> Kenapa Saya dan mungkin anda berani menyimpulkan bahwa PDIP/Megawati itu
> adalah Non-reformis, tidak lain dan tidak bukan karena statement-statement
> dari Mega sendiri yang menyatakan :
> 1. Tidak Akan mengadili Suharto
Sorry nih, rasanya koq nggak pernah tau ucapan itu diucapkan mega ya?
> 2. Tidak Akan mempermasalahkan dwi-fungsi ABRI/TNI
Bagaimana pertimbangannya, melakukan perubahan yang sangat revolusioner
dengan langsung mengembalikan ABRI ke baraknya dengan kondisi sosial yang
seperti ini tanpa melewati proses waktu...atau dengan proses waktu?
> 3. Menentang ide Negara Federal/otonomi
Emangnya dengan ketidaksamaan ide tentang bentuk pemerintahan seperti ide
Anda, bisa langsung dikatakan nggak reformis?
> 4. Tidak Akan mengamandemen UUD 1945
Dari dulu saya juga pikir-pikir bagian mana ya dari UUD45 yang perlu dirubah
dan kenapa?
> 5. Tim-tim merupakan bagian dari Indonesia.
Lho, emangnya Anda setuju timtim dilepas saja? Kenapa? Anti Integrasi nih
ye...tapi ya mbok jangan katain yang ingin pertahankan timtim (pro
integrasi) itu anti reformasi dong, kecuali jika itu ditempuh lewat
cara-cara yang sangat bertentangan dengan HAM dan melanggar hak pilih warga
timtim.
> Dan, point-point ini jelas merupakan tema-tema sentral dari Orde Baru, dan
> mungkin juga(semoga tidak) akan menjadi tema sentral pada orde yang lebih
> baru (Pemerintahan Hasil Pemilu).
>
> Terlepas dari semua itu saya yakin tidak semua tokoh-tokoh PDIP itu adalah
> Non-reformis, masih ada pakar hukum seperti Prof. Dimyati Hartono, saya
> yakin beliau secara sadar pun akan mengerti apa sebenarnya masalah besar
> konstitusional dan Sistem Hukum Indonesia.
Kenapa berpikir terbalik seperti itu? Justru karena banyaknya pakar di PDIP
yang secara sadar mengerti dan tahu tentang masalah-masalah besar bukan saja
dari sisi hukum, tetapi juga di segala bidang, maka kita seharusnya (paling
tidak) lebih diyakinkan untuk mempercayai bahwa PDIP lebih dapat melakukan
reformasi dan PDIP adalah partai yang PROREFORMASI.
Saya pikir reformasi itu tidak se'cetek'(dangkal) hanya sebatas janji atau
program partai, tetapi adalah lebih merupakan sikap moral dan cara pikir
yang akan membawa bangsa ini menjadi kondusif untuk melakukan
perubahan-perubahan yang positif dalam proses pembentukan ke-madani-annya,
yang mana suasana kondusif itu tidak pernah ada dijaman ORBA karena tajamnya
bayonet dan kejinya babe.
salam.
ttk
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!