Mas, Kalau anda punya 5 orang anak kandung yg setiap hari anda didik dengan penuh kasih sayang, perhatian dan pendidikan agama yang baik, apakah anda yakin bahwa mereka akan selalu rukun2 saja ? Apakah mereka tidak akan bertengkar sekalipun jua, atau mungkin kadang2 berantem ? Kalau di dalam keluarga saja hal ini bisa terjadi, bagaimana pula dengan kehidupan partai yg penuh dengan dinamika dan melibatkan begitu banyak orang dengan latar belakang yg sangat beragam ? Partai2 lainnyapun pernah mengalaminya dalam taraf yg berbeda-beda. GOLKAR, jelas sekali menunjukan perpecahan. Belum lagi dengan segala macam jenis lasykar dan pendekarnya. PPP saat ini masih agak aman walaupun kena protes dari caleg-nya yg tidak jadi, minta kembali uang setorannya. DPC PAN Depok juga bermasalah, entah sudah selesai atau belum. Partai2 baru lainnya sampai saat ini belum, masih aman2 saja. Entah besok lusa. Yang jelas semua pasti sudah dan pasti akan mengalaminya. Yang membedakan adalah bagaimana cara menangani konflik. Dari sisi ini kita sama2 tahu bahwa PDI-P sudah teruji, sudah mengalaminya berulang-ulang kali, dari skala kecil sampai skala besar. Saya kira kasus yang diangkat oleh salah seorang member mengenai konflik tersebut akan dapat diselesaikan dengan baik oleh PDI-P. Malah hal ini mungkin merupakan point tersendiri bagi Mega untuk maju memimpin negara yg dirundung kisruh ini. Beda dengan elit2 politik lain yg karbitan, munafik, politisi kemaren sore, sok pinter, kerjanya tiap hari cuma mengkritik, penuh retorika, oppurtunis, membingungkan, cuma bikin pusing, belum teruji baik secara pribadi maupun dalam memimpin kelompoknya mengarungi tantangan yang datang dari berbagai penjuru, baik yg berasal dari kalangan internal berupa pengkhianatan maupun dari kalangan eksternal. Satu hal yg jelas, budaya demokrasi di negara ini masih belum berkembang mencapai taraf yang dapat dibanggakan. Seluruh sendi kehidupan bernegara kita banyak sekali diwarnai oleh kekerasan, baik secara vertikal maupun horisontal. Contohnya banyak. Ada Kupang, Ketapang, Banyuwangi, Pam Swakarsa, Ratih, dan yang paling mutakhir tentu saja Aceh. PDI-P hanyalah merupakan bagian kecil dari sebuah bangsa besar yang bernama Indonesia. Mari kita tunggu langkah selanjutnya dari PDI-P. salam, -----Original Message----- From: Izrin Agus [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: 30 Juli 1999 14:45 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Kuli Tinta] (no subject) nggak perlu emosi gitu mas ..... ! tenang aja mungkin kalo mau referensi lain coba baca Media Indonesia hari halaman 14 kejadian dibawah ini ada kok ... ! ---------- From: Jopie J Bambang To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Kuli Tinta] (no subject) Date: Friday, July 30, 1999 1:40PM Hebat... Nampaknya anda punya kecerdasan lebih untuk selalu memojokkan PDI Perjuangan. Dalam istilah pemerintah ini yang dinamakan "oknum". Dalam kacamata orang sehat berita tersebut adalah perseteruan antar dua kelompok yang saling bersaing bukanlah cerminan PDI Perjuangan seutuhnya. Saya yakin anda punya otak karena anda tidak mendukung PDI Perjuangan, begitu? Sayang otak anda tidak dipakai untuk hal-hal yang lebih bermanfaat selain memojokkan PDI Perjuangan. Berhati-hatilah memakai kata-kata... -----Original Message----- Date: Thursday, July 29, 1999 8:27 PM Subject: [Kuli Tinta] (no subject) Inilah profil orang-orang PDIP, ganas, brutal, nggak punya otak, suka kekerasan, cap jempol darah dan lain2. Jangankan pendukung partai lain, sesama teman sendiri aja saling ganyang-mengganyang. Bagaimana nanti seandainya Mega jadi RI 1? Apa nggak malah ancur negara ini dipimpin oleh orang-orang gila macam Mega dan para pendukungnya itu. Mungkin mereka pantes jadi kandidat presiden PARTOGI biar saingan ama gigih dan sam. Silakan disimak kutipan dibawah ini terus direnungkan, dipikirkan dan dicari solusinya bersama-sama. soniaulia Satgas PDI Perjuangan Saling Bacok, 4 Luka SUKOHARJO - Hanya selang beberapa jam setelah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerukan agar kadernya menghindari segala bentuk kekerasan dalam pidato pada peringatan tragedi 27 Juli 1996 di Jakarta, di tubuh PDI Perjuangan Sukoharjo justru terjadi pertumpahan darah. Ketua PAC Kartasura Parjino (39) dan tiga anggota Pasukan Khusus Andalan Megawati (Passuda) Kecamatan Kartasura, menderita luka-luka akibat bacokan. Mereka diserang sekelompok Satgas dan Satgassus dengan senjata tajam, Selasa malam lalu.
______________________________________________________________________ If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email; To subscribe: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
