Saya setuju, bahwa otonomi daerah memegang peranan penting untuk pertumbuhan
regional. Tapi, untuk mengarah ke negara federal, saya yakin itu perlu
waktu. Bukan hanya faktor ekonomi yang harus dimasukkan dalam perhitungan,
tapi juga sosial, budaya dan kesiapan institusional. Untuk saat ini, pilihan
otonomi daerah yang luas, agaknya menjadi pilihan dengan least available
cost.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub
-----Original Message-----
From: Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 02 September 1999 17:46
Subject: Re: [Kuli Tinta] Pemulihan ekonomi
>
>----- Original Message -----
>From: Mudjiman (KPC) <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Thursday, September 02, 1999 7:41 AM
>Subject: RE: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP/Pemulihan ekonomi
>
>
>> > tekad (x),
>> > dana (y) dan waktu (z).
>> Satu lagi bung, mental dan etos kerja. Mental yaa termasuk kejujuran. Dan
>> etos kerja ini merupakan suatu dilema untuk kita bangsa Indonesi, pada
>> umumnya.
>
>Betul sekali bung, aku mempaketkan mental, etos kerja, kejujuran, dsb dalam
>parameter tekad, tapi mungkin saja orang menterjemahkan tekad dengan
sekedar
>kemauan keras.
>Jadi apa yang harus dilakukan, bung Aswat mungkin punya ide yang bisa kita
>kembangkan.
>Kalau aku, kerusakan ini harus dimulai dari perombakan system bernegara
>dengan secara lebih efisien. Yaitu kita harus memulai dengan system otonomi
>luas (kalau mungkin menuju ke federalisasi), sehingga daerah bisa
berkembang
>lebih fleksibel.
>Memang pasti ada daerah yang terseok-seok, tetapi lebih banyak daerah yang
>akan dengan cepat berkembang.
>System negara seperti itu jauh lebih menjanjikan tidak hanya untuk
demokrasi
>tetapi juga untuk ekonomi untuk berkreatifitas.
>Banyak orang meragukan sumber daya(terutama SDM) daerah untuk mengembangkan
>diri, tapi aku bilang itu omong-kosong saja. mereka punya banyak pakar yang
>sulit berkembang pada sistem yang lama.
>UUD 45 tidak cukup mengakomodir kebutuhan daerah, UUD itu hanya cocok untuk
>suatu pemerintahan yang baru berdiri tetapi tidak cocok untuk suatu negara
>yang memerlukan perkembangan.
>
>
>>
>> > ----------
>> > From: Chandra Adenan[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>> > Sent: Thursday, September 02, 1999 12:22 AM
>> > To: [EMAIL PROTECTED]
>> > Subject: Re: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP/Pemulihan ekonomi
>> >
>> > Baiklah, walaupun aku cenderung untuk tetap melanjutkan diskusi POLRI
>dan
>> > PDIP tadi (Selanjutnya diskusi ini bisa kita pecah jadi dua).
>> > 1. Pemulihan ekonomi:
>> > Peluang ekonomi akan lebih besar kalau BJH tdk menjadi presiden...?
>> > Kemungkinan memang ada, tapi tidak semudah itu. Kerusakan yang
>terjadi
>> > bukan karena BJH/Suharto dan beberapa orang saja, tapi sudah menjadi
>> > sebuah
>> > 'destroyer system'.
>> > Krisis yang terjadi sekarang ini boleh dibilang sudah menyeluruh tetapi
>> > terintegrasi, sehingga untuk memperbaikinya diperlukan suatu tindakan
>> > menyeluruh juga yang dilakukan oleh orang yang mampu berpikir dan
>> > bertindak
>> > secara multi dimensi secara paralel. Bayangkan untuk berbuat seperti
>itu,
>> > kita membutuhkan dana yang tidak kecil dan darimana uangnya...?
>pinjam...?
>> > itu akan membuat krisis ekonomi semakin panjang.
>> > Belum lagi kalau kita melihat siapa-2 saja yang berada di puncak
>> > pemerintahan yang akan datang, beberapa orang seperti Kwik atau
>Laksamana
>> > itu OK, tapi bagaimana dengan disektor lain...? Sorry saja kalau aku
>> > bilang
>> > bahwa orang-2 PDIP sebenarnya orang-2 ORBA (yang mempunyai wawasan
>> > berpikir
>> > sama dengan yang sekarang) yang tersingkirkan krn sebuah kecurigaan
>saja.
>> > Bagaimana kalau kita melihat mental pelaksana otoritas pemerintahan
>> > tingkat
>> > bawah yang sudah rusak....?
>> > Untuk mengembalikan ABRI ke barak dan bertindak profesional saja
mungkin
>> > kita harus menunggu sampai perwira-2 menengah yang ada sekarang ini
naik
>> > menjadi jenderal.
>> > Mengganti mereka semua...? wow, berapa besar lagi dana yang
>dibutuhkan..?
>> > Jadi aku bilang siapa pun yang akan berada diatas hanya sang waktu yang
>> > akan
>> > menentukan, jangan harap ekonomi bisa pulih begitu saja (hanya berbekal
>> > tekad dan uang pun tidak akan mencukupi). Dengan kata lain untuk
>> > memperbaiki
>> > keadaan sekarang kita membutuhkan tindakan yang berparameter: tekad
(x),
>> > dana (y) dan waktu (z).
>> >
>> > 2. Masalah POLRI:
>> > Apa yang aku ingin sorot, pada rumor ini adalah bahwa POLRI sudah
>memiliki
>> > tekad yang bagus. Walaupun saat ini POLRI sudah terlepas dari ABRI
>tetapi
>> > dia masih tetap dibawah kendali departemen HANKAM yang nota bene ABRI
>> > juga.
>> > Sebenarnya ide untuk membuat POLDA-2 bertanggung jawab ke Gubernur itu
>ide
>> > yang sangat baik dengan begitu wibawa daerah cukup tinggi. Kita tidak
>> > memerlukan POLRI yang seperti sekarang ini, aku lebih setuju kalau
>sistem
>> > keamanan kita seperti di US, yang memiliki Sheriff dan Polisi Federal.
>Ini
>> > akan membuat Gubernur lebih leluasa mengatur daerahnya karena dia
>memiliki
>> > sendiri komponen penegak hukumnya. Tidak seperti saat ini, walaupun
>> > Gubernur
>> > merasakan ada sesuatu yang harus ditegakkan didaerahnya tapi kalau
>Kapolda
>> > tidak setuju, kebijaksanaan Gubernur tidak jalan.
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>> ______________________________________________________________________
>> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>>
>> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!