Mega memnag pernah bicara tapi yang dibicarakan adalah kebanyakan mengenai
nasib partainya dan sangat sedikit mengenai negri ini, Jika Mega bicara
diluarnegeri itu berarti mega tidak menghargai rakyatnya karena yang butuh
itukan bangsi ini bukan singapura atau negara lain dan yg menentukan apakah
idenya naik untuk negara ini adalah rakayat RI bukan masyarakat singapura
atau luarnegeri dan itu juga berarti mega meminta pendapat dari negara luar
kenapa bukan masyarakat indonesia.
Bung Gigih mungkin ingat bahawa sekali mega mengeluarkan pernyataan
cenderung salah contohnya ketika dia mengatakan bahwa kesatuan RI ini
meliputi dari sabang sampai marauke dan itu telah diakui dunia Mega telah
melupakan bahwa eksistensi Tim-Tim ke indonesia belum diakui oleh seluruh
dunia ini dikarenakan masih adanya pertikaian yg belum selesai antara RI dan
Portugal yg akhirnya menibulkan reaksi keras dari masyarakat tim-tim
(termasuk Xanana) dan mengenai pernyataan mega bahwa jika pdip menang maka
ia akan mempertahankan nkri ini dengan darah dan menolak segala referendum
termasuk aceh dlm hal ini mega juga lupa bahwa aceh telah dizalimi baik
selama era sukarno dan era suharto dan aceh lah daerah yg tidak pernah
mengalami manisnya kemerdekaan selain propaganda daerah istimewa yg tdk
memiliki arti bagi kehidupan rakyat aceh.
#Mega bicara diforum-forum yg digelar oleh pdip????
jika tiu yg dilkukan berarti mega bicara bukan untuk bangsa tetapi untuk
kepentingan intern pdip dan akhirnya yg mendengarkan suara merdu mega hanya
oeserta kalangan pdip sendiri hal akan berdamapak buruk karena pasti para
peserta akan mendukung 100% pernyataan ketuaumum-nya, hal ini akan berbeda
jika mega bicara diluar karena akan ,emdapat argumentasi keras atas idenya.
#Seandainya Megawati terpilih sebagai Presiden, maka sebenarnya yang
 memerintah adalah segenap rakyat Indonesia
Tentu yg anda maksud adalah rakyat pdip karena terbukti bahwa mega tidak
didukung oleh -setidaknya 50%rakyat Indonesia-seluruh rakyat indonesia.
# Memahami isi otak Megawati sebenarnya tak sulit. Dengar saja apa yang
  diucapkan oleh Kwik, Dimyati, Laksamana Sukardi, Muchtar Buchory, dan
  beberapa yang lain.
Sulit bagi saya memahami pendapat anda, bisa andakah menjelaskan mana yg
pendapat mega diantara 2 pendapay tokoh pdip:
Alex litay: (setelah rapim di depok)... bahwa pdip tidak akan
mengamandemenkan uud'45 karena tidak ada yg salah dengan uud'45 itu.
Dimyati: bahwa pdip setuju untuk mengamandemenkan uud'45.
jika kembali pd pernyataan bung gigih bahwa memahami isi otak mega dengan
melihat statemen para tokoh dan melihat satu dari sekina juta contoh maka
saya simpulkan bahwa mega memiliki 2 pendirian dan itu berarti tidak mantap
dengan pendirian sendiri.
Kesimpulan: bicara itu harus dengan seluruh komponen bangsa tiddak
pilih-pilih,hal itu akan mengurangi bobot ide anda karena ide anda tidak
teruji oleh pihak yg berada diseberang anda yg mungkin mereka lebih
memahaminya.
Bicara dengan pihak lain juga akan menambah wawasan anda menguji seejauh
mana ide tersebut akan diterima.

-----Original Message-----
From: GIGIH NUSANTARA [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, July 26, 1999 8:50 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] Wawancara Mega dengan Yomiuri Shimbun


Mega sudah sering bicara, tetapi tidak sekedar untuk mengomentari
tingkah polah politisi yang tiba-tiba 'mbanyak-i', dengan isu-isu
politik sesaat, hanya untuk membenarkan diri sendiri dan menuding pihak
lain itu. Berkali-kali Mega sudah bicara mengenai misi politik dan masa
depan negara ini. Dia bicara di berbagai forum, seperti forum diskusi
dengan para pakar internasional di Singapura, dan forum-forum yang
digelar oleh PDI Perjuangan (ingat, pernah disiarkan oleh salah satu tv
swasta secara langsung ?).

Dalam mengedepankan isi otak, tiap orang punya cara, serta pertimbangan
unggah-ungguh, subasita, dan trapsila. Tidak pating penthalit ejek-sana
ejek-sini, dukung-sana dukung-sini, yang membuat orang tambhang
bingung, maksudnya apa. Mega memilih caranya sendiri secara santun,
tunggu hasil resmi pemilu.

Memahami isi otak Megawati sebenarnya tak sulit. Dengar saja apa yang
diucapkan oleh Kwik, Dimyati, Laksamana Sukardi, Muchtar Buchory, dan
beberapa yang lain. Jika tak ada 'teguran' dari Mega, maka itulah sikap
resmi PDI Perjuangan, yang Mega-pun harus tunduk. Mengapa harus isi
otak Megawati saja?

Seandainya Megawati terpilih sebagai Presiden, maka sebenarnya yang
memerintah adalah segenap rakyat Indonesia, yang melalui lembaga MPR
menunjuk Mega yang notabene pemimpin PDI Perjuangan, dan melalui GBHN
yang ditulis oleh rakyat Indonesia, juga melalui MPR. Saya yakin,
Megawati tak akan meng-klaim amanat dan mandat itu sebagai 'isi
otak'-nya.

Sebenarnya jauh lebih penting dari sekedar penthalitan model begini,
alangkah lebih baik jika kita sumbangkan 'isi otak' kita, kalau
kebetulan punya, untuk membuat sebuah GBHN yang benar-benar hebat, dan
bisa dipakai untuk mengatasi problem bangsa. Peduli siapa yang jadi
caprez, itulah penugasan rakyat yang harus dilaksanakan tanpa pardon.
Jika menyimpang, tau sendiri....

--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Terbukti bahwa PDI-P anti kritik, paling tidak
> simpatisannya. Sesuai analisa Hermawan Sulistyo di
> http://www.detik.com/berita/199907/19990722-1709.html
> 
> Martin,
> Selama ini protes thd diamnya Mega adalah kita (saya
> yakin termasuk kamu) pingin tahu apa isi kepala
> semua capres kita, jangan maen petak umpet terus. 
> Mau ngomong diluar juga boleh koq, wajar saja, nggak
> ada istimewanya. Yang istimewa adalah dia ngomong
> diluaran sementara di publik negaranya sendiri 0
> (NOL). Kesan saya Mega berlaga tanpa (baca:
> menghindari) lawan. Dia berusaha menjadi juara satu
> dari satu perlombaan yang jumlah pesertanya juga
> satu. Kita tahu bahwa Jepang tidak mencalonkan anak
> bangsanya u/ jadi RI-1, dan menjual Bapaknya untuk
> menunjukkan bahwa antara Jepang-Indonesia adalah
> besanan, ya makin menggelikan.
> 
> hati dan pikiran yang dipenuhi kesukaan semata juga
> berbahaya lho.
> 
> salam
> Alvi
> 
>  ---- you wrote: 
> > Inilah susahnya bila hati dan pikiran dipenuhi
> ketidaksukaan semata. Selama
> > ini protes karena Mega diam, tetapi ketika bicara
> juga diprotes... mengapa
> > ke luar negeri...? Wah..., bicara dimana saja sama
> toh..
> > 
> > Martin Manurung
> <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> > _________________________________________________
> > E-mail: [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
> > Visit http://come.to/forma-kub
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: 24 Juli 1999 12:21
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] Wawancara Mega dengan
> Yomiuri Shimbun
> > 
> > 
> > Waktu jamannya kampanye kemaren ini, Mega pernah
> menyuruh simpatisannya
> > untuk menurunkan photo Bapaknya (Bung Karno), yang
> dipajang di hampir setiap
> > rumah simpatisan PDI-P. --kalo nggak salah,
> ngomongnya di Blitar, pls
> > correct me--
> 
> ...<deleted>...
> 
> 
> ---------------------------------------------------------
> Get free personalized email at
> http://geocities.iname.com
> 
>
______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an
> empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!








______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke