Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub
-----Original Message-----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 15 Juli 1999 17:53
Subject: Re: [Kuli Tinta] Seperti ini ? : Nurani Pemilih
Martin Manurung menulis :
"Si wakil rakyat memang tidak boleh "menyalurkan aspirasi dan nuraninya".
Dia
harus menyalurkan aspirasi dan nurani rakyat pemilihnya........".
AH:
Bung Manurung,
Bila wakil dari PBB misalnya nanti , menyadari Yusril sudah tidak mungkin
meraih suara cukup buat jadi presiden , apakah tidak boleh menggunakan
nuraninya mengira-ngira calon lain mana yang didukung oleh aspirasi
pemilihnya ? Apakah mesti diam membisu saja ? Yang bener, Ah !
Martin:
Ehmmm, yang nyuruh mereka diam siapa ya..? Yang, bener, Ah! Saya kan cuma
bilang votingnya terbuka, supaya pemilih mereka bisa tahu, apakah wakil
rakyat yang dipilihnya itu konsisten dengan janjinya ketika kampanye. Jadi,
kalau mau milih yang lain, ya silakan....
AH:
Kemudian kelak kalau bersidang untuk membuat sesuatu keputusan .... Bisakah
anda memberitahukan kepada saya dan lainnya apa nama software yang isinya "
Menyalurkan Aspirasi Pemilihnya ?". Setahu saya , software itu sudah
tertanam dalam kepala caleg yang judulnya : "NURANI soft." ? ( keluaran
Microsoft HB** )
Martin:
Wah, saya kurang mengerti pertanyaan anda. Yang jelas, memang wakil rakyat
harus menyalurkan aspirasi rakyat, bukan aspirasi dia sendiri. Karena itu,
dia disebut "wakil rakyat", ya toh?
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!