USULAN REFORMASI : Politik Iya....iya.....ngalah nih ....... Karena semuanya sedang hobi ngomong politik .....ikut-ikutan sebentar ah ........... Topik pembicaraan utama soal politik adalah siapa presiden berikutnya? Fakta : Tidak ada calon presiden partai politik yang didukung oleh semua golongan. Masing-masing ngotot dengan calonnya sendiri-sendiri. Kemungkinan tidak ada partai yang mencapai suara mayoritas lebih dari 50% sehingga terpaksa berkoalisi Koalisi yang berujung pada pembagian kursi menteri ditakutkan akan menyulitkan presiden untuk mengatur para menterinya. Kabinet koalisi juga rentan karena bisa-bisa bubar ditengah jalan karena anggota koalisi menarik dukungannya seperti contoh kasus di India. Tambahan dari hasil beberapa pooling sering terlihat adanya ketidaksamaan partai pilihan dengan presiden idaman. Ide untuk melakukan pemilihan presiden secara langsung yang rasanya disambut baik oleh semua golongan. Kalau biaya bikin pemilu lagi nggak ada ya sementara anggota MPR bisa milih capres bertingkat saja. Misalnya dari sekian calon maka 2 calon teratas yang mendapat suara paling banyak dipilih ulang lagi oleh anggota MPR tersebut. Salah satunya kan pasti dapat suara lebih dari 50%. Namun pemilihan presiden oleh anggota MPR ini pasti masih bias dengan koalisi bila tak ada partai pemenang mayoritas (>50%). Karena itu kalau kita semua setuju maka pemilihan presiden secara langsung tersebut bisa saja dilaksanakan tahun depan tidak usah menunggu tahun 2004. Kecuali kalau partai politik kita bisa secara arif melalui anggota MPR memilih presiden dan semua orang bisa menerima pilihan tersebut. Bila tidak demikian dan terjadi kebuntuan maka anggota MPR mendatang bisa ditugaskan untuk memilih kandidat presiden saja. Setiap partai yang ada bisa mencalonkan kadernya masing-masing begitu pula calon independen seperti anda dan saya bisa saja mengajukan pencalonan kepada MPR. Badan Pekerja yang dibentuk MPR selanjutnya menilai para calon apakah sesuai persyaratan atau tidak, misalnya apakah benar-benar WNI atau bukan. Setelah itu para anggota MPR memilih dengan pemungutan suara siapa calon presiden yang dianggapnya layak. Dua calon teratas yang mendapatkan suara terbanyak (atau paling banyak 3 calon teratas saja) itulah yang diajukan kepada rakyat sebagai calon presiden. Para calon resmi tadi bisa diundang oleh DPR untuk mengajukan pemikiran-pemikirannya dihadapan anggota dewan (DPR saja kalau MPR terlalu boros, anggota MPR lainnya juga rakyat semua bisa nonton di TV saja). Tahap ini bisa juga dilakukan sebelum pemungutan suara oleh MPR. Yah�c.semacam ujianlah�cjuga biar rakyat bisa kenal betul siapa calon presidennya. Kampanye calon presiden ini tidak perlu keliling-keliling lagi seperti kampanye parpol, namun cukup di TV, radio, suratkabar, majalah, internet dsb. Rakyat yang lain bekerja saja melakukan tugasnya masing-masing tidak perlu hura-hura kampanye namun sambil tetap memperhatikan para calon pemimpinnya tersebut. Kemudian tahun depan kita gelar lagi pemilu calon presiden dengan rakyat hanya mencoblos nomor urut ( jangan foto ah �ckasihan masak foto presiden dicoblos�cfoto kedua/ketiga calon dipajang saja di bilik suara). Dengan demikian maka presiden terpilih benar-benar dipilih langsung oleh seluruh rakyat Indonesia. Makanya sebaiknya calonnya 2 saja sehingga salah satu pasti menang lebih dari 50% Akibatnya : Bila Megawati terpilih jadi presiden maka orang yang tidak setuju perempuan menjadi presiden ya harus menerima�c.lha wong sebagian besar rakyat memilihnya langsung kok �c.tidak melalui calo-calo wakil rakyat lagi yang masih bisa diutak-utik �c . Kalau Amien Rais yang terpilih maka TNI harus siap sedia mematuhi perintah untuk segera masuk barak tanpa protes lagi karena memang itulah keinginan rakyat semua Kalau Habibie terpilih jadi presiden, ini sih mustahil rasanya namun kalaulah semuanya jurdil ya nggak apa�c�cberarti memang partai lain masih harus bekerja lebih keras lagi mendidik rakyat supaya melek politik. Kalau Budiman Sujatmiko terpilih jadi presiden maka petugas LP harus segera mengeluarkannya dari penjara karena pertama presiden tidak bisa berkantor di penjara (apa kata negara lain nantinya) dan lagi pula kan presiden bisa mengeluarkan grasi untuk dirinya sendiri he�che�c Lalu siapa yang jadi presiden sebelum presiden pilihan langsung rakyat terpilih �cHabibie lagi? Wah ya enggak lah �c..Ini sih terserah �gkebijaksanaan�h anggota majelis yang terhormat sajalah�cBisa calon dari partai pemenang walaupun porsinya kurang dari 50%, atau calon alternatif non partisan seperti cak Nur �c..Presiden sementara ini bertugas utama untuk melanjutkan reformasi terutama di bidang undang-undang dan tentu saja menggelar pemilihan presiden langsung tadi bekerjasama dengan DPR tentunya. Akhirnya presiden terpilih bisa memperoleh mandat penuh untuk membentuk tim kerjanya yang tidak perlu lagi memikirkan anggota koalisi, karena mandatnya langsung dari rakyat semua. . Duh �csaya ini nggak ngerti banyak soal politik apalagi undang-undang dan hukum. Jadi maaf saja kalau banyak lobang-lobang pada usulan di atas. Ada yang bisa memperbaiki? Pokoknya bagaimanalah supaya orang-orang nggak ribut terus�c�c.biar kita bisa tenang �ciya nggak? Satu soal lagi yang kebetulan kepikir yaitu soal partai yang perolehannya kurang dari batas 2%. Aturannya kan mereka nggak boleh ikut pemilu berikutnya. Tapi dengar-dengar ada yang sudah bilang dengan santainya bahwa mereka bisa saja bikin partai baru lagi dengan nama dan tanda gambar baru untuk mendaftar di pemilu berikutnya. Kalau begitu kan ada kemungkinan kita tetap akan punya banyak partai setiap pemilu. Mending kalau partai baru ini punya ide baru yang sama sekali lain dari partai besar yang sudah ada. Bukankah itu pemborosan juga karena dana yang mereka pakai kan lebih baik dipakai untuk hal lain yang lebih berguna. Ada ide ??? Wass. SARI Maaf bikin penuh mail-box anda nih �c.mumpung lagi sempat saja�c�c ____________________________________________________________________ Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1 ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
