** sembodo wrote :
Yah mending ketimbang kumkum yang mengidolakan HABIBIE (bukankah kumkum suka
pemimpin yang tidak punya kharisma, tidak ditakuti malah pantang mundur
tidak bermalu walau sudah tahu bahwa rakyat tidak medukung tapi dia masih
saja memaksakan kehendak untuk menjadi penguasa (biar lebih lama lagi
korupsinya lagi .......! )
##Raja Komkom Siregar write :
Pak bodo, saya nggak pernah mengidolakan Habibie, pak bodo mungkin agak
kurang tanggap saja. sekali lagi saya nggak pernah mengidolakan Habibie.
Tapi aku bukan anti Habibie, bukan juga anti Megawati.
** sembodo wrote :
Kalau pemimpin tidak punya kharisma, lalu apa dia layak menjadi pemimpin.
Kumkum, jadi pemimpin harus punya kharisma dong, jangan cuman bisa
mamerin gigi doang (tau pemimpin yang ndak punya kharisma, nih gue kasih
contoh :
Habibie, Baramuli, Akbar Tanjung, Sri Bintang, Agus Miftach, Sumargono, Bob
Hasan, AM Syaefudin, dll mereka ini pemimpin, tapi ndak punya kharisma
makanya mereka suka aneh-aneh dalam mengumpulkan pendukung, mulai ada yang
suka bagi-bagi uang, bagi-bagi janji, bagi-bagi fitnah, bagi-bagi korupsi,
bagi-bagi hasutan dan lain-lain bagi-baginya...... tapi walau sudah suka
bagi-bagi tetep saja mereka tidak disukai rakyat, tapi coba liat Corry
Aquino, Megawati, Indira Gandhi, Benazir Buttho, walau mereka difitnah,
disakiti, diinjak-injak sama penguasa tapi mereka tetep didukung rakyat tuh
...........!)
##Raja Komkom Siregar write:
Iya, tapi yang kita lihat di Indonesia kan seorang ketua partai bisa
memenangkan PEMILU karena bapaknya mantan proklamator, jadi bingung nih,
yang kharismatis itu bapaknya apa anaknya?
Ingat kharisma yang berlebihan adalah pangkal dari kultus individu.
** sembodo wrote :
Terus terang kadang saya membiarkan ibu ataw istri saya yang menentukan
pilihan bilamana otak saya sedang capai berpikir, tapi toh ini ndak
selamanya .....! pada saat lain sayalah yang akan memutuskan apa yang
terbaik buat saya/keluarga saya.
Begitu juga saat ini, saya jauh lebih mempercayai seorang perempuan/wanita
sejati yang akan mengendalikan negeri ini ketimbang pemimpin laki-laki yang
bisanya maki-maki, melecehkan, pengecut, tidak mau menerima
kekalahan/kenyataan, tukang memfitnah, adu-domba, tukang hasut, koruptor,
malah banyak dari mereka yang jauh lebih kotor dari anjing tetangga saya.
Apakah saya mau makhluk macam mereka yang memimpin negeri ini .......!
Selain itu apa kumkum kira saya akan dukung Megawati selama-lamanya ......!
no way ......! sampai ada pemimpin baru yang benar-benar bersih, dan jauh
lebih baik dari Megawati baru dukungan saya kepada Megawati akan saya tarik
kembali. Tapi untuk saat ini ya kumkum Megawati adalah yang terbaik ......!
(kamu ini sekolahnya tinggi tapi kok nggak mau belajar sejarah, coba liat
Philipines, tanpa Corry Aquino yang cuman ibu rumah tangga, yang dapat
kharisma karena sosok suaminya, Philipine tak akan menjadi negeri demokrat
seperti saat ini. Begitulah juga perasaan saya mendukung Megawati yang cuman
ibu rumah tangga untuk mengantar negeri ini ke kondisi yang lebih
baik/demokrasi).
##Raja Komkom Siregar write:
Kalau logikanya begini apakah pak Bodo masih bisa terima :
Dulu yang jadi pemimpin itu orang-orang sekolahan dan gelarnya
tinggi-tinggi, dan mereka pintar membodoh-bodohin dan menipu rakyat,
Apakah tidak sebaiknya kita kasih dulu kesempatan pada rakyat yang nggak
sekolah untuk jadi presiden atau untuk jadi pejabat-2x negara.
Atau dulu pemimpinnya orang-orang yang beragama, tapi otang beragama ini
nggak bisa adil, sebaiknya kita kasih orang tidak beragama untuk memimpin
bangsa ini.
Gimana pak Bodo, apakah logika ini masuk di akal??
Menurut pak bodo Megawati yang terbaik, menurut saya Megawati yang paling
tak terbaik. Dan ini juga demi sejarah, Sejarah masa depan bangsa ini,
apakah pak bodo tidak melihat bagaimana jeleknya demokrasi di India,
bagaimana rakyat memberi dukungan pada Kongres-I hanya demi sebuah nama :
GANDHI.
**Sembodo wrote :
Kamu belajar yang bener dong ..... kalah kamu sama pak bon saya yang SD ndak
lulus tapi bisa memberikan penjelasan tentang situasi sekarang dengan lebih
baik/jernih tanpa unsur subjectipitas/sentimen.
##Raja Komkom Siregar Write:
Mungkin pendapatnya pak bon itu mendukung pak bodo, sehingga pendapat itu
lebih jernih bagi pak bodo. Biasalah barangkali ada logika dukung
mendukung.
> > ----------
> > From: Raja Komkom S.
> > Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Friday, July 02, 1999 4:49 PM
> > To: '[EMAIL PROTECTED]'
> > Subject: RE: [Kuli Tinta] Re: you wanna bet??
> >
> > On Thu, 1 Jul 1999, Sambodo, Prijo (KPC) wrote:
> >
> > > Saya taruhan seluruh makan siang saya selama sebulan, walau saya
> > > tidak memilih PDI-P dalam pemilu kemaren, bahwa Megawati akan jadi
> > Presiden
> > > RI yang ke IV kemungkinannya 90%. Pertimbangannya, dari PEMILU sudah
> > jelas
> > > bahwa rakyat Indonesia terbanyak memilih PDIP, dan semua orang tahu
> > bahwa
> > > PDIP mencalonkan Megawati sebagai Presiden. Lalu apa yang bisa menggeser
> > > Megawati dari fakta/hasil ini .....?
> > >
> > > (Megawati hanya bisa gagal jadi Presiden RI kalau memang para
> > > Banci-wan/waria-wati alias mereka yang mengingkari fakta dan tidak
> > bermalu
> > > tidak mau mengakui kekalahan mereka, menguasai majelis (lewat money
> > politic
> > > tentunya/pasti saya yakin ......! taruhan lagi ayo, berhubung kasino
> > ndak
> > > ada lagi kita taruhan aja disini, siapa tau hasilnya bisa buat beli CD
> > baru)
> > >
> >
> > Laki-laki di Indonesia memang udah berubah jadi banci, soalnya milih
> > pemimpin pun Wanita.
> > hehehehe (Becanda ....)
> >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!