Ini ada "Rekomendasi Politik Kelompok MADANI" yang saya fwd dari bincang@,
milisnya permias. Yang mau ikut mendukung, atau urun pendapat, atau sekadar
baca saja untuk melampiaskan rasa ingin tahu, silakan saja ...
Reva Renaldo
>From: "Kelompok Madani" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [bincang] Rekomendasi Politik Kelompok MADANI
>Date: Sat, 14 Aug 1999 00:07:48 EDT
>
> REKOMENDASI POLITIK
> Masyarakat Indonesia di Luar Negeri
> (Kelompok MADANI)
> Alamat e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Dilandasi oleh rasa keprihatinan yang mendalam terhadap masa depan
>kehidupan
>berbangsa dan bernegara, serta kepedulian terhadap makin tak terkendalinya
>berbagai tindak kekerasan, kekejaman, kebejatan, keculasan, dan berbagai
>tingkah laku pelanggaran hukum, nilai-nilai kemanusiaan, serta amoral
>lainnya yang dikhawatirkan dapat menghalangi keberlanjutan proses reformasi
>nasional yang murni, kelompok masyarakat Indonesia di luar negeri yang
>peduli nasib bangsa (kelompok MADANI) merasa perlu untuk menyatakan sikap
>politik.
>Pernyataan atau rekomendasi politik ini samasekali tidak dimaksudkan untuk
>mendiskreditkan atau menjegal kelompok atau golongan tertentu, tetapi lebih
>didasari keinginan mencari solusi yang terbaik (win-win solution) atas
>permasalahan mendesak yang sedang dihadapi bersama oleh seluruh komponen
>bangsa, serta sebisa mungkin dihindarkan kemungkinan timbulnya perpecahan
>atau pertikaian antar kelompok kepentingan.
>Rekomendasi politik kelompok MADANI ini secara garis besar didasari oleh
>beberapa pertimbangan pemikiran sebagai berikut:
>1. Masa lima tahun ke depan pemerintahan Indonesia adalah masa yang paling
>krusial serta sangat menentukan bagi keberlanjutan hidup berbangsa dan
>bernegara untuk menjadi bangsa yang lebih baik dengan mengutamakan prinsip
>keadilan, kejujuran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran bagi
>seluruh rakyat tanpa kecuali.
>2. Telah terbukti selama 32 tahun lebih hingga detik ini, nilai-nilai
>kemanusiaan, kejujuran, keadilan, kedaulatan rakyat, dan hak-hak asasi
>manusia (HAM) telah dicampakkan oleh manipulasi, kerakusan, keserakahan,
>dan
>konspirasi politik/kekuasaan dengan senantiasa mengatasnamakan demi
>stabilitas nasional serta kepentingan negara, yang sesungguhnya tidak lebih
>dari tujuan untuk melanggengkan kekuasaan dan kepentingan pribadi semata.
>3. Perebutan kursi kepresidenan oleh para elite politik di tanah air,
>seolah-olah menyiratkan bahwa kekuasaan kepresidenan adalah segalanya bagi
>suatu kelompok/golongan, sehingga harus dimenangkan dengan menghalalkan
>segala cara. Kelompok MADANI menilai, bahwa sikap dan pandangan seperti ini
>dikhawatirkan akan mengulang kesalahan menjadikan pemimpin pemerintahan
>yang
>akan datang sebagai pemimpin otoriter baru pengganti Soekarno dan Soeharto.
>4. Pandangan ini melupakan amanat rakyat sesungguhnya bahwa Presiden yang
>dipilih dan diangkat oleh MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat tertinggi,
>hendaknya mampu dan selalu mau mendengarkan suara dan jerit-tangis rakyat
>banyak.
>
>Berdasarkan berbagai pertimbangan pemikiran dan keprihatinan tersebut,
>kelompok MADANI memberikan pernyataan sikap politik dengan merekomendasikan
>beberapa hal sebagai berikut:
>
>1. Kelompok MADANI memberikan dukungan sepenuhnya kepada tokoh yang dapat
>diterima oleh semua kelompok dan golongan masyarakat, baik masyarakat dari
>kalangan Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, baik etnis pribumi maupun
>non-pribumi, untuk memegang tampuk pimpinan tertinggi sebagai kepala
>pemerintahan/kepala negara.
>2. Kelompok MADANI menilai bahwa pemimpin nasional yang pantas diberi
>amanah
>memegang tampuk kepala pemerintahan untuk masa krusial lima tahun ke depan
>adalah pemimpin yang bersih dari dosa-dosa politik masa lalu, serta mampu
>memberikan rasa aman ("pengayom") & rasa persatuan (pemersatu) bagi semua
>kelompok kepentingan, baik kelompok pro-reformasi, intelektual & mahasiswa,
>rakyat kecil, maupun kelompok ABRI & birokrasi yang masih duduk dalam
>pemerintahan, disamping mendapatkan dukungan dari masyarakat internasional.
>3. Kelompok MADANI berpandangan bahwa dalam masa lima tahun ke depan yang
>sangat menentukan perjalanan bangsa Indonesia, sudah selayaknya pemimpin
>nasional yang mempunyai visi dan kearifan sebagai Guru Bangsa yang layak
>diberi kepercayaan memegang tampuk kepala pemerintahan, sehingga resiko
>perpecahan dan pertikaian antar komponen bangsa dapat dihindari sekecil
>mungkin.
>4. Kelompok MADANI berpendirian bahwa tugas utama pemimpin nasional (kepala
>pemerintahan) dalam masa lima tahun ke depan adalah untuk meletakkan
>landasan kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi keadilan
>dan nilai-nilai kemanusiaan, serta dasar-dasar menuju terbentuknya
>masyarakat madani. Oleh karena itu kelompok MADANI akan mendesak kepada
>pemimpin nasional lima tahun mendatang agar bersedia meletakkan masa
>jabatannya setelah masa krusial lima tahun pemerintahan terlampaui, atau
>selesai masa tugasnya.
>5. Kelompok MADANI memandang, bahwa dengan tidak akan mencalonkan lagi
>sebagai kepala pemerintahan periode lima tahun berikutnya setelah masa
>jabatannya selesai, tugas pemimpin mendatang akan lebih terfokus dan
>berkonsentrasi pada pembenahan kembali landasan kehidupan berbangsa dan
>bernegara.
>6. Kelompok MADANI beranggapan bahwa tugas pemimpin nasional era 1999-2004
>mendatang bukanlah tugas yang ringan. Oleh karena itu, mengingat begitu
>besarnya resiko, tantangan, dan kendala yang harus dihadapi, kelompok
>MADANI
>menilai bahwa hanya seorang yang mempunyai kemampuan dan visi sebagai Guru
>Bangsa dan mempunyai basis dukungan masa yang besar, akseptabel di mata
>mayoritas rakyat yang beragam suku, ras dan agama-lah yang seyogyanya
>diberikan kesempatan dan dukungan seluas-luasnya.
>7. Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada para pimpinan nasional
>lainnya
>- sesuai dengan berbagai kriteria yang sudah diuraikan di atas - kelompok
>MADANI berpendapat bahwa sudah selayaknya KH. Abdurahman Wahid atau Gus Dur
>diberi kesempatan untuk duduk sebagai kepala pemerintahan periode lima
>tahun
>mendatang (1999-2004) guna menata kembali landasan kehidupan berbangsa dan
>bernegara yang telah porak-poranda dalam beberapa dasawarsa terakhir.
>
>
>Demikian bunyi pernyataan dan rekomendasi politik masyarakat Indonesia di
>luar negeri.
>Rekomendasi politik ini dikeluarkan oleh kelompok MADANI (masyarakat
>Indonesia di luar negeri) di Washington DC pada tanggal 13 Agustus 1999.
>Pernyataan ini telah mendapat dukungan oleh sekitar 75 orang - yang masih
>akan terus bertambah - anggota masyarakat Indonesia di Washington DC yang
>terdiri dari para pekerja, pelajar/mahasiswa, dan berbagai unsur masyarakat
>Indonesia lainnya tanpa memandang ikatan primordial, baik kelompok atau
>golongan.
>Selanjutnya, pernyataan ini akan diedarkan kepada seluruh masyarakat
>Indonesia yang berada di luar negeri, yang peduli dengan masa depan
>kehidupan berbangsa & bernegara di tanah air. Pernyataan sikap ini juga
>akan
>disebarkan kepada badan-badan internasional yang berpengaruh, sebelum
>akhirnya diserahkan kepada seluruh anggota MPR/DPR dalam Pembukaan Sidang
>Umum MPR/DPR tanggal 1 Oktober 1999.
>
>Dukungan atas pernyataan kelompok MADANI ini dapat dikirimkan melalui
>e-mail
>ke alamat: [EMAIL PROTECTED], sebelum batas waktu 30 September 1999.
>
>Kelompok MADANI
>[EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>_______________________________________________________________
>Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com
>
>
>
>-----------------------------------------------------------------------------
>Kongres dan Seminar Nasional PERMIAS 1999
>3-5 September 1999
>Host: PERMIAS Washington, DC
>-----------------------------------------------------------------------------
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!