Majalah berita Gamma edisi 15 Agustus 1999 memuat transkrip rekaman rapat 
berisi suara mirip Baramuli dan Setya Novanto mengenai kasus Bank Bali. 
Baramuli tentu saja tidak senang, lalu kemarin didampingi pengacaranya OC 
Kaligis datang ke Polda Metro menuntut majalah Gamma yang "telah mencemarkan 
nama baiknya". Pihak majalah Gamma menyatakan tidak takut atas tuntutan 
tersebut dan sudah siap menghadapinya. Barusan di Cakrawala ANteve 
diberitakan, Pemred Gamma Herry Komar dalam konferensi pers tadi siang 
mengatakan majalah Gamma menuntut balik Baramuli atas komentar-komentarnya 
di media massa yang merugikan nama baik majalah Gamma antara lain dengan 
mengatakan Gamma sudah terancam bangkrut dan dibayar seseorang untuk 
memberitakan Baramuli.
Tampaknya kasus saling tuntut Baramuli dan Gamma ini bakal menarik karena 
baru kali ini pers menuntut balik penuntutnya. Beberapa bulan yang lalu 
ketika merebak berita rekaman telepon Habibie-Ghalib, yang dipanggil polisi 
justru pihak media yang memberitakan, yaitu Pemred majalah Panji dan Pemred 
ANteve. Sampai sekarang kasus itu lenyap ditelan masa. Apakah dengan 
tuntutan balik majalah Gamma ini pers mulai bangkit dan tidak mau 
disembarangi?

Reva Renaldo


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke