Radikal discountinue adalah sebuah keputusan untuk stop tidak melanjutkan
proses yang lalu dan memulainya dengan proses yang baru.
Radikal discontinue imrovement tidak harus dikonotasikan dengan revolusi
dalam artian fisik dan membawa korban jiwa dan hata benda. Keputusan
bank-bank pemerintah untuk mengurangi tenaganya atau PLN yang menghentikan
pembelian listrik swasta atau Pertamina yang menyetop pihak ketiga untk
mengangkut minyaknya atau proses manajemen haji yang berakibat pada
pengembalian ongkos naik haji hingga 3 juta itu adalah sebagian kecil
contoh-contoh radikal discontinue improvement yang bertujuan untuk
perbaikan.
Habibie naik mengantikan Soeharto bagaimanapun juga sebenarya adalah sebuah
revolusi dan itu adalah radikal discontinue improvement. (bahwa hasilnya
lain, sebaiknya kita buka thread baru) Sekali lagi, apakah mungkin kita
memiliki harapan untuk memperbaiki proses tanpa harus mengganti
simpul-simpul kekuasaan yang akan mempengaruhi lingkungan dimana proses itu
diharapkan akan berubah menjadi lebih baik?
��
We have to pay for the freedom, anyway!
----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 13 August 1999 21:49
Subject: Re: [Kuli Tinta] kasus besar?
Sebetulnya sangat banyak cara mencuri uang Bank. Dan sangat mudah kalau
dilakukan oleh pemiliknya sendiri, atau oleh orang yang ditakuti pemiliknya.
Karena SU MPR dapat berarti tutup layar bagi suatu rezim yang sudah jauh
berjalan, yang artinya telah banyak pula borok yang terus menerus ditutup
dengan borok baru, pantas saja kalau perang kembang menjelang SU MPR ini
sangat rumit jadinya. Untuk berusaha mati matian agar borok itu tidak
tersingkap. Jangan tanya berapa triliun yang dihabiskan untuk perhelatan
perang kembang ini. Apalagi untuk bangsa yang mudah digoyang ini.
Ketika para Pandawa menuntut hak politiknya kepada Astina, Duryudono nenabg
terpaksa sampai pada keputusan Barata Yudha, sekalipun mereka sadar bahwa
mereka bersaudara. Dan kebetulan rezim Parikesit memang akhirnya mampu
membangun kejayaan negara.
Tetapi kalau sekarang kita pada pilihan radical discontinue (revolusi
total), terlalu mahal biayanya. Betapapun, dalam situasi globally
transparent seperti sekarang ini, masih tersedia banyak pilihan untuk come
up with the better solution. Kita nikmati saja prosesnya. Nggak ada yang
sulit selama kita punya kapasitas pribadi menjadi penduduk dunia. Imagine
there's no country. Dan sudah banyak yang menjadi penduduk dunia tanpa harus
pegang paspor stateless.
Yap
(merdeka dalam arti sesungguhnya)
freedom is not free? Yes, I paid already. Long time ago.
>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: "Kuli Tinta" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Kuli Tinta] kasus besar?
>Date: Sat, 14 Aug 1999 00:00:30 +0700
>
>Belum selesai satu kasus muncul kasus yang lain.
>
>Orang Jakarta bilang bahwa kasus BB adalah kasus besar adalam sejarah
>bangsa. He.. he.. yang lain apa lebih kecil?
>
>Bagaimana dengan kasus BII dan export fiktif itu? Itu yang baru muncul.
>
>Mana yang terbaik bagi bangsa ini, bongkar total dan memulai lagi (radical
>discontinue) meskpin ini sangat menyakitkan atau bongkar sebagian dan ubah
>secara bertahap (gradual continue) sehinga tidak begitu sakit namun uga
>tidak tahu apa akan sembuh.
>
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!