Ghalib, perpanjang rasa sakit Ibarat sakit, maka si Ghalieb, yang sedemikian rupa ingin dihormati dan menganggap instansinya harus di atas segala-galanya, tak ingin cepat dan praktis supaya segera terlepas dari rasa sakit itu. Ia ingin berpanjang-panjang merasakan rasa sakit tersebut, yang diam-diam dirasakan sangat nikmat. Ibarat gatel, enak kan, kalau digaruk-garuk saja? Apa yang terpampang sebagai data yang dimiliki oleh ICW sudah bisa diyakini validitasnya. Antara lain terbukti dari reaksi Ghalieb tersebut, yang justru mempersoalkan soal 'pencemaran nama baik', 'penyebaran rahasia bank', yang sama sekali di luar soal 'mari kita uji kebenaran data tersebut'. Ghalieb sudah terbukti berkali-kali belepotan, antara lain soal pengakuan bahwa yang disebut-sebut kasus 'telepon bocor' itu bukan dirinya. Belakangan, HBB sendiri mengaku memang iya, dan Ghalieb itu, mana pernah mengubah pengakuannya. Diem-diem aja dia. Yang sekarang ini pun dia coba begitu lagi, seperti dibilang tidak mencekal wartawan. Kini, rasa sakit itu lebih diperpanjang, bahkan dengan resiko malu-nan-sirri yang membuat 'kemaluan'-nya semakin besar. Coba, apa tidak semakin blangsak, kalau pemerintah minta auditor besar, yang antara lain ada orang asingnya segala, untuk memeriksa rekeningnya. Mana masih minggu depan lagi. Gatel, memang enak kalau digaruk. Tapi kalau gatelnya itu karena 'sipilis yang sudah meruyak', keenakan digaruk akan semakin membuat sakit itu makin lama makin membuatnya mengantarkan ke alam lain. GIGIH _________________________________________________________ Do You Yahoo!? Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
