Seperti juga adanya dikotomi sipil-militer, muslim-non muslim, jawa-non
jawa, maka pribumi-non pri adalah juga bikinan Orde Baru untuk menguasai
masyarakat (society) dengan menajamkan konflik horizontal
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: Jopie J Bambang <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 18 Juni 1999 11:56
Subject: Re: [Kuli Tinta] barang terlarang
Anda menulis:
Saya bisa mengerti bila ada larangan membawa narkotika, senjata, peledak,
dll.
TETAPI APA BAHAYANYA CETAKAN BERBAHASA CINA????OBAT CINA???
Bukankah banyak dijual obat Cina di Indonesia..
Mengapa hanya cetakan berbahasa Cina yang dilarang, mengapa bukan
cetakan bahasa Jepang atau Korea atau Rusia???
Apakah juga akan dilarang membawa majalah berbahasa Cina?
Tanggapan:
Itu isu lama yang dibudidayakan oleh orba, sama seperti penandaan KTP
diberbagai daerah yang pada dasarnya entah untuk tujuan apa saya kurang
mengerti.
Jika selama ini seolah-olah orba meniadakan SARA, secara pribadi saya justru
menganggap sebaliknya. Orba justru mengentalkan perilaku SARA & saling
mencurigai terutama untuk etnis Cina - bahkan seolah-olah diajarkan untuk
berprasangka negatif untuk segala sesuatu yang berbau Cina.
Maaf saya tidak ingin membahas baik atau buruk mereka (non-pri) atau sikap
masyarakat kita (pri) dalam posting ini - sepertinya sudah terlalu banyak
dibahas dan saya khawatir itu hanya hal yang sia-sia selama itikad baik kita
semua belum ada.
saya melihat pemerintah selama ini ikut membudidayakan perbedaan yang
sebetulnya warisan kolonialisme. Ujung-ujungnya sikap ini membawa kondisi
Indonesia seperti sekarang ini yang cenderung saling menyalahkan - entah
kapan akan usai jika kita tidak mencoba bersikap lebih dewasa masalah ini
akan usai, atau mungkin tidak akan usai.
Amien Rais dalam rangka kampanye tidak kurang-kurangnya menjanjikan untuk
meniadakan segala macam diskriminasi & membangun Indonesia yang lebih satu
dengan keanekaragaman kita semua didalamnya.
Tidak penting lagi apakah ini warisan orba, kolonialisme atau tanggung jawab
partai atau siapa - Ini PR kita semua.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!