Bagaimana kalau tidak? Anda mau komentar apa?
ttk
> -----Original Message-----
> From: Admiral [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 14 Juni 1999 0:57
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] "Riset" (u/Jopie)
>
>
> Aha, muncul lagi apologi-apologi demi PDI Perjuangan !
>
> Bagaimana kalau kepentingan PDI P dan Golkar itu sama.
> Lantas mereka berkoalisi !
>
> Anda mau komentar apa ?
>
> Jopie J Bambang wrote:
> >
> > Komkom menulis:
> > Sulit bagi saya untuk mendukung Partai anti-reformasi dan partai status-
> > quo, Maaf kalau boleh tunjuk hidung langsung saya berani katakan bahwa
> > PDIP dan PKB itu adalah partai Anti-Reformasi, ini setelah
> melihat agenda
> > serta program-2x dalam kampanye mereka. Sedangkan Golkar jelas-jelas
> > partai berlumuran dosa dan jelas Status-quo.
> >
> > Tanggapan:
> > Saya memandang sikap PDI-P yang menolak perubahan UUD 1945 bersifat
> > sementara karena dalam berbuat kita harus memakai skala prioritas yang
> > jelas. Sampaikan kepada rakyat banyak apa yang menjadi skala prioritas
> > tuntutan mereka, anda akan dapatkan jawabannya. Jangan terlalu
> > menggeneralisasi pandangan anda & rekan-rekan anda sebagai
> aspirasi rakyat.
> >
> > Sikap low profile dan tidak ikut-ikutan terlalu banyak sumbar janji saat
> > kampanye justru menambah nilai lebih PDI-P & nampaknya itulah yang lebih
> > penting di hati rakyat.
> >
> > Soal negara kesatuan yang juga menjadi cap anti reformis apakah menjamin
> > bahwa negara federal akan menjanjikan masa depan yang lebih
> baik? Saya yakin
> > tidak.
> > Yang hakiki adalah pelaksanaannya - percuma dibentuk negara jenis apapun
> > jika dalam pelaksanaannya dilakukan orang-orang yang rajin
> memperkaya diri
> > sendiri.
> > Partai yang melontarkan ide negara federal bagi saya bersifat sebagai
> > masukan & belum sampai ke aspek pelaksanaannya - sama saja dengan
> > jargon-jargon politik ala orde baru. Sekedar janji. Hal ini mungkin saja
> > menarik bagi segelintir orang yang menganggap ide macam ini
> begitu 'wah'.
> > Apakah sudah ada semacam kajian & survey dari mereka-mereka
> yang melontarkan
> > ide ini lewat litbang mereka masing-masing? tolong saya diberitahu...
> >
> > Jika nantinya memang rakyat & bukan segelintir orang yang
> merasa pandai &
> > mencatutkan diri sebagai pembawa aspirasi rakyat meminta
> perubahan UUD 1945
> > & bentuk negara kesatuan - sudah jelas PDI-P harus tunduk akan
> permintaan
> > itu.
> > Jika tidak?
> > Saya akan bersama dengan yang lain menurunkan PDI-P karena
> mereka tidak lagi
> > demokratis & tidak mampu membawa aspirasi rakyat.
> > Sikap tegas macam ini jelas dibutuhkan oleh rakyat daripada sekedar
> > melontarkan jargon-jargon yang nantinya terkesan asal janji -
> ala orde baru
> > (lagi!).
> > Jadi siapa yang reformis & siapa yang anti reformis?
> >
> > Komkom menulis:
> > Argument tentang pilihan rakyat itu kan tidak menunjukkan bahwa
> > partai-partai seperti PAN, PK, atau PUDI itu menjadi milik nya kaum
> > terpelajar dan partai-partai seperti PDIP dan PKB sebagian besar pilihan
> > para petani miskin, kuli-kuli, pedagang kecil, dst.
> > Tapi lihatlah itu sebagai kritisme dalam menilai sesuatu.
> > Saya berani taruhan bahwa para kaum terpelajar ini memilih
> PAN/PK/PUDI/PBB
> > karena program-program dan visi dari para kontestan ini.
> >
> > Dan saya pun berani taruhan bahwa kelas menengah ke bawah itu
> akan memilih
> > PDIP dengan harapan harga-harga akan turun, kondisi akan kembali normal
> > tanpa ada lagi keributan, demonstrasi, dsb. Singkatnya mereka sebenarnya
> > belum mengerti apa itu reformasi.
> >
> > Tanggapan:
> > Terima kasih atas kritik anda.
> > Taruhan anda bahwa kaum terpelajar akan memilih PAN dll hanyalah sekedar
> > dilihat dari kacamata anda semata (posting dari netters lain
> dalam forum ini
> > memberikan info bahwa PAN juga kalah di sentra-sentra kaum terpelajar -
> > sesuai dengan istilah anda) & tidak benar-benar mewakili kaum
> terpelajar.
> > Itulah sebabnya jangan terlalu mudah menggolongkan bahwa
> orang-orang goblok
> > akan memilih PDI-P dll. Jika menurut kacamata anda, saya &
> banyak yang lain
> > yang kebetulan diberi kesempatan mengenyam pendidikan yang lebih tinggi
> > memilih partai-partai yang anda sebutkan - sayangnya tidak.
> >
> > Harapan harga-harga barang turun dll itu realistis sekali -
> pendukung PAN,
> > PK, PBB dll-pun pasti menginginkan hal yang sama. Ini jelas
> harapan seluruh
> > rakyat Indonesia bukan cuma harapan pendukung PDI-P atau PKB -
> jadi taruhan
> > anda tidak jelas maknanya.
> > Jika nilai rupiah sontak menguat dengan kemenangan (sementara)
> PDI-P & PKB
> > ini adalah respons positif pasar yang tidak akan bisa di rekayasa oleh
> > penguasa selain karena secara umum pemilu berjalan relatif aman.
> >
> > Komkom menulis::
> > Any Way,
> > Harus diakui pula bahwa masyarakat Indonesia ini masih berada dalam
> > Pra Renaisance dalam determinasi dan konteks Kultur Eropa atau zaman
> > Jahiliyah("Kegelapan") dalam determinasi Islam.
> > Jadi jangan heran kalau figur pemimpin masih merupakan hal yang dominan
> > dalam memilih partai atau presiden, dan hal itu lah yang dilakukan oleh
> > para calon-calon presiden Amien Rais, Megawati, B.J Habibie, dst.
> > Memang ironis. Nah, tugas reformasi berikutnya adalah untuk
> mengubah cara
> > berfikir seperti ini, dan waktu masih panjang BUNG!.
> >
> > Tanggapan:
> > Setuju sekali.
> > Hal ini bukan cuma terjadi pada pemilih PDI-P atau PKB namun
> juga menimpa
> > PAN dll yang seperti anda tulis dipilih kaum terpelajar. karena
> masih taraf
> > inilah rakyat kita - terimalah dengan lapang dada.
> > Jalan masih jauh seperti ada yang menulis bahwa kita masih
> semester awal -
> > baru ujian semester selesai saja sudah banyak yang kebakaran jenggot.
> > Saya justru salut bahwa rakyat Indonesia makin pandai saja
> untuk tidak mudah
> > dibodohi (lagi!) dengan jargon-jargon khas orde baru yang ditiup-tiupkan
> > orang-orang yang mengaku reformis seperti isu agama & isu-isu
> lainnya yang
> > jelas-jelas dampaknya akan membawa Indonesia ke penderitaan yang lain.
> >
> > Jopie
> >
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!