Kata orang, di-Indonesia saat ini tengah berkembang 
suatu keadaan dimana kalau "GOSIP" artinya 'BENAR', 
kalau  "BERITA", itu artinya malah "ENGGA BENAR".

Mudah-mudahan sih ini ngaco ya, sebab kalau engga 
nanti Koran / Majalah engga laku lagi ...:)


Salam,
bRidWaN

At 08:14 PM 9/5/99 +0700, c= wrote:
>Kalau boleh saya menilai, topik "[Kuli Tinta] Lena  Gate/hukum" ini cukup
>menarik perhatian karena paparan argumentasi dan fakta neter(s) yang percaya
>dan tidak percaya, lepas dari pilihan kata yang digunakan.
>
>Saya mungkin termasuk kelompok neter(s) yang berada diantara kontinuum
>percaya dan tidak percaya dalam takaran tertentu. Ijinkanlah saya mengurai
>peranan informasi itu dalam proses pembentukan persepsi saya mengenai isu
>tersebut. Mudah-mudahan berbagi pengalaman ini bermanfaat bagi siapa saja
>yang tertarik serta mohon koreksi atau umpan balik.
>
>Pertama kali menerima informasi mengenai Lena Gate, seperti biasa saya
>menganggap informasi itu tidak sempurna dan kemungkinan bahwa informasi itu
>benar dan kemungkinan bahwa informasi itu salah adalah sama yaitu 50%
>seperti doktrin mengatakan bahwa "if I know nothing then anything is equaly
>likely", meskipun posting itu diakhiri dengan penutup "silahkan copy ini dan
>tunjukkan kepada AR kalu berani sumpah pocong". Meskipun tampak meyakinkan
>namun penutup itu tidak mempengaruhi proporsi akurasi informasinya.
>
>Namun, ketika bantahan dilakukan oleh beberapa netters dan kemudian
>Hihihiiik Yek memberi tambahan informasi termasuk informasi lokasi jalan
>maka proporsi akurasi itu berubah dimana kemungkinan informasi itu benar
>lebih dari 50% dan kemungkinan informasi itu salah kurang dari 50%.
>
>Sanggahan atau komentar yang kemudian muncul tidak mengubah proporsi baru
>tersebut hingga Bung Sam memberi informasi tambahan dengan membantah
>informasi lokasi  Hihihiiik Yek tersebut dan menunjukkan bahwa Sdr nya yang
>menjadi ketua RT disitu mengatakan bahwa tidak ada orang yang bernama Lena
>disitu. Informasi ini sungguh membalik keadaan dimana kemungkinan bahwa isu
>Lena Gate salah mendekati 100% Itulah sebabnya dalam posting saya yang lalu,
>saya menyebut sebagai cenderung perfect information. Meskipun demikian saya
>masih belum berani memberikan penilaian bahwa isu itu salah  dengan
>menyisakan peluang bahwa isu itu benar adalah kurang dari 10%.
>
>Namun, tangapan Hihihiiik Yek ang sangat detail untuk menanggapi informasi
>tambahan Bung Sam sungguh mengubah proporsi peluang itu menjadi sebaliknya.
>Saya sebenarnya menunggu tanggapan balik Bung Sam untuk menggugurkan
>infomasi terakhir Hihihiiik Yek  guna  merevisi peluang itu. Sayang sekali,
>harapan itu tidak terwujud. Dalam hal ini, ajakan Bung Abdul Fatah untuk
>introspeksi justru sedikit mengurangi peluang bahwa isu itu benar.
>
>Sampai saat ini, persepsi saya terhadap isu tersebut masih memberikan
>proporsi yang lebih besar kepada kemungkinan bahwa isu itu benar. Tidak
>adanya media yang mengungkap isu tersebut akhirnya mengurangi kemunginan
>bahwa isu itu benar. Meskipun demikian,  kemungkinan bahwa isu itu salah
>tetap kurang dari 50% mengingat  kasus Memperindag yang diungkap disamping
>tidak adanya media yang mengungkap isu tersebut  juga bukan bearti jaminan
>bahwa media tidak memperhatikan.
>
>
>Mohon maaf atas kelancangan sharing persepsi pribadi.
>
>��
>
>
>
>----- Original Message -----
>From: Hihihiiik Yek <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 05 September 1999 09:55
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Lena  Gate/hukum
>
>
>Hihihiiik. Maunya kan gitu. Jangan sampe Glodok Standart jadi Goblok Amat.
>Dapet info bukannye diolah. Malah dibantah. Jerat hukum lagi. Fitnah lagi.
>Siape yang gue fitnah. Jerat asmara kali.
>OK Tin username gue diblock aje. Biar kagak masuk kulitinta. Biar kagak ade
>nyang gerah. Setuju penonton?
>Gue ganti aja name lain. Masuk lagi. Diblock lagi. Ganti lagi.
>Kenape? Karena:
>
>>
>>kebenaran harus
>>ditegakkan tanpa pandang bulu.
>>
>
>Hihihiik Yek
>
>---- Begin Original Message ----
>
>From: "Martin Manurung" <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Sat, 4 Sep 1999 00:24:28 +0700
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Lena Gate/hukum
>
>
>Bijaksana sekali Saudara "Jantan" ini. Dalam menanggapi kasus _Amien Rais_
>ini, secara jujur harus saya puji "kebijaksanaan" anda, pemilihan kata yang
>anda gunakan, gaya bahasa anda yang begitu elegan dan begitu filosofisnya
>kesimpulan anda (siapapun...dll.). Mudah-mudahan itu terjadi bukan karena
>"standard ganda" atau "yardstick biru".
>
>Salut! Teruskanlah diskusi yang sehat dengan gaya bahasa yang baik dari anda
>ini.
>
>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>_________________________________________________
>E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>Visit http://come.to/forma-kub
>
>-----Original Message-----
> From: Jantan P <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: 03 September 1999 23:12
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Lena Gate/hukum
>
>
>>Mudah-mudahan Tuhan memberikan jalan bagi kita semua. Sehingga yang
>>bersalah mendapat imbalan setara. Dalam soal ini, perlulah diteruskan
>>ke tingkat hukum. Bagaimana pun para netter tidak bisa lepas dari
>>jeratan hukum di sini.
>>
>>Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan, dan kebenaran harus
>>ditegakkan tanpa pandang bulu.
>>
>>
>>J. Pribadi
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke