semua agama
>  >> * Alim ulama
>  >> * Mahasiswa
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * Kaum sosialis dan kiri baru (termasuk sisa-sisa PKI)
>  >> * Masyarakat non intelektual
>  >> * Kaum Nasionalis
>  >> * Kaum sekuler (yang tidak menginginkan Islam/agama diikutsertakan dalam
>  >> pelaksanaan pemerintahan)
>  >> * Luar negeri (Amerika Serikat /USA)
>  >>
>  >> 7. Tokoh yang mendampingi
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Prof Dr. Syafi'i Ma'arif
>  >> * DR. Faisal Basri
>  >> * A. M. Fatwa
>  >> * Junus Yahya
>  >> * DR. Dawam Rahardjo
>  >> * Christianto Wibisono
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * Alex Litay
>  >> * Yakob Nuwawea
>  >> * Kwik Gian Gie
>  >> * Laksamana Sukardi
>  >> * Aberson Malaiholo
>  >>
>  >> 8. Kwalitas Keagamaan
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Tamatan pesantren
>  >> * Menguasai bahasa Arab dan biasa menjadi khotib dan penceramah di
>  >> masjid-masjid.
>  >> * Selama 8 tahun selalu puasa Senin-Kamis
>  >> * Senantiasa sholat malam (tahajud)
>  >> * Membaca Al-Qur'an setiap hari (Ia selalu membawa Qur'an kecil didalam
>  >> tasnya)
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * Masyarakat selama ini tidak mengetahui dan melihat kedekatan dan
>  >> pemahamannya kepada agamanya (Islam)
>  >>
>  >> 9. Faktor yang membesarkan
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Kebesaran Muhammadiyah yang dipimpinnya
>  >> * Kegigihan dan keistiqomahannya beramar-ma'ruf nahi munkar seperti dalam
>  >> kasus Busang dan Freeport
>  >> * Keberaniannya mengusulkan dengan lantang agar  Soeharto diganti pada
>  >> saat
>  >> tokoh-tokoh yang lain diam
>  >> * Ide-idenya yang selalu berpengaruh terhadap perpolitikan nasional
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * Nama besar ayahnya Soekarno
>  >> * Dukungan media massa pro Megawati, seperti : Megapos, Inti Jaya,
>  >> Sentana,
>  >> Merdeka, Detak, Suara Pembaruan, Aksi,
>  >> Reformasi, dll.
>  >> * Kesewenang-wenangan Rezim Soeharto sehingga mendapatkan empati dari
>  >> masyarakat
>  >> * Dukungan dana dari luar negeri, terutama Amerika Serikat
>  >>
>  >> 10. Peran dalam menumbangkan Soeharto
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Sejak 1993 sudah menyuarakan isu pergantian pimpinan nasional.
>  >> * Menyatakan bahwa MPR berlaku zalim jika pada sidang umum MPR 1998 tetap
>  >> memilih Soeharto.
>  >> * Pidato-pidato politiknya yang "Anti Soeharto" dinilai banyak kalangan
>  >> sangat berperan dalam mendorong gerakan mahasiswa    untukmenggulingan
>  >> pemerintahan soeharto. Karenanya, mahasiswa menobatkan dirinya sebagai
>  >> "TOKOH REFORMASI"
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * Sepanjang bergulirnya reformasi banyak pihak yang menilai Mega diam
>  >> seribu
>  >> bahasa, hingga seorang tokoh prodemokrasi,
>  >> Goenawan Mohamad, menilainya mungkin Megawati sudah ketinggalan kereta.
>  >> Beberapa pengamat juga mengatakan Mega
>  >> tidak ikut andil dalam menjatuhkan rezimSoeharto.
>  >>
>  >> * Alasan yang dipakai oleh Megawati adalah "Diam bukan berarti takut,
>  >tapi
>  >> diam adalah emas" (tepatkah pepatah tsb.?.....)
>  >>
>  >> 11. Kepribadian
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Tegas dan berani dalam mempertahankan sikapnya (konsisten), (ia menolak
>  >> ditawarkan menjadi anggota DPR pada masa      ORBA
>  >> * Sederhana dan tawadhu
>  >> * Cerdas (Ia adalah pakar politik)
>  >> * Cepat tanggap dan perhatian terhadap masalah bangsa dan rakyat.
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * Banyak kalangan yang menilai Megawati adalah sosok pemimpin yang egois
>  >> karena pernyataan-pernyataannya hanya untuk    kepentingan kelompoknya
>  >> saja.
>  >> * Kurang tanggap
>  >> * Tingkat kecerdasan biasa-biasa saja.
>  >>
>  >> 12. Sikap terhadap bekas Presiden Soeharto
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Jika Soeharto dan keluarganya  mau diusut tuntas , dan bersedia
>  >> mengembalikan kekayaannya yang mungkin diperoleh     secara tidak benar
>  >> kepada negara dan rakyat Indonesia, Amin mengajak kepada semua pihak mau
>  >> memaafkan Soeharto.
>  >> * Ia juga meminta kepada pemerintahan Habibie agar membekukan seluruh
>  >> yayasan yang dipimpin Soeharto.
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * Tidak menyatakan pendapat apapun.
>  >> * Meminta kepada masyarakat untuk tidak menghujat dan mencemooh bekas
>  >> Presiden Soeharto
>  >>
>  >> 13. Sikap terhadap pendukunganya
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Mau memenuhi undangan-undangan para pendukungnya walau sampai kedaerah
>  >> terpencil sekalipun. Di depan pendukungnya
>  >> ia selalu menegaskan pentingnya reformasi di segala bidang. Untuk
>  >> mendukung
>  >> reformasi menyeluruh, Amien berkata, "Kita
>  >> jangan sampai kalah stamina dengan Soeharto"
>  >> * Pada masa-masa kritis, misalnya pada kasus rencana pengerahan massa
>  >> tanggal 20 Mei 1998, dengan besar hati Amien mencegah mereka untuk
>  >> menghindari kerusuhan dan bentrokan dengan aparat, meski dengan resiko
>  >> sedikit mengecewakan mereka. Saat itu Amien menyadari bahwa dirinyalah
>  >> yang
>  >> bertangung jawab atas apa pun yang terjadi, termasuk jika ada
>  >pertumpahan
>  >> darah dan jatuhnya korban  jiwa (lihatlah rasa tanggung jawab dan
>  >> perhatiannya terhadap massa pendukungnya)
>  >>
>  >>  MEGAWATI :
>  >> * Mau memenuhi undangan-undangan mereka. Di depan massanya ia
>  >> selalumeneriakkan yel "Hidup PDI Perjuangan" dan menegaskan pentingnya
>  >> menumbuhkan semangat Bung karno. "Kalau bangsa ini meninggalkan roh Bung
>  >> Karno, maka kita akan tergelincir pada perpecahan", katanya
>  >> * Pada masa-masa kritis, misalnya baru-baru ini, saat PDI Soerjadi
>  >> menyelenggarakan kongres di Palu, Mega tidak menginstruksikan massanya
>  >> untuk
>  >> menghadang jalannya kongres, tetapi tidak mencegah mereka yang ingin
>  >> menggagalkan kongres. Namun terhadap kerusuhan yang terjadi, Mega merasa
>  >> tidak perlu bertanggung jawab. Menurut dia, yang bertanggung jawab adalah
>  >> pemerintah, baik pusat maupun daerah, padahal bila Megawati melarang
>  >> massanya menghadang kongres PDI di
>  >> Palu, pastilah korban cidera tidak  akan terjadi. Baginya kerusuhan yang
>  >> mengakibatkan beberapa orang cidera itu (baik yang pro Mega maupun yang
>  >> pro
>  >> Surjadi) akibat pemerintah yang mengizinkan kongres
>  >>
>  >> 14. Sikap terhadap pemerintahan Habibie
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Tidak menentang dan tidak juga mendukung (wait and see), tapi memberi
>  >> kesempatan dalam jangka waktu tertentu kepada Habibie sebagai
>  >pemerintahan
>  >> yang sah untuk mengatasi krisis. Sikapnya ini menunjukkan tingkat
>  >> kedewasaan
>  >> dan ketulusan Amien dalam memperjuangkan reformasi, padahal saat itu ia
>  >> mendapatkan dukungan penuh masyarakat untuk menjadi presiden setelah
>  >> berhasil menurunkan Soeharto.
>  >> * Menyatakan bahwa pemerintahan Habibie hanyalah transisi(sementara), dan
>  >> meminta kepada Habibie agar melepaskan diri daripengaruh bekas presiden
>  >> Soeharto
>  >> * Bersama tokoh-tokoh proreformasi lainnya ia bersedia datang menemui
>  >> Habibie di kediamannya untuk memberi masukan sambil menyatakan diri
>  >> sebagai
>  >> oposisi (sparing partner) yang saling mengoreksi satu sama lain
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * Tidak mengakui keabsahan pemerintahan Habibie.
>  >> * Bersikap tidak konsisten, ia menolak keabsahan pemerintahan Habibie,
>  >> tetapi ingin mendapatkan pengakuan dari Habibie sebagai PDI yang sah.
>  >>
>  >> * Menilai reformasi yang dilakukan oleh Habibie hanya setengah hati
>  >>
>  >> 15. Program utama jika terpilih menjadi presiden
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Mengamankan kekayaan alam sesuai UUD'45
>  >> * Secara bertahap mendirikan pemerintahan yang bersih dan berwibawa
>  >> * Restrukturisasi ekonomi (penyusunan kembali kebijaksanaan ekonomi)
>  >> * Menciutkan gap (jarak) kaya-miskin
>  >> * Mempertahankan Bhineka Tunggal Ika guna mencegah disintegrasi
>  >> (perpecahan)
>  >> bangsa, seraya mengajak mendiskusikan kemungkinan federalisme (negara
>  >> bagian)
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * Belum pernah menyatakan secara gamblang dan terbuka program-program apa
>  >> saja yang hendak ditempuhnya jika kelak terpilihmenjadi presiden.
>  >>
>  >> 16. Catatan sejarah berdirinya partai
>  >>
>  >> AMIEN RAIS :
>  >> * Amien menginginkan partai yang terbuka ( PAN ) untuk semua kalangan,
>  >> tidak
>  >> membedakan agama, ras, maupun suku tetapi tetap memberikan komposisi yang
>  >> seimbang dalam kepengurusan maupun arah kebijaksanaan partai sesuai
>  >dengan
>  >> komposisi jumlah masyarakat Indonesia. Karena umat Islam yang mayoritas
>  >> tentu arah kebijaksanaan partai tentulah lebih tertuju kepada memenuhi
>  >> aspirasi umat Islam, namun jelas tidak mematikan aspirasi umat lain.
>  >> Karena
>  >> prinsip Islam adalah rahmatan lil alamin
>  >>
>  >> MEGAWATI :
>  >> * PDI seperti juga PPP dan Golkar adalah bentukan dari kebijaksanaan
>  >> pemerintahan ORBA yang tidak menginginkan banyak partai.
>  >> * Partai-partai yang berfusi (melebur) ke dalam PDI adalah adalah
>  >> partai-partai yang bersifat sekuler/nasionalis dan di luar Islam,
>  >> yaitu:
>  >> 1. PNI (Partai Nasional Indonesia)
>  >> 2. Parkindo (Partai Kristen Indonesia)
>  >> 3. Partai Katolik
>  >> 4. MURBA
>  >> 5. IPKI
>  >
>  >
>
>
>  kj:-)
>  http://hey.to/kj
>   >>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!


Kirim email ke