Saya yakin kalau MPR didominasi oleh PDIP tidak akan memecat Megawati yang mereka angkat sendiri. > ---------- > From: Rafly-Hatari's Students[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > Reply To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, June 11, 1999 8:00 AM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [Kuli Tinta] Presiden wanita ? (was RE: [Kuli Tinta] Wanita > Muslim Tidak Berku alitas sbg Presiden?) > > > -----Original Message----- > > From: Ivan [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > > > > Pak Ghalib, > > Presiden bisa diberhentikan oleh MPR, jadi Mega bisa jadi Presiden tapi > > tidak bisa jadi Ketua MPR. > > > Anggota/Ketua MPR secara sendiri-sendiri tidak punya kewenangan > apa-apa. Institusi MPR-lah yang punya kekuatan, dan itu secara sederhana > diwujudkan oleh suara mayoritas yang ada di sana. Jadi individu yang > memegang kekuasaan tertinggi di Indonesia ialah Presiden, karena dia > hanya > bisa dipecat oleh keputusan dari mayoritas anggota MPR. > Pertimbangan agama begini tidak menghalangi peluang Mega untuk jadi > RI1, karena negara kita tidak menjadikan aturan agama sebagai landasan > pengambilan keputusan. Kalo syarat presiden cuma seperti yang ada di UUD, > ya silakan aja dipake seperti itu. Pokoke kita sama-sama belajar > demokrasi > secara arif. Yang menentang Mega mesti bisa menerima kenyataan bahwa dia > lebih banyak mendapat suara di Pemilu dibanding lawan-lawannya. > Sebaliknya > pro-Meg juga mesti sadar bahwa gacoannya itu cuma bisa mendapat ??% dari > seluruh suara yang masuk. > > > Kalau MPR tidak bisa, mahasiswa bisa menghentikan Presiden, jadi Mega > bisa > > jadi Presiden tapi tidak bisa jadi mahasiswa. > > > Lagian, dulu-dulu pas dikasih kesempatan jadi mahasiswa juga tidak > dimanfaatkan dengan baik kan :)) > > > RahmadD > bukan pro-Meg, tapi kalo dia menang ya apa boleh buat. :)) > > > -----Original Message----- > > From: Bahrudin Ghalib <[EMAIL PROTECTED]> > > > > >Pak Daniel, > > >Benazir Buto bukan pemimpin tertinggi Pakistan, karena dia hanya PM dan > > di > > >Pakistan masih ada presidennya, yang sewaktu-waktu bisa memecat PM dan > > sudah > > >dia lakukan. Yang tidak direkomendasikan oleh Islam adalah kalau > > perempuan > > >pemimpin tertinggi dalam negara atau institusi, kalau masih ada > > laki-laki. > > >Seandainya Indonesia menganut sistim parlementer, adanya jabatan PM, > > maka > > >Megawati bisa sebagai PM, karena sewaktu waktu bisa diberhentikan dan > > >diganti oleh presiden. > > > > > > > > > > > > > > ______________________________________________________________________ > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! > > > > > > > ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
