Saya justru kuatir, akan bagaimana TNI kita nanti, jika masih Letda
saja sudah main narkotik. Sebagai anak KSAD, seperti biasa, pasti punya
jalur yang lebih lancar dibanding sejawatnya yang lain. Jika suatu
ketika mereka jadi pimpinan, dan punya cacat seperti itu, maka akan
mudah sekali para 'mafioso' untuk menyetirnya menjadi ke mana saja.
Tak usah jauh-jauh, bahkan ketika seorang perwira memilih istrinya pun,
maka jaminan keperawanan mutlak perlu. Ini dikuatirkan akan adanya
'cacat' yang memungkinkan untuk eksploitasi oleh pihak-pihak yang bisa
memanfaatkan 'kekurangan' yang berupa 'istri tak perawan' untuk
menyetir kepemimpinan kemiliterannya. Jika ternyata calon istri
terbukti tidak perawan, maka kewajiban komandan untuk tidak menyetujui
perkawinan perwira tersebut, atau, mereka tak akan memperoleh karir
sebagai pemimpin di militer tadi.
Lebih-lebih urusan kenarkotikaan. Lalu peristiwanya seolah-olah lenyap,
maka akan kehilanganlah kita akan hak kontrol terhadap masa depan, yang
tak bisa dihindarkan, masih akan banyak dipengaruhi oleh sikap pemimpin
militernya. Mestinya, pecat saja. Ada sindikat yang pasti akan
mengincar untuk memanfaatkan pelaku ini. Sesuai berita yang beredar, si
Letda ini berasal dari satuan elit, yang seperti lalu-lalu, akan banyak
mendominasi pos-pos penting TNI.
Kesempatan bagus bagi pimpinan TNI untuk melakukan apa yang seharusnya
dilakukan. Maaf, persoalan ini tidak sederhana dan main-main. Potensi
tersangka (tertangkap?) untuk menjadi orang besar cukup lebar. Mungkin
otak-otak yang sudah terkontaminasi tabiat buruk ini yang membuat
banyak penampakan TNI sedemikian carut-marut.
Kapan paradigma baru bisa kita lihat implementasinya?
Gigih
--- Andriecht <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam,
> Rada aneh juga peristiwa ini, pihak polri sungguh
> berani mempublikasikan hal
> ini ke masyarakat luas, padahal sang bapak adalah
> petinggi negara yang
> memegang kekuasaan penuh AD,
> Saya jadi bertanya, bolehkan kalau curiga, kenapa
> kok kasus ini begitu
> mudahnya merebak, kenapa kok tidak disembunyikan
> oleh polri dan diselesaikan
> secara bisik-bisik,.dengan sang bapaknya,.itu,.
>
> Saya pikir ada dua penyebabnya:
> 1. Semangat reformasi telah masuk dalam sanubari
> penyidik kita,.
> 2. Coba anda tebak sendirilah, aku ngeri nih,.,.hih
>
>
>
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!