Menurut saya,
Rekan-rekan jangan terburu-buru memberi reaksi atas suatu kejadian yang baru
dari satu sumber berita, apalagi kita tidak ada disana.
Poros tengah itu pengumumannya tidak dihadiri langsung oleh Gus Dur, pada
hal deklarasi seperti itu sangatlah mutlak. Meskipun diwakili Ibu Chofifah,
ternyata bila dihubungkan dengan pernyataan Gus Dur terakhir, jelas tidak
cocok.
Pernyataan dukungan pada Gus Dur itu hanyalah merupakan pemastian oleh AR,
atas hasil pertemuan/lobi mereka.
Kalau anda baca koran pagi ini, hal itu disanggah Gus Dur, walau beliau juga
tidak dapat menyatakan final mendukung Mega.
Saya hargai usaha AR, jawaban Gus Dur dan komentar rekan. Tapi sekali lagi,
anda terlalu cepat bereaksi. Lihat juga contoh pernyataan Sekjen PDIP
tentang caleg yang baru ini, atau lebih jauh pernyataan main-main Habibie
menyenai tidak mencaalonkan dirinya.. Akhirnya tidak final kan, dan
terpleset, berubah makna.
Trim's,
Fw.
-----Original Message-----
Andriecht wrote :
Salam,
Bung Martin sudah dengar adanya Fraksi reformasi tidak?
Fraksi ini merupakan koalisi dari partai-partai Islam, kebetulan
tadi pagi
saya mendengar berita wawancaranya di Trijaya,.saya yakin bahwa
fraksi ini
tidak akan mendukung habibie dan mega,.pilihannya paling Gus Dur,
Hamzah haz
dan bung AR.
Dibanding 2 orang tsb, harapan Pak AR untuk menjadi presiden semakin
besar,.
Akhirnya ada yang sadar juga untuk melakukan hal ini,.
-----Original Message-----
From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, July 20, 1999 1:16 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Beri AR kesempatan
>Wah, AR itukan ditolak oleh 93% rakyat pemilih kan? (ini mengikuti
logika
>Bung Komkom saja lho)
>
>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>_________________________________________________
>E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>Visit http://come.to/forma-kub
>
>-----Original Message-----
>From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Cc: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
><[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
><[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>;
>[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
><[EMAIL PROTECTED]>
>Date: 19 Juli 1999 22:08
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Beri AR kesempatan
>
>
>Satu-satunya solusi adalah adanya capres alternatif untuk
menghindari
>Habibie dan Megawati jadi presiden. Dan capres yang paling tepat
itu saya
>kira ya AR.
>
>Kita tentu berharap PAN tidak berjudi dengan memberikan dukungannya
kepada
>Habibie. Soalnya, bahaya "Setan-nya" Golkar jaman dulu lagi
mengancam
>lewat PDI Perjuangan, bila partai banteng "mabok" ini dikasih
kekuasaan.
>
>Justru kalau AR memberi dukungan kepada HBB atau MGWT maka dia jadi
>tergolong tidak reformist.
>JANGAN SALAH LHO...
>
>On Mon, 19 Jul 1999, Hotman Silalahi wrote:
>
>> Sudah sebaiknya AR memberikan dukungannya kepada Mega.
>> Apabila suatu saat Habibie kembali menjadi Presiden ke-4, dan
pada saat
>> pemilihan Pres, di MPR PAN/AR berdiam diri tanpa memberikan
dukungan ke
>> pihak anti PSQ maka dengan sendirinya AR sendiri sebenarnya sudah
tidak
>> reformist lagi.
>>
>> On Fri, 16 Jul 1999, Yap C. Young wrote:
>>
>> > Sekarang perhitungan suara hasil Pemilu sudah bisa dianggap
konkrit.
>> > Dengan melihat data perolehan suara, tidak ada jaminan PDIP
meloloskan
>> > Capresnya di MPR, sehingga sangat mungkin Golkar memenangkan
pencalonan
>> > Habibie. Sebaliknya Faksi Islam mempunyai potensi muncul
sebagai kuda
>hitam
>> > untuk menyelamatkan reformasi.
>> >
>> > Dengan asumsi bahwa Pemilu 99 dimaksudkan untuk memenangkan
tujuan
>> > reformasi, maka sangat baik apabila Prof DR. Amien Rais (AR)
diberi
>> > kesempatan muncul sebagai Capres yang terutama didukung Faksi
Islam.
>> > Kemunculan AR akan cukup meredam kekhawatiran banyak orang
tentang
>> > kekurangan Mega maupun Habibie dan sekaligus menjamin
kemenangan pro
>> > reformasi.
>> >
>> > Potensi Golkar yang perlu dicermati adalah keunggulannya
dilebih banyak
>> > Propinsi, sehingga mendapat keuntungan tambahan suara UD dan
mungkin UG
>> > lebih banyak dibanding Partai lainnya.
>> >
>> > Skenario terbaik adalah : AR dan Mega sama sama maju sebagai
Capres,
>> > sehingga ruang gerak Golkar cs dapat dibatasi. Dengan munculnya
AR,
maka
>> > bagi anggota MPR yang tidak menerima Mega masih punya pilihan
AR
>sehingga
>> > tidak berbelok ke Habibie. Dalam skenario ini, perolehan
Golkar cs
>> > diperkirakan sekitar 30%, sehingga terdapat kans yang sama bagi
AR dan
>Mega
>> > untuk memenangkan pemilihan Capres, yaitu berbagi yang 70%
itu.
>> > Kalaupun berbagi sama besar, Pemilihan ulangan hanya diikuti
kedua
>Capres
>> > itu, nggak masalah siapa yang menang, tetap masih dalam barisan
>Reformasi.
>> >
>> > Skenario kedua adalah : PAN kembali ke Ciganjur/Paso dengan
>konsekuensi
>> > Golkar mendapat tambahan kekuatan dari PPP cs. Kompromi
"tersulit"
>adalah
>> > siapa Capresnya. Dengan skenario ini, kemungkinan terbaik
Golkar hanya
>44%,
>> > sehingga Aliansi Reformasi punya kesempatan meraup 56%.
>> >
>> > Semuanya dengan asumsi bahwa suara TNI diperkirakan akan
diberikan pada
>> > kelompok yang dengan tambahan suara itu akan keluar sebagai
pemenang.
>> > Sehingga ketidak netralan TNI adalah memberi penguatan kepada
calon
>> > pemenang. Dalam kedua skenario diatas, hampir pasti TNI tidak
akan
>bergabung
>> > ke Golkar cs karena nggak bakal menang.
>> >
>> > Worst case-nya adalah apabila yang terjadi PAN bergabung ke
Golkar cs.
>> > Dengan skenario ini hampir dapat dipastikan Golkar cs
memenangkan
>pencalonan
>> > Capres, karena TNI pasti ikut main safe ke Golkar pula. Dari
skenario
>ini
>> > Golkar cs akan memperoleh sekurangnya 60% suara MPR. Dan
tamatlah
cerita
>> > reformasi.
>> >
>> > Any comment?
>> >
>> > >
>> >
>> >
>> > ______________________________________________________
>> > Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>> >
>> >
______________________________________________________________________
>> > If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>> > To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>> > To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>> >
>> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>>
>>
______________________________________________________________________
>> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>>
>> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!