Siapa pun tidak bisa membantah kebenaran apa yang anda tuliskan. Menjadi
seorang ibu adalah pekerjaan mulia dan tidak gampang. Yang menjadi masalah,
sering kali karena ini pekerjaan yang mulia, kata 'mulia' ini dijadikan
alasan untuk menekan pihak perempuan untuk tidak berkarir. Apapun pekerjaan
yang dipilih, hendaknya berdasarkan pilihan sendiri, tanpa ada paksaan
maupun pengaruh dari pihak luar, termasuk budaya.

Yang menarik, mengapa hanya 'ibu' yang dianggap sebagai pekerjaan yang
mulia? Apakah pekerjaan sebagai 'bapak' tidak mulia? Belum pernah saya
mendengar kalimat :

"Pak, bapak tinggal di rumah saja mengurus anak-anak, biar ibu yang cari
uang.. Toh gaji ibu cukup buat biaya hidup sekeluarga.."

Saya teringat pada buku pelajaran bahasa Indonesia untuk SD yang dulu saya
pelajari.. Mungkin ada di antara anggota milis ini yang juga ingat.

Ini Budi
Ini ibu Budi
Ini ayah Budi
Budi pergi ke sekolah
Ayah pergi ke kantor
Ibu pergi ke pasar

Kak Andi membantu ayah
Ima membantu ibu di dapur
Iwan bermain kelereng

pertanyaan: Apakah Ima tidak dapat membantu ayah?
                   Apakah kak Andi tidak dapat membantu ibu di dapur?
                   Apakah ayah tidak bisa membantu ibu di dapur?

                  Apakah ayah tidak pernah ke pasar?
                  Apakah tidak ada ibu yang pernah ke kantor?

salam

ita

-----Original Message-----
From: Sari - <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: s�bado, 12 de junio de 1999 12:26
Subject: [Kuli Tinta] USULAN REFORMASI : Peran Perempuan


.... deleted



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke