Saya bingung juga. Apakah e-mail ini merupakan suatu kebijakan dari Glodok Standard sebagai suatu media, ataukah merupakan suatu pernyataan pribadi? Kalau ini merupakan suatu pernyataan Glodok Standard sebagi sebuah media, teramat sangat disayangkan. Kecuali Glodok Standart telah menempatkan dirinya sebagai suatu harian partisan yang anti-Mega. Lebih baik ini terus terang dinyatakan daripada pura-pura menjadi media umum tetapi wataknya partisan. Membaca opini Bung Gigih yang cenderung pro-Mega, saya kira apa yang diutarakan masih dalam batas-batas beropini dan berpolemik secara wajar. Tidak perlu Anda ejek dengan kata-kata pelecehan yang kurang sopan seperti di bawah ini. Jika Anda tidak setuju dengan Mega itu merupakan hak asasi Anda, tetapi kalau mau berpolemik, ya berpolemik lah dengan wajar. Atau ini memang merupakan kebijakan umum dan cara-cara dari awak Jawa Pos Grup yang konon turut kecewa berat dengan kekalahan telak Amien Rais atas PDIP? Saya merasa heran inikan sikap dewasa dari bangsa ini? Apalagi kalau wartawan pun ternyata punya sikap seperti ini? Setiap kali orang berbicara pro-Mega atau cenderung ke arah itu selalu dilecehkan dengan kata2 seperti di atas. Lihat saja, Bung Wimar yang mengatakan MPR harus memperhatikan aspirasi rakyat yang tercermin dalam hasil pemilu saja, habis diteror karena dianggap pernyataan itu pro-Mega. Bahkan tuduhan2 seperti mengkultuskan Mega pun selalu tak lupa diucapkan. Sekarang ini bahkan menganggap sikap pro Mega seolah-olah menganggap Mega seperti sebuah 'agama' baru. Padahal puluhan buku, sampai dengan diterbitkan komik khusus tentang Amien Rais sama sekali tidak dianggap seperti itu. Bagaimana kita bida dewasa, kalau setiap kali rang yang tidak sependapat dengan kita selalu dilecehkan bahkan diteror? At 01:02 29/06/99 +0700, Harian Glodok Standard <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >Ck .. ck .. ck > >Heboh benar membela Megawati ! Satu hari dapat posting dari Gigih sampai >empat kali. Isinya : Maju Tak Gentar Membela Megawati ! > >Fanatik ! Nggak kalah seperti agama ! Atau memang ada agama baru ? >Namanya Megawati, hehehe. > > > > >GIGIH NUSANTARA wrote: >> >> Formula >> >> Berbagai hujatan, olokan, sinisan, obral-ketakutan, seolah-olah, dan >> lain sebagainya, begitu banyak disebar di milis, kumpul-kumpul, >> ceramah, kalau ditimbang, lebih banyak dan berat yang mengarah ke >> PDI-Perjuangan (dhi. Megawati) di banding ke arah yang lain. >> >> Jika kita coba pelajari bagaimana bentuk hujatan, olokan, sinisan, > Daniel H.T. ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
