Sodara2 sekalian ................... iki sekedar gathuk-gathuk memperkiraken daripada skenario ke depan nyang mana semakin hari semakin sulit diperkiraken. Keterlibatan dan perhatian Balitbang PDI-P dalam upaya pengusutan kasus Bank Bali dan kunjungan Megawati ke Timtim, rasanya agak "aneh". Partai2 lain sibuk dengan pernyataan pers segala macam, PDI-P malah sudah melangkah dengan nyata. Sedikit banyak ada semacam indikasi bahwa pihak PDI-P sudah bergerak di tataran praksis, bukan lagi hanya sekedar bicara politik tanpa action nyata. Mereka sudah masuk ke wilayah yg nyata, ikut "berjuang bersama bangsa/rakyat" untuk masa depan Indonesia yg lebih baik. Namanya juga partai politik, tentu saja ada hitung2an politiknya, paling tidak urusannya ada kaitannya dengan mencari dukungan pada SU MPR mendatang. Saat ini boleh dibilang PDI-P menang satu langkah di depan lawan2nya. Saya memperkirakan bahwa kasus Bank Bali ini akan disusul oleh pengungkapan kasus2 lain yg sebagian besar akan bermuara pada Mr. HBB. Ini adalah satu senjata ampuh untuk merebut simpati rakyat. Di ujung skenario ini - namanya juga skenario - Mr. HBB akan menyatakan pengunduran diri secara resmi atau diundurkan di saat2 akhir pemilihan Presiden di SU MPR. Yang mengundurkan Mr. HBB, ya siapa lagi kalau bukan Akbar Tanjung, dkk. Langkah Kwik Kian Gie untuk menyatakan bahwa ada Golkar Putih dan Golkar Hitam adalah langkah pecah belah dr PDI-P atau malah atas persetujuan kelompok reformis di tubuh Golkar sendiri. Sebagai pra-kondisi bila besok lusa Mr. HBB diturunkan, legitimasi moral para Golar Putih itu tetap terjaga, bahwa mereka adalah Golkar Putih, reformis. Calonnya tinggal 2, yaitu Gus Dur dan Mega. Nah disini, hal ini menjadi menarik. Kemungkinan GD menyatakan pengunduran diri dan mempersilahkan Mega "naik" dengan alasan kesehatan. Wapresnya bisa GD atau tokoh lain yg ditentukan/dipilih kemudian. Bila toh GD jadi presiden, maka Mega jadi wapres. Habis itu GD bilang: udah, gua cuman 6 bulan akin membikin puyeng dan bingung. Mbok ya mereka2 itu agar berlomba-lomba memperbanyak perbuatan baik agar bangsa, negara dan rakyat menjadi semakin baik ? Kalau ada tujuan politiknya ya sah-sah saja. Namanya juga partai politik. Biarlah partai2 politik bertarung dan rakyatlah yg menikmati hasilnya. Nah, ini baru benar . . . . . . . . . . . . . . ______________________________________________________________________ If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email; To subscribe: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
