Boleh saya tanya apakah yang mendapat mimpi itu cuma pendeta nya atau semua
yang exodus...., soalnya kalau hanya pendetanya agak aneh pindah kan sesuatu
yang cukup serius kok confimasinya cuma satu orang... kalau lebih dari satu
mungkin......
----------
From: Martin Manurung[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Reply To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, July 01, 1999 12:13 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] BERITA MENARIK
ada-ada saja...
Memang ditengah rasionalitas yang rancu, kisah takhyul menjadi pedoman yang
menentukan.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: handoko <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 30 Juni 1999 20:29
Subject: [Kuli Tinta] BERITA MENARIK
Kisah Jemaat Pantekosta Surabaya yang exodus ke Tomohon
Tempat yang Damai Itu di Kaki Bukit Lokon
Belief is power (keyakinan adalah kekuatan). Ini tampaknya sudah
dibuktikan sebagian jemaat Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) di Jalan
Petemon
II/10. Demi
melaksanakan keyakinannya, sejak Agustus tahun lalu hingga sekarang, sudah
ada
45 KK
yang melakukan bedhol (pindah) dari Surabaya ke Tomohon, Manado. Mencapai
kehidupan baru sesuai Al Kitab?
Pendeta Samuel Fritz Pinaria, kepala Gembala Sidang GPT, ketika dikonfirmasi
hal ini
dua hari lalu membenarkannya. Bahkan arus bedhol itu, kata Fritz, sampai
saat
ini
masih terus berlangsung. ''Saya mendengar, 29 Juni ini ada beberapa KK yang
berangkat lagi," ujarnya. Sayang, Fritz tak memberi alamat yang jelas.
Jawa Pos yang berusaha melacak kesulitan mencari jemaat yang bakal bedhol
itu.
Keyakinan macam apa yang membuat sebagian jemaat itu rela meninggalkan
pekerjaan dan
rumahnya di Surabaya, dan bersedia tinggal di kaki gunung Lokon di Tomohon
yang
cukup jauh dari perkotaan itu?
Majalah Mingguan Gatra di edisi terbarunya 26 Juni 1999 menjelaskan, aksi
exodus ke
Manado itu dilatarbelakangi kisah spiritual Pendeta Elisa Susanto Utomo dan
beberapa
jemaahnya. Susanto adalah anak Pendeta Berco Suwardi Utomo, Ketua Gembala
Sidang
GPT, yang sekarang ini jabatannya digantikan Fritz.
Sukarno, salah satu jemaat di GPT suatu hari menceritakan mimpinya kepada
Susanto.
Dia mengaku bertemu Tuhan Yesus. Waktu itu Sukarno diperintah untuk pindah
dari
Surabaya menuju ke suatu tempat yang indah damai dan memiliki derajat
tertentu
di
Lintang Utara dan Lintang Selatan. Karena Sukarno seorang ahli perkapalan
yang
paham
betul soal petunjuk di peta, maka ketika dilihatnya di peta, derajat
tertentu
itu mengarah ke suatu tempat di kaki gunung Lokon, pinggiran kota Tomohon,
30
km selatan kota Manado.
Ternyata tempat yang diimpikan Sukarno itu klop dengan kisah spiritual
Pendeta
Susanto yang sebelumnya mengaku mendapat ''petunjuk'' gaib untuk segera
pindah
ke Tomohon. Seperti mimpi Sukarno.
Berangkat dari keyakinan itu, sejak Agustus tahun lalu, Pendeta Susanto
bersama
beberapa jemaatnya mempelopori gerakan eksodus ke Manado.
Yang menarik, menurut keterangan beberapa tetangga jemaat yang melakukan
bedhol itu, kebanyakan yang ikut eksodus itu punya rumah dan pekerjaan yang
tergolong
mapan di Surabaya. ''Bahkan ada yang punya toko, rela meninggalkan miliknya
yang
berharga itu demi mengikuti keyakinannya," kata Ny Ismail, salah satu warga
yang
tinggal berdekatan dengan GPT.
Pendeta Fritz ketika dimintai komentarnya tentang aksi sebagian jemaatnya
itu,
menghargai sepenuhnya keyakinan mereka. ''Meskipun saya secara pribadi tidak
meyakininya dan saya tidak menganjurkan kepada jemaat saya, namun saya tetap
menghargai keyakinan mereka," katanya. Dia mengatakan, dalam
ajarannya,seseorang
memang mungkin saja dalam tidurnya bermimpi bertemu Tuhan Yesus. ''Tuhan
Yesus
memang bisa menemui hamba-Nya dalam mimpi," tambahnya.(kum)
BARANGKALI ADA NETTER YTH. DI MANADO YANG DAPAT MENDAPATKAN KEBENARAN ISSUE
TSB. DIATAS, DI MOHON KAN BANTUAN KABARNYA.
------------------------------------------------------------------------
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!