Bung Rachmad,
Kalau analisis itu untuk memprediksi kemenangan Mega, saya katakan ini
terlalu optimis. Saya mengajukan yang most likely dengan kecenderungan agak
konservatif.
Ada beberapa angka yang perlu dibetulkan (lihat www.detik.com) dan asumsi
yang berbeda.
Golkar bukan 117 tetapi 120, PDIP bukan 157 tetapi 154 dst.
Saya pikir PDI (BH), PDR dan PNI FM rasanya nggak mungkin mendukung PDIP.
Suara UD dengan asumsi the winner takes all, PDIP paling tinggi dapat 50.
Untuk UG lebih unpredictable lagi, jadi mungkin PDIP cuma dapat sekitar 10.
Ini menjadikan suara PDIP yang di DPR sebesar 31% (dari 500) tetap 31% (dari
700) di MPR, sementara Golkar yang 25% di DPR menjadi 30% di MPR karena
menang di lebih banyak Propinsi. Artinya, suara asli keduanya hampir
berimbang.
Sedangkan suara TNI dan PAN cenderung wait and see, padahal cukup besar.
Nah kalau ini yang terjadi dan capresnya cuma dua, tidak diragukan Golkar
akan memenangkan bursa Capres. Antara lain karena dukungan suara PPP cs
kepada Golkar lebih besar daripada PKB cs terhadap PDIP, sehingga TNI akan
bergabung ke Golkar sekalipun kita dapat berharap PAN abstain.
Karena itu perlu �ditarik� beberapa suara dari Golkar cs dengan memunculkan
AR, dengan �risiko� Mega kalah. Tetapi jauh lebih baik AR yang menang
daripada Habibie. PDIP sendiri tidak perlu kehilangan muka, karena secara
effektip masih mampu mengontrol Pemerintah, bersama Golkar. Dengan begitu
kemenangan AR dapat diaktualisasikan sebagai kemenangan reformasi.
Dengan skenario ini, kita mempunyai oposisi yang tangguh, tetapi tidak
blindly oppose, karena pada hakekatnya oposisi berada pada 2 kubu yang
berbeda. Pemerintahan AR tidak kuat benar, tetapi masih dapat berharap
dukungan kuat DPR sejauh langkahnya memihak rakyat.
Kemampuan AR �menarik� suara dari Golkar dan PDIP cukup besar, apalagi kalau
voting perorangan secara tertutup. Inilah yang menjadikan prediksi Golkar
cukup berat mencapai 30%, sehingga �pertarungan� hanya terjadi antara Mega
dan AR dengan salah satunya mempunyai kemungkinan meraup diatas 30%. Artinya
menang. Keberpihakan TNI tidak lagi menentukan.
Skenario kembali ke Ciganjur/Paso, lebih menjamin kemenangan reformasi,
tetapi crucial point-nya pada penentuan Capres/Wapres. Setelah itu,
penentuan Wapres juga rumit, karena Wiranto juga mau kursi ini sebagai
imbalan suara TNI. Sedangkan komposisi AR sebagai Capres dan Wiranto sebagai
Wapres, nampaknya tidak diterima Wiranto. Mungkin dengan alot akan tercapai
kompromi Mega Capres dan 2 Wapres AR dan Wiranto. Ini nggak mudah, karena AR
telah �bersumpah� tak mau menerima kursi Wapres. Entahlah kalau sumpah
politik bisa berubah mengikuti perkembangan situasi. Karena itu skenario 1
(memberi kesempatan AR dibursa Capres) lebih fair, dengan membiarkan Wiranto
mengikuti kata hatinya.
Yang jelas sekarang Golkar tinggal menunggu bola muntah. Pertengkaran yang
tidak berujung kompromi dikubu reformis akan sungguh menguntungkan Golkar.
Sedangkan kemungkinan kembalinya people power apabila Habibie terpilih,
biayanya sangat mahal. Lagian belum tentu rakyat masih punya energi. Lagian
juga belum tentu TNI akan duduk manis. Kalau ada yang tega dan berhasil
menggerakkan people power, maka yang untung adalah yang masih punya deposito
besar (kebanyakan SQ), karena pilihan bagi rakyat jelata tinggal sakit
berkepanjangan atau mati jadi korban kerusuhan. Menang jadi arang kalah jadi
abu. Inilah yang saya sebut worst case.
>From: "Rachmad" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Kuli Tinta] Kesempatan AR kecil
>Date: Fri, 16 Jul 1999 19:46:50 +0700
>
>MOHON DIBACA DENGAN FULL SCREEN !
>
>Memenuhi permintaan Sdr. Yap C. Young, dengan subject:
>[reformasipolitik] Beri AR kesempatan, berikut saya sampaikan
>pendapat saya.
>
>Kompas hari ini (16/6) memberitakan bahwa PPI sudah dapat
>menyelesaikan perhitungan perolehan suara dan perhitungan perolehan
>kursi untuk masing-masing parpol peserta Pemilu.
>
>Dari hasil itu, saya mencoba menghitung kekuatan pendukung masing-masing
>Capres di MPR nanti untuk bahan pertimbangan teman-teman yang berminat.
>Dalam perhitungan ini, suara Utusan Daerah dihitung berdasarkan persentase
>jumlah perolehan kursi seluruh parpol pendukung seorang Capres terhadap
>jumlah kursi DPR (462 kursi). Hal ini mengingat pola perolehan suara parpol
>untuk DPRD I nyaris sama dengan perolehan untuk DPR. Persentase yang
>sama dipakai untuk menghitung suara Utusan Golongan. Suara dari TNI
>(38 kursi) dalam perhitungan ini diasumsikan sebagai abstain.
>
>Perhitungan kekuatan ini dibagi dalam dua skenario, sbb.:
>
>SKENARIO: I.
>1. Capres: HABIBIE 2. Capres: MEGAWATI
> Pendukung: Suara: Pendukung: Suara:
> PDIP 0 PDIP 158
> GOLKAR 117 GOLKAR 0
> PKB 0 PKB 50
> PPP 40 PPP 0
> Stembus Accoord I 37 Stembus Accoord I 0
> PAN 0 PAN 34
> PKP 0 PKP 8
> Stembus Accoord II 0 Stembus Accoord II 7
> PBB 2 PBB 0
> PDI 0 PDI 2
> PKU 1 PKU 0
> PSII 1 PSII 0
> PP 1 PP 0
> PK 1 PK 0
> PNU 1 PNU 0
> IPKI 1 IPKI 0
> PDR 0 PDR 1
> Utusan Daerah 72 Utusan Daerah 93
> Utusan Gol. 15 Utusan Gol. 20
> TNI 0 TNI 0
> JUMLAH: 289 JUMAH: 373
>
>SKENARIO: II.
>1. Capres: HABIBIE 2. Capres: MEGAWATI 3. Capres: ALTERNATIF
>(?)
> Pendukung: Suara: Pendukung: Suara: Pendukung:
> Suara:
> PDIP 0 PDIP 158
>PDIP 0
> GOLKAR 117 GOLKAR 0 GOLKAR
> 0
> PKB 0 PKB 50 PKB
> 0
> PPP 0 PPP 0
>PPP 40
> Stembus Accoord I 0 Stembus Accoord I 0
>Stembus
>Accoord I 37
> PAN 0 PAN 0
>PAN 34
> PKP 0 PKP 8
>PKP 0
> Stembus Accoord II 0 Stembus Accoord II 7
>Stembus
>Accoord II 0
> PBB 0 PBB 0
>PBB 2
> PDI 0 PDI 0
>PDI 2
> PKU 0 PKU 0
>PKU 1
> PSII 0 PSII 0
> PSII 1
> PP 0 PP 0
>PP 1
> PK 0 PK 0
>PK 1
> PNU 0 PNU 0
>PNU 1
> IPKI 1 IPKI 0
> IPKI 0
> PDR 0 PDR 1
>PDR 0
> Utusan Daerah 42 Utusan Daerah 80 Utusan
>Daerah
> 43
> Utusan Gol. 9 Utusan Gol. 17
>Utusan Gol.
> 9
> TNI 0 TNI 0
>TNI 0
> JUMLAH: 169 JUMAH: 321 JUMLAH:
> 172
>
>KESIMPULAN: Menurut Skenario I, Megawati menang dengan suara terbanyak
>tanpa menghadapi kemungkinan lain. Sedangkan menurut Skenario II, Megawati
>menang tetapi masih harus menghadapi paling tidak dua kemungkinan. (1)
>Pendukung Capres Alternatif berganti haluan mendukung Habibie sehingga
>jumlah dukungannya mencapai 341 mengalahkan Megawati. (2) Pendukung Habibie
>berganti haluan mendukung Capres Alternatif, sehingga keadaannya akan sama
>dengan kemungkinan pertama. Tetapi kalau Capres Alternatifnya adalah Amien
>Rais, TNI akan melepaskan kenetralannya dan mendukung Megawati sehingga
>mencapai jumlah dukungan 359 suara (321+38).
>
>Silahkan mengkotak-katik lebih lanjut.
>
>rachmad soetopo.
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!