Terima kasih bung Chandra dan Rekan Franca,

Memang betul, yg saya maksudkan adalah penghindaran
terjadinya bentrok pada aktu pulang/berangkat kesekolah.

Ini setelah saya melihat bertahun-tahun tidak berhasilnya
pihak yg berwenang meredam tawuran di-Jakarta.

Salam,
bRidWaN


At 09:57 PM 7/27/99 +0700, Chandra Adenan wrote:
>maaf ya aku ikut nimbrung,

----------
>From: Franca A.S. Wenas <[EMAIL PROTECTED]>
>
>> Rekan bRidWaN  :
>>
>> Ide itu pasti baik juga, cuma perlu dicari yang lebih effektif.
>> Penggunaan seragam yang bebas itu menghilangkan ketertiban dalam
>> lingkungan sekolah ,

>Kayaknya nggak juga deh, nggak ada buktinya kalo orang nggak pake seragam
>terus dia nggak tertib,

>> & juga akan memicu persaingan penampilan sesama siswa.

>Masa iya, diluar sekolahpun mereka sudah bersaing,
>Jadi yang perlu di kontrol oleh sekolah itu adalah yang benar-2 menyangkut
>kesuatu norma saja, misalnya pakaiannya yang sopan (cowok pake hem atau
>tsirt, cewek pake rok minimum sedengkul), begitu saja.

>>Ini juga bisa menyebabkab siswa akan merasa semakin mudah tawuran karena
>>dapat cepat berbaur dengan kerumunan masyarakat.

>Masalahnya usulan bridwan itu adalah supaya seorang anak bisa menghindar
>dari bentrokan dengan musuh sekolahnya, kalo dia pake seragam sekolah pasti
>cepat ketahuan bahwa dia anak SMU mana (misalnya).
>Soal berbaur sih, yang pake seragam aja cepat ngilangnya kok.
>Yang jadi masalah bukan mengejar anak yang bentrok tetapi bagaimana kita-2
>yang sudah lewat masa ABG (aku malah udah jadi babenya anak) bisa
>menciptakan suasana agar anak-2 tidak suka berkelahi dan tidak menganggap
>tawuran itu sesuatu yang sakral dan harus dilaksanakan kalau ada tantangan.
>
>>
>> Itu menurut saya,
>>
>>
>> Fw.
>>
>>
>>
>> -----Original Message-----
>> From: bRidWaN [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>> Sent: Monday, July 26, 1999 1:08 PM
>>
>> Bapak/Ibu dan Rekan-Rekan Yth.
>>
>> Tawuran telah terjadi sejak beberapa tahun, dan akhir
>> akhir ini semakin marak saja terjadi di-Jakarta,
>> dan konon telah memakan korban kurang lebih 20 Pelajar
>> dan puluhan Pelajar lainnya luka-luka berat dan ringan.
>>
>> Pihak Pemerintah bukannya tinggal diam dalam menangani
>> hal ini, bahkan ada Tim Penanggulangan Tawuran segala
>> yang terdiri dari orang orang pintar dengan gelar
>> se-abreg. Polisi juga telah melakukan antisipasi,
>> diantaranya menjaga 25 Simpul Rawan Tawuran dan
>> belasan Halte Bis tempat seringnya tawuran. Anggaran
>> konon telah keluar milyaran rupiah. Dan itupun masih
>> dikeluhkan akan kurangnya/minimnya Biaya Operasi.
>>
>> Apakah yang telah mereka lakukan itu effektif ??
>> Program yang mereka jalankan adalah Temu wicara,
>> Seminar, Rasia senjata tajam dan hal 'klasik' lainnya.
>>
>> Bersama ini saya ingin menghimbau, dan untuk dapat
>> diteruskan kepada pihak yang berwenang, agar segera
>> diambil keputusan :
>>
>>    MEMPERBOLEHKAN PELAJAR TIDAK MEMAKAI SERAGAM !
>>
>> Saya percaya bahwa hal ini paling tidak akan mengurangi
>> kemungkinan adanya Tawuran yang lebih parah lagi.
>> Mereka adalah 'Tunas Bangsa', dan diantara mereka
>> banyak yang bersaudara, bertetangga.
>> Tetapi hanya karena masalah kelompok dan kebanggaan
>> akan sekolah serta turun menurunnya rasa permusuhan
>> sajalah, yang mengakibatkan adanya Twauran-tawuran ini.
>>
>> Semoga himbauan ini akan terdengar oleh Pihak yang
>> berwenang, dan dapat segera ditindak lanjuti.
>>
>> Jangan menunggu sampai Anak/Adik/Kakak/Saudara/
>> Tetangga kita akan menjadi korban berikutnya.
>>
>>
>> Salam,
>> bRidWaN
>>
 

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke