Ngeri saya membaca tulisan ini !
Tulisannya ada kata-kata : Dibilas dan dilibas, cacing-cacing sekarat,
dan seterusnya. Juga sebutan tengil segala macam ?
Kalau orang yang mengaku pendukung reformasi dan pembela demokrasi
ngomongnya begini, apa bedanya dia dengan Golkar di masa lalu ? Atau
lebih tepat lagi : ini omongan gaya tentara.
Kalau anda tanya, masihkan percaya pada Poros Tengah ?
Saya akan acungkan jari : Saya masih percaya 100 % pada poros tengah.
S a m
-------
tri man wrote:
>
> Poros Tengil.
>
> Dari pendukung poros 'tengil'-nya saja sudah bisa ditebak, bahwa poros
> 'jadi-jadian' ini memang tak ubahnya cacing-cacing sekarat yang mencoba
> meronta karena hampir habisnya izin edarnya di persada demokrasi negara ini
> yang segera bangkit dalam tempo dekat ini.
>
> Para pemrakarsa poros 'tengil', secara riwayat, amat gampang dipelajari,
> kalau mereka tak lebih orang-orang yang bakal takut, bukan saja tak bakal
> dapat peran di era Indonesia Baru mendatang, tetapi juga karena catatan
> riwayat yang sedemikian buruk dan busuk, sehingga bakal jadi bulan-bulanan
> yang amat tak sedap di masa depan negeri ini.
>
> Partai 'Persatean Perbambungan', misalnya, punya kaok-kaok yang sedemikian
> kentalnya terhadap kelompok SQ. Dan ketika kedok mereka bakal terbuka,
> mengingat pasar demokrasi di kelompok partai Gulungan Karton yang semakin
> transparan perpecahannya, maka niat untuk mendukung HBB pun diubah agar tak
> terlalu transparan, dengan membentuk Poros Tengil yang seolah merupakan
> alternatif.
>
> Adakah sebuah koinsidensi, jika ketika dengan ramainya Poros Tengil ini
> mencalonkan Gus Dur, tetapi serta merta ada salah satu ketua Partai
> Persatean Perbambungan berteriak 'Awas ada Jebakan kepada HBB' manakala Gus
> Dur mengintrodusir 'ampunan politis' terhadap HMS ? Sebuah upaya untuk
> melindungi sang Bos yang riil ?
>
> Sebenarnya kesempatan demi kesempatan untuk membuat mereka segara 'insyaf'
> dengan pindah gerbong reformasi sudah tersedia. Tetapi justru sampai saat
> terakhir, hanya berbilang tak lebih dari 100 hari, mereka masih dengan
> sangat ngeyel dan melakukan kalkulasi-kalkulasi yang sangat sinting. Saya
> berani memastikan, dengan tingkatan kemiringan dan kesintingan seperti ini,
> lalu pada saatnya dibilas (bukan dilibas) oleh praktek-praktek demokratis di
> Indonesia Baru nanti, bisa dipastikan mereka akan melengkapi barisan AgMif
> sebagai gurem-gurem yang cuma bikin gatal.
>
> Masihkah kita percayai Poros Tengil ini ?
>
> Triman
>
> >From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: Re: [Kuli Tinta] Usul Gus Dur: Ampuni Soeharto
> >Date: Sat, 7 Aug 1999 18:55:03 +0700
> >
> >Akan hilang karena melawan hakekatnya!
> >
> >Polarisasi kelompok yang tampak dalam kemunculan berbagai partai Islam itu
> >beserta distribusi suaranya telah menunjukkan hakekat perbedaannya.
> >
> >Kalau sekonyong-konyong muncul keinginan untuk bergabung maka hal itu lebih
> >berorientasi pada kepentingan sempit jangka pendek para elit politiknya.
> >Metamorfosa Fraksi Islam ke Poros Tengah disamping mengindikasikan
> >polarisasi itu juga menunjukkan orientasi itu.
> >
> >Semasa Orba para Elit politk PPP dan PDI pada dasarnya telah menikmati the
> >existing benefit dan mereka takut kehilangan. Dukungan PPP ke Habibie
> >semakin memperjelas posisinya. Oleh karena itu, ketika tujuan akhir keompok
> >berbeda dengan tujuan individu masing-masing elit politik maka kelompok itu
> >tidak mungkin membangun kesepakatan.
> >
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!