Sepotong email dari Viqueque:

Bang Amin, kemarin jajak pendapat telah usai.
Dan hasilnya mudah ditebak, kan?

Kemerdekaan sebuah bangsa sering diiringi dengan tragedi dan kekacauan. Bangsa Timor 
Leste tidak terkecuali. Sekalipun pemimpin resmi Indonesia, BJ Habibie, dengan manis 
dan humanisnya menawarkan 2 opsi, dan bila kemerdekaan yang menjadi pilihan bangsa 
Timor Leste dia bilang : akan berpisah baik baik seperti dua sahabat. Saat ini 
pertanyaan yang masih membayangi sebagian besar bangsa Timor Leste adalah : Akankah 
kekerasan berakhir?

Dengan bantuan PBB, bangsa Timor Leste mendapat kesempatan untuk menentukan nasib 
sendiri. Tetapi bayang bayang kekerasan masih menggelayut disepetak kecil bumi yang 
bernama Timor Leste ini.

Relakah bangsa Indonesia memenuhi janjinya untuk menghormati apapun hasil jajak 
pendapat?
Atau akan berdalih untuk membatalkan tawarannya?

Tawaran ini memang blunder besar bagi Indonesia. Bangsa manapun didunia, kalau 
ditawari opsi kemerdekaan, sudah pasti akan menyambutnya, opsi apapun pembandingnya, 
sekalipun sadar hidup merdeka mungkin lebih sulit. Tetapi merdeka. Hujan emas dinegeri 
orang, hujan batu dinegeri sendiri...

Dengan segala kekhawatiran dan harap cemas, kini bangsa Timor Leste melihat kenyataan 
bahwa jalan untuk merdeka tidaklah semulus senyum lucu BJ Habibie. Ada Eurico Guteres 
dengan segala potensi konfliknya. Akankah dia segera kembali menjadi bangsa Timor 
Leste?

Dunia akan segera melihat, apakah opsi merdeka itu diberikan secara tulus atau karena 
over confidence bahwa pilihan otonomi akan dipilih.

Blunder besar aparat intelijen Indonesia, menjadikan Timor Leste berada dipentas 
dunia, sehingga upaya Indonesia menjilat ludahnya akan menjadikan pasukan multi 
nasional serta merta punya alasan untuk memberi pelajaran setimpal.
Apalagi kalau cuma gengnya Eurico Guteres.

Terima kasih Indonesia, yang telah menyumbang banyak infrastruktur Timor Leste dari 
dana hutang milyaran dollar. Itu bukan hutang Timor Leste. Sekarang Timor Leste akan 
membuktikan bahwa menjadi Brunei tidaklah sulit. Hanya dengan satu hasil alam saja. 
Minyak diselatan. Dan puluhan perusahaan minyak multi nasional akan dengan senang hati 
berebut mengucurkan teknologi terbarunya.

Kalau Indonesia terlihat akan curang, apa susahnya mengundang Amerika untuk mendirikan 
pangkalan militer disini. Sekaligus untuk membuka lapangan kerja. Ingat, kami negara 
merdeka. Merdeka. Betapa indahnya.....

><deleted, confidential>



Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke