Tambah satu pertanyaan lagi :
Apakah sekiranya ibu itu menolak jika Presiden Megawati memintanya tetap jadi Menteri
Urusan Peran Wanita?
--
On Wed, 16 Jun 1999 19:04:32 eg wrote:
>
>Tuty Alawiyah selaku Menteri Urusan Peranan Wanita tidak setuju bila
>Mega menjadi Presiden.
>
>Ada tiga pertanyaan mengganjal dengan pernyataan ibu itu.
>
>Pertama, beliau kini adalah seorang menteri yang memimpin sebuah
>departemen. Dengan demikian beliau adalah seorang pemimpin wanita.
>Apakah pemimpin sebuah departemen bukan merupakan seorang pemimpin?
>
>Kedua, sebagai menteri yang megurusi "Peranan Wanita" tentunya
>memiliki misi untuk meningkatkan peran wanita dalam kehidupan. Mengapa
>beliau tidak menyetujui seorang wanita yang akan tampil untuk menjadi
>orang nomor satu dinegeri ini?
>
>Ketiga, bagaimana nanti (dan itu sangat mungkin) kalau ada salah satu
>parpol Islam memiliki tokoh wanita yang brilyan dan diakui serta
>didukung oleh rakyat untuk menjadi presiden. Akankah ludah yang sudah
>keluar dijilat kembali?
>
>
>
>eg
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!