Harus diakui bahwa masyarakat Indonesia berbeda dengan masyarakat di
Amerika, namun ketika Bush dalam sebuah kampanye mengatakan bahwa
Clinton tidak lebih pandai dari anjingnya maka popularitasnya langsung
menurun.
Tampaknya, values system memang harus menjadi perhatian untuk menarik
simpati masyarakat dalam pemilu. Meskipun Mega lebih banyak diam,
namun kasus kemenangan PDIP bagaimanapun juga telah memberi pelajaran
bahwa masyarakat bukan hanya melihat yang tersurat tetapi juga yang
tersirat.
Good points Bung Yap, just keep going...
-----Original Message-----
From: Yap C.Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: Mengapa PAN kalah?
Date: Mon, 21 Jun 1999 12:20:31 JAVT
3. Membuka Aib.
Dalam memberi latar belakang mengapa suatu program perlu dilakukan,
PAN
terjebak untuk terlalu banyak membuka aib, menghujat sana sini,
sehingga
terkesan senang cari musuh, dan siap memusuhi siapapun yang tidak
sepaham
dengannya.
Kalangan terpelajar bisa menangkap esensinya, dan menerima idenya,
tetapi
kalangan masyarakat awam ngeri melihatnya, karena kekacauan dan
permusuhan
negeri ini sudah cukup melelahkan dan menyakitkan, sehingga walaupun
setuju
dengan idenya, tidak simpati dengan caranya.
Akan lain kalau PAN menyampaikannya lebih sejuk.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!