Bung Triman,
Untuk mengucilkan mereka gampang saja: jangan lagi nonton SCTV. Kalau pindah 
ke RCTI, saya kuatir anda bakal "neg dan mual" juga karena RCTI itu 
corongnya Golkar (yang bilang ini para wartawan/karyawan RCTI sendiri lho, 
yang kemarin ini pada rame-rame menuntut pimpinan redaksi mereka dicopot!). 
Ke Indosiar? Sami mawon. Indosiar justru lagi semakin asyik menjilat dan 
cari muka penguasa. Contohnya: coba aja nonton tiap Minggu malam, segala 
macam pejabat sipil/militer pada diundang nyanyi nostalgia; hari anak 
nasional dirayakan dengan memperalat bocah cilik Joshua untuk mempromosikan 
Habibie; nanti beberapa hari lagi saksikan saja di Indosiar milik Liem Sioe 
Liong itu, ada siaran langsung hari armada dari Tanjungperak Surabaya. 
Deretan contoh pasti akan panjang sekali kalau satu persatu dibeberkan 
acara-acara Indosiar yang menjilat-jilat penguasa. Saya kuatir nanti anda 
bakal tambah neg, tambah mual ...





>Kadang-kadang ada keinginan aneh yang muncul dalam diri saya, yaitu
>keinginan untuk 'merasakan neg/mual'. Rasanya keinginan aneh ini semakin
>gampang saya penuhi, dengan nonton model-model OC Kaligis, Sitompul
>Bersaudara, Felix, Agus Miftah, Sri Bintang, yang belakangan ditambah 
>dengan
>Anton Lesiangi.
>
>Mereka-mereka itu sangat bermanfaat buatku, dalam rangka memberikan
>pendidikan 'budi pekerti' yang dulu pernah jadi mata-pelajaran kepada
>anak-anakku. Mungkin aku salah, yaitu dengan mencoba menanamkan 'kebencian'
>kepada orang-orang tadi, sebagai cara saya mengajarkan budi pekerti tadi.
>
>Lihat saja kalimat-kalimat yang tadinya gampang kita mengerti dan kita
>pahami, menjadi sebuah kalimat yang berpengertian lain, yang dibumbui 
>dengan
>alasan-alasan 'profesional', 'hukum positif', 'demi rakyat' dan sejumlah
>kata-kata beling yang bersayap itu.
>
>Masihkah kita akan memberikan tempat di masyarakat Indonesia Baru mendatang
>? Mari kita kucilkan.
>
>
>>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>>To: "Kuli Tinta" <[EMAIL PROTECTED]>
>>Subject: [Kuli Tinta] SCTV
>>Date: Sat, 7 Aug 1999 07:32:02 +0700
>>
>>Sore ini saya mengikuti wawancara Arief dengan Kaligis.
>>
>>Apa yang diharapkan oleh Arief dengan menghadirkan Kaligis malah counter
>>productive. Tidak ada informasi yang bisa diperoleh sebagai penyeimbang
>>informasi. Malah SCTV digunakan oleh Kaligis sebagai media untuk berbicara
>>mengenai pembelaan terhadap clientnya. Saya mencatat dua kali Kaligiis
>>mengatakan bahwa ia sebagai profesional tidak tahu kalau uang yang
>>dibicarakan itu adalah uang rakyat. Bahkan terminologi klarifikasi yang
>>digunakan oleh OC menjadi berbeda pemahamannya. Baru kali ini saya 
>>memindah
>>channel liputan 6 SCTV sebelum wawancara selesai.
>>
>>Mestinya lain kali SCTV lebih selektif untuk memilih nara sumber guna
>>memenuhi doktrin cover both sides.
>>
>>
>>______________________________________________________________________
>>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke