Saya setuju bahwa kita harus lebih menitik beratkan lagi arah pembangunan pada sektor pertanian terlebih dahulu disamping sektor penting lainnya seperti kesehatan, pendidikan, olahraga dan kebudayaan, disamping sektor penunjangnya seperti industri yang mendukung. Ibaratnya biarlah kita semua jalan kaki dulu karena tak punya mobil pribadi namun punya makanan yang cukup dan bergizi tinggi. Karena hal tersebutlah (kesehatan tubuh yang prima) adalah modal awal untuk bisa ikut berpacu dengan kemajuan teknologi. Habibie bisa jadi ahli pesawat karena dia cukup makan. Coba kalau dia masih harus memikirkan apa bisa makan ya hari ini maka dia tidak akan sempat untuk meneliti sehingga mungkin tidak akan pernah bisa jadi professor. Hercule Poirot wrote : 4. Hentikan konversi lahan subur menjadi tempat pemukiman dan areal industry. Menurut ilmu pertanian, lahan yang paling subur di Indonesia itu adalah Jawa dan Bali, disusul Sulsel. Karena di tempat-tempat itulah, banyak gunung berapi yang masih aktif. Tapi di Jawa, pengembang sepertinya tak terkendali. Lahan-lahan sawah berigasi teknis malah dijadikan perumahan. Ini harus segera dihentikan. Kalau mau bangun rumah, gunakan lahan yang tidak subur. Kalau tidak segera dihentikan, Indonesia akan selalu kekurangan beras. Penduduk tambah, lahan untuk produksi menciut. Setuju ......saya kira ini akan berkait dengan proyek Departemen Transmigrasi. Yang harus diprioritaskan adalah transmigrasi pabrik dan pemukiman diiringi dengan institusi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan warga lokal untuk ikut berkiprah dalam produksi industri tersebut ke daerah-daerah yang kurang subur. Sementara daerah Jawa yang subur dikembalikan lagi fungsinya sebagai daerah lumbung padi Indonesia. Tentu transmigrasi petani ke daerah yang memungkinkan produksi pangan tetap harus dikerjakan untuk mengoptimalkan potensi kita dalam produksi hasil bumi seperti contohnya kelompok transmigran Bali dan Sunda di Sulawesi Tengah yang kelihatan berhasil ( sayurannya segar dan lezat, terutama akar kuning alias wortelnya....ehm sedap.....salam buat petani di Kebun Kopi, bagaimana kabar anda semua saat ini.....) Hercule Poirot : Pemerintah Orba jadi panik saat Indo kekurangan beras, shg membabi buta buka lahan gambut. Siapa pun kalau dia orang pertanian yang waras, lahan gambut di Kalimantan itu tak cocok untuk padi. Tapi dasar pemerintah diktator, mana mau dengar nasihat para ilmuwan (UGM+IPB). Apalagi dalam proyek lahan gambut itu tersembunyi uang milyaran rupiah. Setuju lagi ......Tapi enaknya daerah Kalimantan terutama yang berawa itu diarahkan untuk apa ya....biar produktif. Soalnya mau bikin jalan saja susah banget pakai harus dilapisi plastik segala......mau bikin rumah juga susah ...apalagi kayu ulin yang terkenal tahan air sudah mulai mulai langka akibat penanaman yang ketinggalan kereta dibandingkan penebangannya (PR buat Kehutanan). Atau mau dibikin untuk budidaya ikan? Terutama ikan gabus yang juga sudah diekspor Thailand dalam kemasan beku. Ayo....pakar Perikanan PR nih PR .....Kita perlu produksi ikan yang lebih banyak lagi biar bisa dikonsumsi semua orang di Indonesia setiap hari sehingga tumbuh anak-anak yang cerdas karena cukup gizi. Yang juga cukup penting adalah pembangunan industri mesin-mesin pertanian dan penunjang lainnya seperti pupuk dsb. Ada yang bisa menggambarkan bagaimana sih kondisi industri mesin pertanian di negara kita sekarang ini? Benar-benar masih NOL alias semuanya harus diimpor atau sudah ada embryonya? Dan apa saja kendala pengembangannya? ( dan cara mengatasinya sekalian kalau bisa ). Pemasyarakatan mesin pertanian (selain meningkatkan nilai jual hasil pertanian) akan menarik generasi muda untuk mau terjun sebagai petani dan tidak ramai-ramai pergi ke kota meninggalkan tanahnya tidak diurus di desa. Tanah-tanah yang tidak digarap dengan semestinya itu jugalah yang antara lain "memudahkan" para pengembang mengalihkan fungsinya menjadi perumahan, pabrik dan bahkan lapangan golf. ____________________________________________________________________ Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1 ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
