Kalau rekan-rekan masuk ke Yogya lewat jalur selatan maka akan dijumpai
karikatur besar sekali dengan tulisan:
>>BELAJARLAH SEJARAH ORDE BARU UNTUK BELAJAR KORUPSI<<
He... he... siapa yang akan membantah....
----- Original Message -----
From: Irwan Reza Iskandar <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 07 August 1999 10:24
Subject: [Kuli Tinta] Re: Hukum yang harus di "tegakkan"
Kalau ada yang bengkok sejak dari jaman kuda gigit besi hukum di negara
tercinta ini bengkok
Sejak dulu slogan "mari tegakkan keadilan" tidak pernah berhenti, karena
sampai kini masih bengkok atawa bungkuk dan diusahakan untuk tegak.
Jika sudah lurus atau tegak slogan akan berbunyi "mari
mempertahankan............................."
Jika mempertahankan sesuatu yang telah dicapai itu lebih sulit daripada
mendapatkannya, saya tidak bisa membayangkan kapan hukum akan "tegak" .
Mereka itu harus dikasih Viagra kali biar enggak bungkuk
Ya itulah yang namanya "PARADIGMA BAU"
----- Original Message -----
From: tri man
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, August 07, 1999 8:45 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Kejar sampai keliang kubur!
Ada yang bengkok, dan sulit bisa kita mengerti di soal ghalib ini.
Lihatlah,
betapa petentang-petentengnya dia dan barisan pengacaranya, baik sebelum
maupun sesudah puspom menegaskan 'belum adanya bukti' atas kasus dugaan
ICW
terhadap dirinya itu.
Dengan sangat meledek rasa keadilan umum, betapa dia memamerkan
kemampuannya
untuk lolos dari sergapan ICW, yang seolah-olah sangat bersihnya dia saat
ini. Antara lain dengan tantangan untuk membuka rekening ghalib, dan
'silahkan..., silahkan...'
Tetapi, di balik 'tantangan' yang seolah-olah tulus, dan 'yakin benar' itu
tidak sesuai dengan 'tetapi hanya terbatas rekening PGSI, dan tidak
rekening-rekening lain'.
Coba, apa ini bukan sekedar main-mainan orang yang asal njeplak saja?
Kalau
memang mau pamer 'bersih' dan punya 'harga diri', buka semua dong
rekeningnya, lalu segenap rekening korannya, untuk suapa tau riwayat
masuk-keluarnya dananya.
Ataukah menunggu rakyat bergerak? Dan melupakan semua subasita karena
ledekan-ledekan ghalib dan pengacaranya yang terjadi saat ini, dan mereka
tak bakal dapat apa-apa lagi sedikitpun?
>From: "Mas Kojen" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Kuli Tinta] Kejar sampai keliang kubur!
>Date: Fri, 6 Aug 1999 08:56:04 +0700
>
>Assalamu'alaikum wr .wb
>
>Sebaiknya kasus KKN Suharto , dengan meminjam istilah Andi Muhammad
>Ghalib dikejar terus sampai keliang kubur.
>
>Andaikan beliau keburu mati sebelum kasus ini tuntas, bisa saja
>diteruskan terhadap ahli waris beliau. Tidak lah mungkin begitu
>saja dimaafkan sebelum jelas persoalannya.
>
>Wassalamu'alaikum wr.wb
>
>Mas Kojen
>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!