Ekky berbicara mengenai koalisi Golkar dengan faksi Islam seperti PKB, PAN,
PBB, PK dll dan juga dengan partai-partai besar termasuk PDIP. Lebih lanjut
Ekky mengatakan bahwa Akbar Tanjung adalah alternatif  yang akan diterima
oleh sebagian PDIP yang menolak Habibie.

Namun Muhaimin Iskandar, lagi , berbicara bawa PKB akan medukung
kecenderungan Masyarakat yang menghendaki perubahan pemerintahan dengan
menyalurkan pilihannya ke PDIP.

Di sisi yang lain, saya sudah mendengar dan melihat Yusril berbicara bahwa
partai yang memenangkan Pemilu berhak di pemerintahan.

Akbar Tanjung telah beberapa kali berbicara mengenai kemungkinan perubahan
Capres dari Golkar. Ucapan Ekky tadi tampaknya merupakan penjelasan bahwa
kemungkinan penggantinya adalah Akbar Tanjung. Namun, mungkinkah Golkar
menarik sebagian PDIP, PKB, PAN, PBB  yang tidak menghendaki Habibie untuk
memilih Akbar? Sebuah kalkulasi politik atau sebuah spekulasi politik?

Tampaknya, tanpa disadari isu memang telah digeserkan dari SQ vs Reformasi
ke isu Capres. Batasan antara pelaku, pendukung, dan penjaga  KKN dengan
mereka yang menghendaki pembongkaran KKN menjadi tidak jelas. Kasus-kasus
KKN yang mulai diangkat namun kemudian tingal kenangan disamping semakin
menunjukkan bahwa penggeseran isu untuk meredam tempo reformasi memang
berhasil juga menunjukkan bahwa mereka yang anti SQ semakin tidak berdaya. .


______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke