Langkah 'mbulet' AR akhir-akhir ini memang membuat banyak pihak
'ngungun' (heran, dan bingung). Ada terdengar Faisal Basri pun jadi
gerah. banyak pencoblos PAN yang merasa tertipu oleh platform PAN yang
selalu menyebut nasionalis-agamis.
Masih dalam 'kengungunan' tersebut itulah aku mendapat masukan dari
saudara-jauhku, tentang sejumlah catatan mengenai sang AR. Ia sudah
lama sekali tidak percaya kepada AR, justru ketika aku masih 'polos'
soal AR ini. Baru belakangan aku jadi bertanya-tanya (jangan bilang
bulik-ku, dia cinta banget sama AR. jangan-jangan utangku ditagih sama
bulik).
Begini surat yang aku terima dari saudaraku tersebut:
Mas Gigih yang baik.
Mari kita buktikan dengan mata hati yang terbuka dan jujur. Saya tidak
ingin menunjukkan bukti-bukti yang sangat komplex dan njlimet. Tapi
saya akan tunjukkan bukti-bukti yang sederhana dan mudah kita cerna.
Pertama; Sewaktu Amin Rais mendirikan ICMI, siapa yang datang
malam-malam ke rumah Habibie di Cibubur ( rumah pribadi yang di
Cibubur) dan meminta agar Habibie mau memohon Suharto agar menjadi
pelindung ICMI ? Lalu setelah ada ribut-ribut soal Busang, Amin Rais
non aktif dari ICMI.
Namun kemudian setelah Suharto jatuh ia juga kembali menerima ICMI dan
kembali duduk sebagai salah satu dewan. Padahal kita semua tahu, bahwa
ICMI dan kaum borjuis Islam jelas-jelas pendukung Suharto.(jelas tidak
semua Islam)
Di sini khan logika Amin Rais sebagai oposan (maksudnya benar-benar
oposan) Orde Suharto khan jadi tidak masuk akal.
Kedua; Bila Amin Rais memang seorang oposan, tentunya Amin Rais sudah
lewat dulu-dulu. Lihat saja Megawati dan PDI-P nya. Dilibas dengan
bencana penghancuran gedung PDI. Lalu Sri Bintang dari PUDI, juga
dilibas habis, bahkan sampai masuk penjara. Demikian pula saudara kita
Budiman Sujatmiko yang termasuk anak kemarin sore dan tidak begitu
pintar dibanding Amin Rais atawa Sri Bintang. Sedangkan Amin Rais yang
pendatang baru malahan didiamkan dan malahan dikawal oleh tentara
ke-mana-mana. Masih ingat kan waktu Amin Rais di tolak umatnya sendiri
ketika berkunjung ke Jawa Timur, kenapa pada waktu itu malah banyak
pemuda Islam yang diintimidasi oleh pihak Kodim lantaran mereka menolak
ke datangan Amin Rais Padahal kita khan tahu, bila ada orang yang mau
macam-macam sedikit saja dengan Suharto, pasti ABRI akan ambil
tindakan. Bahkan sampai detik ini, Amin Rais tidak pernah dikutik-kutik
sama sekali.
Memang pernah Amin Rais bilang, bahwa dia pernah hampir dimusnahkan
oleh ABRI. Tapi Pius Lustrilanang yang dulu pro sekali dengan Amin Rais
tidak membenarkan hal itu. Ini keluar sendiri dari mulut Pius ketika
nginep di tempat saya di LA dulu. Dan kelihatan sekali cerita itu
sangat dikarang-karang untuk mendapatkan simpati.
Ketiga; Sewaktu mahasiswa menduduki gedung DPR, sebenarnya ceritanya
jelas akan lain, bila mahasiswa tetap bertahan menduduki gedung DPR/MPR
hingga seminggu atau lebih. Orde Baru pasti akan jatuh betul-betul.
Karena saat itu, ABRI sama sekali tidak bisa bertindak brutal dengan
menembaki mahasiswa seperti sebelum-sebelumnya. Karena pada saat itu
ratusan �CAMERA� media international sudah berada di setiap sudut dan
atap gedung DPR/MPR.
Dan saat mahasiswa masuk pada hari pertama dan kedua, DIMANA AMIN RAIS?
DI MANA MEGAWATI? Tapi kenapa tiba-tiba Amin Rais datang nyelonong
masuk ke dalam barisan mahasiswa dan mengangkat dirinya sebagai
pimpinan pergerakan. Bahkan Rama Pratama dari UI pun sempat
terbengang-bengong. (Saya memantau selama 24 jam sehari lewat telphone
dan video conference di Internet) Ini karena Suharto tahu persis, bahwa
apabila mahasiswa menduduki gedung DPR lebih lama lagi, pasti semuanya
akan hancur berantakan. Dan diluncurkanlah Amin Rais untuk menurunkan
amarah mahasiswa dan rakyat yang sudah mulai bergabung saat itu. Amin
Rais bilang, saudara-saudara, Suharto sudah jatuh. Mari sekarang kita
pulang, agar tidak terjadi bentrokan dengan ABRI. Inikan aneh?!?Dia
sendiri khan tahu, bahwa ABRI saat itu sudah benar-benar mati kutu,
lantaran media international sudah berada di tempat.Lihat saja polah
ABRI yang tiba-tiba berbalik mendukung mahasiswa ketika mereka melihat
ratusan camera di mana-mana. Mereka ini adalah mata dunia. Kalau ABRI
menyalakkan senjatanya, sudah pasti akan merupakan langkah bunuh diri
bagi ABRI sendiri. Jadi strategy yang dipakai adalah meluncurkan Amin
Rais agar mahasiswa keluar dari gedung legislatif itu. Dan itu
berhasil, dan selamatlah Suharto. Lalu Amin Rais bilang, kita lihat
saja bagaimana Habibi memimpin Indonesia. Padahal sebagai orang yang
tahu undang-undang, pengangkatan Habibi sebagai Presiden oleh Suharto
jelas tidak sah! Dan Amin Rais seharusnya menolak Habibi. Tapi nyatanya
hingga kini Amin Rais tidak pernah menolak Habibi. Dia hanya
bilang...berikan kesempatan pada Habibi. Nanti kalau memang nggak
bener, ya kita genjot lagi. Lah sampai sekarang dia tidak bikin
apa-apa. Padahal Habibie sudah banyak sekali berbuat kesalahan selama
ini.
Ada lagi satu bukti tentang kebohongan Amin Rais pada bangsa Indonesia.
Dulu khan pernah Amin Rais bersama beberapa orang gereja datang ke USA
dan bilang, bahwa ia bertemu dengan conggress USA. Pada saat itu saya
pribadi dan mas Sarwono teman saya di New York sini langsung ngecheck
ke conggress, apa betul ada agenda pertemuan anggota conggress dengan
Amin Rais. Jawabnya, kami berdua malah diketawain sama itu perempuan
yang tahu persoalan. Ternyata tidak ada agenda sama sekali dengan Amin
Rais. Bahkan mereka tanya, siapa itu Amin Rais?(pada waktu itu) Jadi
ini khan suatu kebohongan?? Dia seolah-olah pengen bilang, bahwa ia
orang hebat yang bisa ketemu dengan conggress Amerika. Padahal di
Amerika ini, untuk bertemu dengan anggota conggress itu adalah �no big
deal�. Sopir buspun bisa ketemu dengan mereka kapan saja saatnya, kalau
memang issue yang dibawanya sangat penting. Saya pribadi ngobrol dengan
Jesse Jackson atau Patrick Kennedy sangat sering, sewaktu saya dan
teman-teman amnesty international rame-rame memperjuangkan Dita Sari
dan juga sekalian membicarakan masalah sweatshop di Indonesia oleh Nike
Sport Inc yang di Indonesia bekerja sama dengan ASTRA. Sampai akhirnya
Jesse datang ke Indonesia.
Lalu yang baru saja kita lihat sendiri dengan mata kepala kita sewaktu
kampanye putaran terakhir kemarin, Amin Rais beraksi dengan helicopter.
Itu helicopter milik siapa ?? Memangnya ada orang di luar lingkaran
Suharto yang punya helicopter dan bisa disewa begitu saja? Itu Bell 105
khan hasil asembling IPTN. Lagi pula nggak etis khan kalau dalam
situasi ekonomi yang begini memprihatinkan, Bapak Reformasi kita
malang-malang pakai Helicopter segala.
Nah..dari sekian contoh-contoh di atas, saya rasa Mas Gigih khan bisa
mengambil suatu analisa yang benar khan. Benarkah Amin Rais ini ada
dipihak kita? Atau memang ia adalah orangnya Suharto yang memang
sengaja dilempar keluar oleh Suharto dan memainkan roll-nya sebagai
aktor hebat untuk meredam amarah bangsa Indonesia yang sudah hampir
meletup tak terkendali ini. Di sini saya mempersilahkan Mas Gigih dan
kawan-kawan untuk membuka sekali lagi mata hati kita dengan jujur.
Masih banyak sekali sebenarnya data-data yang lebih akurat dan njlimet
soal siapa Amin Rais ini yang sebenarnya. Dan ketika beliau bicara di
depan forum di New York tempo hari, beliau sungguh mati kelabakan
menghadapi pertanyaan-pertanyaan orang-orang kritis dan seringkali
terjebak oleh omongannya sendiri.
Saya pribadi mencurigai gerakan orang ini sudah lama sekali semenjak ia
mulai gebrakannya dengan ICMI.
Demikian saja dulu penjelasan saya.
Merdeka
Gunawan Wibisana
Indonesian People�s Fight NYC-USA
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!