Wah.. ini udah pernah denger waktu masih suka kongkow-kongkow.. Kayaknya nggak bisa dianalogin dengan bis deh untuk menentukan tindakan "pilih" atau nggak.. soalnya bisnya jelas penyedia jasa.. mau penuh atau kosong atau jurusannya lain selama penumpangnya bayar dia gak akan nolak dinaikin.. mau keluar lagi sopirnya juga nggak gubris asal kita bayar.. apa ya kayak gitu?? (Udah gitu kalaupun nemu bis yang cocok en sejurusan dan mau kita masukin kan nggak mungkin kita nongkrong di bis itu gak turun-turun sampe mati..) Iwans wrote: > Buat yang CINTA banget akan sesuatu, > > Misalnya cinta banget sama Amien Rais. Atau cinta banget pada Megawati. > > Cinta itu seperti seseorang yang menunggu BIS. Sebuah bis datang, dan > kau bilang "wah... terlalu penuh, nggak bisa duduk nih! Aku tunggu bis > berikutnya saja" > > Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata,"Aduh > bisnya sudah tua dan jelek begini....nggak mau ah...." > > Bis selanjutnya datang, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan > melewatimu begitu saja. Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu > kosong, kondisinya masih bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada AC nih, gua > bisa kepanasan", maka kamu membiarkan bis keempat pergi. > > Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi > kuliah. Ketika bis kelima datang, kamu langsung melompat masuk ke > dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah > menaik bis. Bis tersebut jurusannya bukan menuju kampusmu!!! > > Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang > benar-benar "ideal" untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada > orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Tidak ada salahnya memiliki > persyaratan untuk "calon", tapi tidak ada salahnya juga memberi > kesempatan kepada "bis" yang berhenti di depan kita (tentunya dengan > jurusan yang kita inginkan). Apabila ternyata memang "bis" itu tidak > cocok, kita masih bisa berteriak, "Kiri" dan keluar dari bis. Maka > memberi kesempatan pada "bis", semuanya bergantung pada keputusan kita. > Daripada kita harus "jalan kaki menuju kampus" dalam arti meneruskan > hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi. > > Cerita ini juga berarti, kalau kita benar-benar menemukan bis yang > "kosong, masih baru, dan ber-AC, dan tentunya sejurusan", kita harus > berusaha sekuat tenaga untuk memberhentikan bis tersebut dan masuk ke > dalamnya, karena menemukan bis seperti itu adalah suatu berkat yang > sangat berharga dan sangat berarti tapi tidak semua orang yang > mendapatkannya. > > Tebakan yokh, itu tulisannya siapa ? > > ______________________________________________________________________ > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
