Selamat Bung Iwan, SGPC sekarang Rp 4.000,-

Saya tetap percaya bahwa pemerintahan Mega nantinya tetap akan
mendengarkan aspirasi rakyat demikian pula saya tetap percaya bahwa
pemerintahan Mega nantinya tidak akan didominasi oleh PDIP karena
itulah dasar perjuangannya. Hanya saja, kultur tidak "grusa grusu"
tampaknya menjadi salah satu cirinya. Dia memang bukan penari modern
tetapi penari klasik. Lihat saja bagaimana dia dengan segala kesabaran
dan ketabahan tetap betahan dibawah tekanan dan hantaman pemerintahan
Orba, namun akhirnya mengatakan jangan menghujat Soeharto padahal
bukan hanya dia yang diperlakukan tidak adil tetapi juga ayahnya.

salam


-----Original Message-----
From: Iwans <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, July 01, 1999 5:45 AM
Subject: [Kuli Tinta] Alhamdulillah, akhirnya Megawati ada di jalan
yang benar


Teman-teman di Kuli-Tinta,

Baru kali ini aku agak lega. Tadi aku dan beberapa teman diundang
mengikuti safari politiknya Mega. Dan dia mengawali safari politiknya
dengan bertemu dengan tokoh TNI bekas Kabakin Letjen  (purn) Moetojib.
Langkah awal yang cukup bagus.

Dan yang lebih membesarkan hati lagi. Langkah kedua dari Mega adalah
bertemu dengan sejumlah tokoh Partai Bulan Bintang (PBB). Kabarnya
Kamis
ini dia akan bertemu sejumlah tokoh dari Partai Bulan Bintang. Menurut
Moetojib, dia dan Mega bicara soal macam-macam dari mulai soal
perempuan
tidak boleh jadi presiden, soal amandemen UUD 1945, dwi fungsi TNI,
dan
lainnya.

Ternyata  dalam  pertemuan selama 2 jam yang  dimulai  pukul 09.00
WIB
itu,  menurut Mutojib, Mega menginginkan amandemen  UUD  1945, ingin
meninjau dwifungsi  TNI,  ingin  juga memproses hukum Soeharto dan
pelaku KNN lainnya.

Alhamdulillah. Paling tidak dari sini Megawati telah memperlihatkan
langkah maju. Bagus sekali. Akhirnya dia berada di jalan yang benar.
Yang bikin aku senang itu adalah langkah pertamanya menggaet PBB,
partai
yang diperkirakan akan meraih kursi di DPR sekitar 14 kursi, partai
penerus semangat Masyumi.

Aku benar-benar terharu. Bukankah di tahun-tahun 80-an dulu yang
paling
sering berkoalisi dengan PNI adalah Masyumi ? Dan tentu saja plus NU.
Kini sejarah berulang. Mega menawarkan koalisi dengan PBB.
Alhamdulillah.

Koalisinya menjadi PDIP, PBB dan PKB. Atau reinkarnasi dari koalisi
PNI,
Masyumi dan NU. PAN biarkan saja diluar menjadi oposisi. Golkar dan
PPP
juga. Pertanda baik bagi masa depan negeri ini.

Ingat, tidak seperti PPP, PBB tidak pernah mempermasalahkan soal
Presiden perempuan segala macam. Sip, sip, sip.

Aku berharap agar Megawati tetap berada di jalan yang benar !


Iwan Samariansyah

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!









______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke