Kamis, 10 Juni 1999 Pemeriksaan Sekjen PAN Selesai Pk. 12.00: 'Habibie Marah oleh Komentar Saya' Reporter Nurul Hidayati detikcom, Jakarta. Pemeriksaan terhadap Sekjen PAN Faisal Basri di Mabes Polri, selesai tepat pukul 12.00 WIB. Menurut kabar yang diterima Faisal, pemeriksaan ini karena Presiden BJ Habibie marah oleh komentarnya. "Desas-desus yang saya terima, sumber kasus pemanggilan saya ini karena Habibie marah terhadap komentar saya di koran," kata Faisal usai pemeriksaan, Kamis (10/6/1999). Faisal diperiksa selama tiga jam sejak pukul 9.00 WIB. Menurut Faisal, dia diperiksa dengan delapan pertanyaan. Dari jumlah pertanyaan itu, yang substansial ada tiga pertanyaan. Pertama tentang komentarnya di Harian Rakyat Merdeka pada 11 Mei 1999 lalu, yang mana Faisal menyatakan bahwa reformasi adalah konyol. Kedua tentang pernyataan bahwa Habibie tak tahu diri mau dicalonkan jadi presiden lagi, dan pertanyaan soal kewajaran Habibie dicalonkan Golkar seperti halnya Amien Rais dicalonkan PAN sebagai Presiden. Faisal dalam pemeriksaan itu didampingi pengurus PB PAN M Arinta W (bukan pengacara seperti berita sebelumnya), dan para pengacaranya Hamid Husein SH, Herman Kadir SH, dan Adang Suharjo SH. Sedangkan pemeriksanya adalah sebuah tim yang dipimpin Letkol Pol Jeldi Ramadhan dari Kabag Analisa dan Evaluasi (Anev) Ditserse Mabes Polri. Menurut Faisal, adalah benar bahwa merupakan hak setiap parpol mencalonkan calonnya menjadi Presiden. "Tapi demi keselamatan bangsa, sebaiknya dihindari pencalonan Habibie agar tak menimbulkan konflik. Sebab kredibilas Habibie rendah. Saya hanya menyampaikan imbauan moral," katanya. Menurutnya, semua yang diungkapkan bulan lalu itu mestinya tak menimbulkan kemarahan sebab dia hanya mengatakan demi kemaslahatan bangsa. "Menurut saya, demi kemaslahatan bangsa Orba memang harus diberangus untuk tetap tegaknya reformasi," katanya. Bila reformasi masih dilakukan oleh orang Orba, menurut Faisal itu akan tersendat. "Apa salah kalau saya bilang reformasi itu konyol?" katanya. Menurutnya, sebaiknya Habibie mundur sekarang, karena bagian dari Orba, dan ada indikasi terlibat KKN. Kalau masih menjabat Presiden, kata Faisal, akan menimbulkan konflik of interest sehingga reformasi tak lancar. Apakah pemanggilan Anda ini ada motif politis? "Tentu saja. Saya sih welcome saja dipanggil, itu sudh sikap politik pribadi saya," tambah Feisal yang tetap dengan 'perangkat khasnya' menggendong tas ransel yang di dalamnya selalu ada guntingan kuku. Sampai dengan hari ini, kata Faisal, statusnya masih sebagai saksi. "Tapi saya bisa ditingkatkan sebagai tersangka bila kasus saya terus diolah di Polri," tambahnya. Ketika ditanya siapa yang melaporkannya, Faisal tak tahu. Yang pasti, pihak Polri mengatakan pemanggilan ini sebagai sikap proaktif Polri terhadap setiap masalah. Dan, lagi sebagai saksi, Faisal pun tak dibolehkan melihat atau BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999 ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
